POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Saksi Bisu

RedaksiOleh Redaksi
April 23, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Saiful Bahri

Akulah Saksi Bisu!

Di segala terang, di segala gelap, di segala gerak, di segala diam, di segala zuhud, di segala buruk dan caci-maki, hadir adaku hanyalah saksi bisu. Maka, kusaksikanlah berlaksa-laksa dengki dan tipu-tipu yang ditebar dari pesona yang dikemas dengan sungguh sangat mempesona. Kulaluilah jalan engkau dan jalan-jalan mereka yang hakikatnya bertebar duri, tetapi teringkari dengan empuknya rentang permadani.
Seketika itu juga kusesal segala harap, kutepis segala rindu, kubungkam segala pilu, kutindih-tindih segala janji, lalu kupendam segalanya di liang-liang sempit batu karang hati, yang mati riak ombaknya dari dada laut engkau dan laut-laut mereka. Dipicu segala sesat itu, di akhir sisa-sisa sadar engkau dan sadar mereka, sempat-sempatnya engkau dan mereka bersepakat untuk jadikan aku saksi! Saksi Bisu!

Akulah Saksi Bisu!

Begitulah adaku. Hanya saksi. Dan sungguh bisu. Hanya mempersaksi-saksikan saja. Sungguh sangat leceh dan remeh ulah-ulah yang terus engkau dan mereka lakonkan. Fitnah, kianat, bohong, picik, sirik, munafik, amarah, gorok-gorok, tumpah darah, lalu makan daging sesamamu dengan semangat purba begitu lihai dan asyik engkau dan mereka tekuni. Maka, berbanggalah engkau! Berbanggalah mereka! Tersanjunglah harkat dan martabat engkau dan mereka. Semakin angkuhlah engkau dan mereka, serentak bersorak dan bertepuk-tepuk dada yang sempit, seolah-olah semesta ini punyanya engkau dan mereka. Aku hanya mempersaksi-saksikan saja. Aku hanya saksi! Dan sungguh aku sangat bisu!

***

Sebagai saksi bisu, pagi ini aku sungguh merasa sangat berbahagia. Bahagiaku terbersit karena ini adalah pagi yang lain, pagi sempurna dari segala pagi, ketika statusku sebagai saksi bisu kini sudah dicabut. Aku tak lagi bisu. Aku kini jadi saksi hidup.

📚 Artikel Terkait

Kita Butuh Sekolah Literat

Kemampuan Mendengar yang “Lebih Mahal” Daripada Keberanian Bicara

Lumpo

Potret Ketangguhan Kaum Perempuan

Maka, sebagai saksi hidup aku akan bersaksi atas segala yang kusaksikan atas segala engkau dan segala mereka. Aku akan jujur bersaksi atas segala ketelanjuran jujur-jujur semu yang pernah engkau dan mereka sumpahkan demi tegaknya keadilan dan pembangkangan-pembangkangan yang diagung-agungkan.

Aku, catatan perjalanan hidup diri dari sekujur jasad engkau dan mereka, akan naik saksi atas segala benar dan salahnya engkau dan mereka dengan sebenar-benarnya, sejujur-jujurnya dan polos utuh apa adanya.

“Cukup! Stop ocehan tak bermanfaat itu!”koar mulut ceriwis engkau dan mereka serentak, masih dengan suara tinggi dan sombong.

Aku tak peduli. Aku terus membeberkan kesaksian-kesaksian atas engkau dan mereka, karena bungkam bisu bukan milikku lagi. Kececar semua sanggah dan kutebar semua detil tentang segala engkau dan mereka. Tak satupun kulewatkan. Sungguh aku kini merasa sangat merdeka. Sungguh aku nikmati kemerdekaan ini.

“Bohong itu semua!”hardik mulut engkau dan mereka masih menyanggah, terus mencoba membela diri.

Aku semakin tak peduli, karena kini bukti-bukti mulai ditunjukkan. Dokumen rekaman biografi perjalanan hidup engkau dan mereka mulai diputar. Sungguh sangat terang tampilan gambar di film dokumenter itu. Tak ada sedikit pun trik atau efek kamera yang memanipulasi adegan per adegan dalam film itu. Begitu bersahaja. Apa adanya.

Dalam takzim unjuk kesaksian, engkau dan mereka terbelalak-belalak menonton film dokumenter itu. Terkaget-kaget bercampur heran menyaksikan diri yang begitu lihai dan profesional memerankan dan menyutradarai sendiri film dokumenter yang engkau dan mereka produksi sendiri. Indah sekali skenario dan jalan ceritanya, sampai-sampai aku, engkau dan mereka sama-sama terpana. Lalu terpekur dalam-dalam, menyesali sesal yang selalu hinggap di ujung jalan.

Banda Aceh, 21 September 2007

Bio Data :

SAIFUL BAHRI, lahir di Banda Aceh, 29 Juli 1969. Alumnus Institut Ilmu Pemerintahan Jakarta, Jurusan Politik Pemerintahan (1998).Menulis sejak masih di bangku SMU. Aktif dalam berkesenian sehingga dipercaya menjadi Pengurus Dewan Kesenian Banda Aceh (DKB) sudah dua periode (1999 – 2003 dan 2004 – 2007), Tergabung dalam sebuah lembaga kebudayaan Lapena (Institute for Culture and Society) serta menye-mangati kaum muda untuk kreatif melalui lembaga AMuK Community (Komunitas Aceh Muda Kreatif). Menulis cerpen dan novel, esai, artikel serta tulisan budaya lainnya di media lokal dan nasional sejak tahun 1989. Sebuah novelnya Terbuai Mimpi  diterbitkan Balai Pustaka Jakarta  tahun 1991. Cerpen-cerpennya termuat dalam Titian Laut III (Dewan Bahasa dan Pustaka – Malaysia, 1991)  Antologi Sastra Seulawah (Yayasan Nusantara Jakarta, 1995), Antologi Cerpen HAM Remuk (Dewan Kesenian Banda Aceh, 2000) dan Antologi Sastra Putroe Phang (Dewan Kesenian Aceh, 2002). Hikayat Sang Gila (Fima Rodheta Jakarta, 2005) adalah novelnya yang berbau surealis. Terakhir mengagas dan menekuni penulisan serta menulis cerpen mini di Aceh. Alamat terakhir Gampong Gue Gajah  Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah

Dimana Letak Suara Kita dalam Pembangunan Bangsa?

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00