• Latest
Juwita yang Pergi dalam Sunyi - 0ab2f45f f06d 4637 be12 47010ef4d7bf | Duka | Potret Online

Juwita yang Pergi dalam Sunyi

Maret 27, 2025
651a665d-a972-4237-889b-3f896bd0ff78

Komitmen dan Konsistensi Sebagai Penakar Etika, Moral dan Akhlak Mulia Yang bersifat Ilahiyah

April 12, 2026
1ac9c27f-7427-4c6a-b3f3-76cd09bc22ae

Selangkangan Borjuis

April 12, 2026
dc7b6933-d445-40b2-9886-71a08edbedd9

Menghalau Petaka Intelektual: Refleksi Sains dan Iman ala Al-Ghazali.

April 12, 2026
IMG_0751

Macet Menulis? Jangan Paksa! Lakukan Ini Saja (Resep dari Larry L. King)

April 12, 2026
de17d6a0-a45b-4472-ab39-12da2eea3a53

Perundingan Damai Gagal, Siap-siap Iran vs Amerika Perang Lagi

April 12, 2026
ilustrasi stereotip budaya komunikasi Aceh

Benarkah Orang Aceh Kasar? Tinjauan Psikologi dan Budaya

April 12, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Antara Efek Jera dan Keadilan

April 12, 2026
Illegal mining and corruption in Indonesia

Tambang Ilegal dan Absennya Negara

April 12, 2026
  • #22859 (tanpa judul)
  • Al-Qur’an
  • Disclaimer
  • Home
  • Kirim Naskah
  • Penulis
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • ToS
Senin, April 13, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Juwita yang Pergi dalam Sunyi - 0ab2f45f f06d 4637 be12 47010ef4d7bf | Duka | Potret Online

Juwita yang Pergi dalam Sunyi

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Maret 27, 2025
in Duka, Duka kita, Kekerasan
Reading Time: 3 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Rosadi Jamani Wah kalau kalau

Sebagai mantan jurnalis, saya ikut berbelasungkawa atas wafatnya, Juwita, seorang jurnalis asal Banjarbaru Kalsel. Apa yang pernah dirasakan Juwita, pernah juga saya rasakan. Bedanya, Tuhan masih memberi saya nafas hingga hari ini. Inilah kisah perginya Juwita dalam sunyi.

Hujan turun perlahan, menyelimuti kota Banjarbaru dengan kesedihan tak kasat mata. Di tepi jalan kawasan Gunung Kupang, tubuh seorang perempuan muda tergeletak kaku. Wajahnya masih menyiratkan sisa-sisa keteguhan, seolah ia telah bertarung habis-habisan sebelum ajal menjemput.

🔥 Artikel Terkait
Pembelajaran yang Memuliakan - 72e39506 5c61 4727 9c41 61bb8fbf3604 | # Ironi | Potret Online 1
Pembelajaran yang Memuliakan
Oktober 17, 2025
Merdeka Dari Apa, Jika Ruang Kelas Sampai Asrama Masih Mencungkil Martabat Anak? - 2025 08 18 09 47 57 | # Ironi | Potret Online 2
Merdeka Dari Apa, Jika Ruang Kelas Sampai Asrama Masih Mencungkil Martabat Anak?
Agustus 18, 2025
3
LINDUNGI PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN DI ACEH
Maret 19, 2018
Derita Guru Agama Dianiaya Kepala Sekolah - 7d57eb15 b4ae 4030 8f3b d4753603edda | #Cerpen | Potret Online 4
Derita Guru Agama Dianiaya Kepala Sekolah
Februari 8, 2026

Juwita, seorang jurnalis berusia 25 tahun. Masih belia. Ia telah pergi. Ia bukan sekadar wartawan biasa. Tetapi, pejuang kata yang tak kenal takut. Ia menggali kebenaran dari tanah yang kerap menelannya. Kini, tubuhnya yang tak bernyawa menjadi saksi bisu dari misteri yang mengelilingi kematiannya.

Sejak kecil, Juwita bercita-cita menjadi jurnalis. Ia ingin menulis bukan sekadar berita, tetapi keadilan. Berbekal semangatnya, ia bergabung dengan Newsway, sebuah media daring yang meliput berbagai isu di Kalimantan Selatan. Tugasnya meliputi Banjarbaru dan Martapura, daerah yang tak selalu ramah bagi mereka yang menggali terlalu dalam.

