POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Siapa yang Paling Bertanggung Jawab atas Keterpurukan Ekonomi Indonesia?

Dayan AbdurrahmanOleh Dayan Abdurrahman
May 1, 2025
Where the Heart Stayed: A Foreign Student’s Tale in Aceh
🔊

Dengarkan Artikel

Refleksi dari Aceh sebagai Poros Syariah dan Kekuatan Religi Bangsa

Oleh Dayan Abdurrahman

Keterpurukan ekonomi Indonesia hari ini bukan sekadar akibat fluktuasi global atau krisis pasar. Ini adalah refleksi dari kegagalan tata kelola, kehilangan arah moral, dan ketergantungan terhadap sistem kapitalisme yang tidak lagi relevan dalam menjawab problematika keadilan sosial.

Sebagai negeri yang kaya sumber daya dan budaya religius, Indonesia sebenarnya memiliki kekuatan besar untuk menawarkan solusi alternatif, salah satunya melalui nilai-nilai syariah yang telah hidup dan mengakar kuat di Aceh.


Aceh: Cahaya Syariah di Ujung Barat Nusantara

Aceh, sebagai satu-satunya provinsi di Indonesia yang menerapkan hukum syariah secara formal, telah menjadi simbol kekuatan religi nasional. Dalam konteks ini, Aceh bukan hanya menjalankan hukum dalam pengertian sempit, tetapi mengusung prinsip-prinsip keadilan sosial, kesetaraan ekonomi, dan tanggung jawab moral dalam setiap aspek kehidupan.

Syariah di Aceh berpotensi menjadi model sistem ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Prinsip zakat, larangan riba, larangan eksploitasi, dan penguatan ekonomi komunitas adalah tawaran solutif terhadap kegagalan kapitalisme yang hanya menguntungkan segelintir elit. Dunia hari ini mulai melirik ekonomi berbasis nilai – dan Indonesia, melalui Aceh, sudah memilikinya.


Kapitalisme: Gagal Menghadirkan Kesejahteraan Global

Sistem kapitalis global telah menunjukkan wajah aslinya: memusatkan kekayaan di tangan segelintir orang, menghancurkan solidaritas sosial, dan memperparah ketimpangan. Krisis ekonomi berulang kali terjadi bukan karena kurangnya sumber daya, melainkan karena kerakusan dan hilangnya etika ekonomi.

📚 Artikel Terkait

Malaysia Hebat, Raih Dua Gelar di Thailand Open

Menanti Pagi

Pahlawan

Memimpin Bangsa dan Pendidikan Yang Tertinggal

Dalam sistem kapitalis, manusia dinilai dari produktivitas dan konsumsi, bukan dari kontribusi moral dan sosial. Nilai spiritual dan kearifan lokal terpinggirkan. Maka, tak heran jika dunia mulai mencari alternatif sistem yang lebih manusiawi dan berkelanjutan – sistem yang bukan hanya mengejar keuntungan, tetapi juga kemaslahatan.


Indonesia: Negeri Religius yang Belum Dimaksimalkan

Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, dan dengan keberagaman agama yang luar biasa, Indonesia sejatinya memiliki fondasi moral dan spiritual yang kokoh. Nilai-nilai Pancasila, kearifan lokal, serta ajaran agama-agama besar di Indonesia, semua mendorong keseimbangan antara dunia dan akhirat, antara materi dan moralitas.

Namun sayangnya, tata kelola nasional sering kali abai terhadap kekuatan ini. Kebijakan ekonomi masih terjebak pada logika pertumbuhan semu dan utang luar negeri. Pembangunan dilihat dari sisi fisik, bukan dari keadilan distribusi atau kemaslahatan sosial. Di sinilah letak tanggung jawab terbesar pemimpin bangsa: gagal menggali dan menerapkan kekuatan religius dan budaya lokal sebagai pondasi pembangunan nasional.


Membangun Ulang dengan Spirit Syariah dan Keadilan Sosial

Aceh sebagai simbol syariah Indonesia bisa menjadi poros kebangkitan ekonomi moral, bukan hanya bagi Indonesia, tetapi juga tawaran kepada dunia. Sistem keuangan syariah, tata niaga yang adil, jaminan sosial berbasis zakat dan wakaf, serta etika produksi yang tidak eksploitatif – semuanya sudah menjadi bagian dari khazanah Islam dan tradisi lokal kita.

Penerapan nilai-nilai ini secara konsisten dan inklusif bisa menjadi penangkal dominasi sistem kapitalis yang destruktif. Jika dikembangkan lebih lanjut dengan pendekatan ilmiah dan kolaboratif, Aceh bisa menjadi “laboratorium moral ekonomi” bagi dunia yang haus akan keadilan dan keseimbangan.


Siapa yang Bertanggung Jawab, dan Apa yang Bisa Kita Lakukan

Tanggung jawab atas keterpurukan ekonomi Indonesia tidak bisa dilimpahkan pada satu pihak:

  1. Pemerintah Pusat dan Daerah – karena merekalah pemegang amanah dan pembuat kebijakan utama.
  2. Pengusaha dan Pemilik Modal – yang harus mengubah orientasi bisnis dari kapitalistik menuju ekonomi berbasis nilai.
  3. Pemuka Agama dan Budaya – karena mereka adalah penjaga moral kolektif dan inspirasi perubahan.
  4. Lembaga Pendidikan dan Intelektual – karena mereka mencetak generasi yang harus berpikir kritis dan etis.
  5. Rakyat Umum – karena perubahan dimulai dari bawah, dari kebiasaan, pilihan politik, dan solidaritas sosial.

Krisis ini bukan akhir, tetapi awal dari refleksi kolektif. Dunia sedang mencari arah baru, dan Indonesia – khususnya Aceh – bisa menjadi pelita. Saat kapitalisme gagal, maka nilai syariah dan kekuatan religi bangsa ini dapat menjadi jalan terang menuju kesejahteraan yang berkeadilan dan bermartabat.

Penulis adalah peminat isu-isu sosial ekonomi dan keagamaan

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 53x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Dayan Abdurrahman

Dayan Abdurrahman

Bio narasi Saya adalah lulusan pendidikan Bahasa Inggris dengan pengalaman sebagai pendidik, penulis akademik, dan pengembang konten literasi. Saya menyelesaikan studi magister di salah satu universitas ternama di Australia, dan aktif menulis di bidang filsafat pendidikan Islam, pengembangan SDM, serta studi sosial. Saya juga terlibat dalam riset dan penulisan terkait Skill Development Framework dari Australia. Berpengalaman sebagai dosen dan pelatih pendidik, saya memiliki keahlian dalam penulisan ilmiah, editing, serta pendampingan riset. Saat ini, saya terus mengembangkan karya dan membangun jejaring profesional lintas bidang, generasi, serta komunitas akademik global.

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Hari Buruh dan Keadilan Sosial: Suara yang Tak Boleh Dibungkam

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00