• Latest
Guru Sandal Jepit

Guru Sandal Jepit

April 25, 2025
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Guru Sandal Jepit

Redaksiby Redaksi
April 25, 2025
Reading Time: 2 mins read
Guru Sandal Jepit
593
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

RERASAN:

Oleh Muslimin Lamongan

Dalam novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata mengisahnyatakan gurunya yang luar biasa: Ibu Muslimah. Dalam serba keterbatasan, gedung hampir roboh, gaji tak memadai, tetap semangat dan berdedikasi tinggi.

Baca Juga

Sekolah Korban Bencana Ekologis

Sekolah Korban Bencana Ekologis

Maret 16, 2026

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

Maret 17, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Maret 12, 2026

Mengedepankan pendidikan, tetapi tetap mewadahi pengajaran. Ibu Muslimah menjadi salah satu potret keberadaan sebagian besar guru di Indonesia. Memprihatinkan dalam bingkai ketangguhan. Dianggap pahlawan tanpa tanda jasa, tetapi dilupakan. Ibu Muslimah adalah obor inspirasi bagi para siswanya. Terbukti sebagian besar siswanya memeroleh kesuksesan dan keberhasilan.

Namun, akhir-akhir ini sering terjadi degradasi pandangan sebelah mata tethadap guru. Bahkan dalam beberapa kasus, pendisiplinan yang dilakukan oleh guru kepada siswanya dijerumuskan pihak yang tak bertanggung jawab ke kriminalisasi. Demi keluarga, banyak guru kerja apa saja setelah mengajar. Guru-guru swasta di lembaga pendidikan ‘miskin’, misalnya, banting tulang kerja serabutan demi menghidupi keluarga.

Mengenang Ibu Muslimah, terkenang pula guru awak yang tak kalah hebatnya: Aba Haji Sulhan Abdullah. Beliau guru agama komplit waktu saya sekolah di Madrasah Ibtidaiyah. Mengajar Al-Qur’an, hadits, tarikh nurul yaqin, aqidah, akhlaq, fiqih, bahasa Arab, dan menulis pegon. Yang disebut terakhir adalah kata atau kalimat berbahasa Jawa, tetapi ditulis dengan huruf Arab. Huruf pegon dipakai untuk membaca ‘kitab gondrong’, jenis kitab yang sudah diterjemahkan ke bahasa Jawa. Aba Sulhan juga mengajarkan dasar-dasar ilmu nahwu sharaf, yang dipakai untuk membaca kitab gundul atau kitab kuning yang tidak berharokat. Kitab kuning banyak dipakai di pondok pesatren.

Di samping mengajar di madradah, Aba Sulhan juga menjadi penggerak dan pendakwah majelis taklim ibu-ibu Muslimat NU di Desa Jotosanur (sebelah timur Masjid Namira-Lamongan). Sejak tahun 1980-an hingga sekarang majelis taklim itu masih berjalan. Dilaksanakan setiap habis sholat Jum:at, berpindah dari satu musholla ke musholla lain di Dusun Sanur. Juga pendiri ngaji rutin para bapak setiap malam minggu dari satu rumah anggota Jamiyah NU ke anggota yang lain. Semua dijalani dengan ikhlas tanpa pamrih, tidak ada target ‘amplop’ yang diharapkan. Lucunya, pada tahun 1980-an, waktu acara akhirussanah madradah, beliau mendapat hadiah dari pengurus, yaitu sandal jepit warna hijau. Untuk menghidupi keluarga, beliau tekun bertani, menggarap sawah yang tidak begitu luas.

Berkat keikhlasan beliau, 4 putranya dan 1 putrinya lulus sarjana semua, juga terjun menekuni dunia pendidikan. Kalau dipikir darimana biayanya, nalar tak berkutik. Tetapi Allah Maha Kaya, tak ada kemustahilan bagiNya. Allah menganugerahi beliau putra-putri yang patuh dan meneladaninya. Tidak berharap sang anak berlimpah harta, tetapi menjadi pendidik dan pejuang, menjadi kebanggaan tiada tara bagi beliau. Semoga beliau sehat selalu, nyala api perjuangannya selalu menginspirasi bagi setiap generasi.

ADVERTISEMENT

Lamongan, 22 April 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 256x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Konsekuensi Hukum Bila Ijazah Jokowi Terbukti Palsu

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com