Ia bekerja dengan ketekunan yang nyaris fanatik. Tak peduli hujan, terik, atau ancaman yang mengintai, ia tetap menulis. Liputannya kerap mengungkap kasus korupsi, bisnis gelap, hingga laporan investigasi yang mengguncang pihak-pihak berkepentingan. Beberapa minggu sebelum kematiannya, Juwita tengah mengerjakan sebuah laporan tentang penyelundupan ilegal yang melibatkan oknum berpengaruh.

Pada malam itu, 22 Maret 2025, Juwita tak pernah kembali ke rumahnya. Keesokan harinya, ia ditemukan di tepi jalan kawasan Gunung Kupang. Awalnya, polisi menduga ia mengalami kecelakaan tunggal. Namun, ada sesuatu yang janggal, terlalu janggal untuk diabaikan.

🔥 Artikel Terkait
Pembelajaran yang Memuliakan - 72e39506 5c61 4727 9c41 61bb8fbf3604 | # Ironi | Potret Online 1
Pembelajaran yang Memuliakan
Oktober 17, 2025
Merdeka Dari Apa, Jika Ruang Kelas Sampai Asrama Masih Mencungkil Martabat Anak? - 2025 08 18 09 47 57 | # Ironi | Potret Online 2
Merdeka Dari Apa, Jika Ruang Kelas Sampai Asrama Masih Mencungkil Martabat Anak?
Agustus 18, 2025
3
LINDUNGI PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN DI ACEH
Maret 19, 2018
Derita Guru Agama Dianiaya Kepala Sekolah - 7d57eb15 b4ae 4030 8f3b d4753603edda | #Cerpen | Potret Online 4
Derita Guru Agama Dianiaya Kepala Sekolah
Februari 8, 2026

Barang-barang pribadi Juwita hilang. Ponselnya, laptopnya, dan bahkan dompetnya lenyap. Jika ini kecelakaan, mengapa jejak-jejak itu dihilangkan? Tubuhnya pun menyimpan luka-luka yang tidak biasa. Ada memar di pergelangan tangannya, luka sayatan di lengannya, dan bekas seretan di kakinya.

Rekan-rekan seprofesinya mulai bergerak. Mereka menolak menerima kematiannya sebagai takdir semata. Suara-suara mulai menggema. Ini bukan kecelakaan, ini pembunuhan.

Kasus ini mengguncang publik. Dunia jurnalistik berduka, tetapi mereka juga marah. Tekanan demi tekanan mendorong kepolisian untuk mengusut lebih dalam. Hingga akhirnya, seorang anggota TNI AL berinisial J ditetapkan sebagai tersangka.

J adalah sosok yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus yang tengah diselidiki Juwita. Apakah ia terbunuh karena tulisannya? Apakah ia tahu sesuatu yang tak seharusnya ia ketahui?

Keluarga Juwita terpukul. Ibunya, seorang wanita paruh baya yang selama ini selalu mendukung anaknya, kini harus menerima kenyataan pahit bahwa putrinya tak akan pernah pulang. “Anak saya hanya ingin menyampaikan kebenaran, mengapa dia harus mati?” tangisnya pecah dalam pelukan kerabat yang ikut berduka.

Kini, proses hukum sedang berlangsung. Publik menuntut keadilan. Mereka menolak membiarkan kematian Juwita menjadi sekadar angka dalam laporan tahunan. Ia adalah simbol dari kebenaran yang terbungkam. Setiap kata yang ia tulis kini menjadi nyala api yang tak bisa dipadamkan.

Mereka yang mencintainya menangis, tetapi mereka juga bersumpah: Juwita tidak akan dilupakan. Ia akan hidup dalam setiap jurnalis yang terus menulis, dalam setiap kebenaran yang terungkap, dalam setiap suara yang menolak bungkam.

Di suatu tempat, di balik kabut senja Banjarbaru, roh Juwita mungkin tersenyum. Ia telah pergi dalam sunyi, tetapi suaranya akan tetap menggema selamanya.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Next Post

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com