Wisuda Siswa, Antara Tradisi dan Beban Orangtua

Wisuda Siswa, Antara Tradisi dan Beban Orangtua - 2025 05 04 07 00 43 | Artikel | Potret Online
Ilustrasi: Wisuda Siswa, Antara Tradisi dan Beban Orangtua
WA FB X

Oleh Zhafira Putroe Rendra

Siswa Kelas XII SMAN 10 Fajar Harapan, Banda Aceh

Baca Juga

Wisuda siswa telah menjadi tradisi yang umum di banyak sekolah.  Tidak hanya di tingkat perguruan tinggi dan SMA, tetapi juga di SD, bahkan PAUD. Namun, apakah wisuda siswa benar-benar bermanfaat atau justru menjadi beban yang berlebihan bagi siswa dan orang tua?

Mungkin di satu sisi, banyak yang berpandangan bahwa wisuda siswa dapat menjadi acara yang menyenangkan , penuh kenangan dan tentu saja  membanggakan bagi siswa, orang tua dan guru terutama  dapat menjadi momen yang tepat untuk merayakan prestasi siswa dan menghargai usaha mereka selama ini.

 Namun, di sisi lain, wisuda siswa juga dapat menjadi beban yang berlebihan bagi siswa dan orang tua. Biaya wisuda yang mahal dapat menjadi beban bagi orang tua, apalagi  jika diadakan dengan skala besar. Banyak permintaan yang harus dipenuhi , selain busana yang harus seragam, sewa toga, gedung  konsumsi semua dibebankan kepada siswa.  Selain itu, wisuda juga dapat menimbulkan tekanan pada siswa untuk tampil sempurna.

Pertanyaan yang perlu dipertanyakan adalah, apakah wisuda siswa benar-benar bermanfaat bagi siswa? Apakah wisuda siswa dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar dan mencapai tujuan? Atau apakah wisuda siswa hanya menjadi ajang komersialisasi pendidikan?

Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi perdebatan tentang manfaat wisuda siswa. Beberapa pihak berpendapat bahwa wisuda siswa tidak memiliki manfaat yang signifikan bagi siswa SD, karena mereka masih harus melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Namun, pihak lain berpendapat bahwa wisuda siswa dapat menjadi momen yang penting bagi siswa untuk merayakan prestasi dan menghargai usaha mereka.

Pada akhirnya, keputusan untuk mengadakan wisuda siswa harus dipertimbangkan dengan hati-hati. Sekolah dan orang tua perlu memastikan bahwa wisuda siswa tidak menjadi beban yang berlebihan bagi siswa dan orang tua. Wisuda siswa harus diadakan dengan sederhana dan tidak menimbulkan tekanan pada siswa. 

Umumnya di SMA di Aceh, acara semacam itu dilakukan  masih dalam batas wajar layaknya acara Perpisahan atau Pelepasan Siswa tanpa gemerlap wisuda dengan baju  “Toga” . 

Dengan demikian Perpisahan siswa dapat menjadi acara  yang penuh kenangan,  khidmad dan membanggakan bagi semua pihak yang terlibat.

Banda Aceh, 30 Mei 2025

ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Penulis
Redaksi
Majalah Perempuan Aceh

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.