POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Mengenal George Soros Si Dewa Spekulasi

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
March 25, 2025
Mengenal George Soros Si Dewa Spekulasi
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Mari kita bicara tentang George Soros, manusia super yang konon bisa bikin ekonomi dunia megap-megap hanya dengan menghela napas. Ya, benar. Orang ini bukan sekadar spekulan biasa. Dia adalah The Man Who Broke the Bank of England pada tahun 1992. Bayangkan, wak! Seorang manusia, hanya dengan trik finansial ala ninja, bisa membuat Poundsterling jatuh bebas seperti tukang ojek kehilangan rem di turunan.

Ceritanya begini, wak! Pada Black Wednesday tahun 1992, Soros melakukan short-selling Poundsterling dengan strategi yang begitu cerdik hingga Bank of England terpaksa menyerah dan menarik diri dari European Exchange Rate Mechanism (ERM). Dengan hanya bermain-main di pasar valuta asing, Soros berhasil memeras keuntungan sekitar US$ 1 miliar dalam semalam. Iya, cuma miliaran dolar, biasa lah, uang jajan buat Soros.

Skenarionya begini. Bank of England mencoba mempertahankan nilai Poundsterling tetap stabil di ERM, tapi Soros tahu bahwa Poundsterling sudah overvalued dan kebijakan suku bunga yang tinggi nggak akan bertahan lama. Soros dengan tenangnya melakukan short-selling dalam jumlah besar. Begitu Bank of England menyerah dan Poundsterling anjlok, Soros tinggal tersenyum lebar di depan layar komputernya.

Setelah sukses bikin Inggris kalang kabut, Soros sepertinya merasa bosan dan memutuskan untuk main di level regional. Pada tahun 1997, ia dituding sebagai dalang di balik Krisis Finansial Asia yang meluluhlantakkan ekonomi Thailand dan Malaysia. Apa yang dilakukan Soros? Lagi-lagi spekulasi mata uang!

Soros dianggap memicu serangan spekulatif terhadap baht Thailand dan ringgit Malaysia, yang menyebabkan mata uang kedua negara itu terjun bebas. Perdana Menteri Malaysia saat itu, Mahathir Mohamad, terang-terangan menuding Soros sebagai “penjahat keuangan” yang menghancurkan ekonomi Asia. Soros, tentu saja, membantah tuduhan itu. Menurutnya, dia cuma “memanfaatkan situasi.” Yah, mirip-mirip kayak orang yang lihat dompet jatuh di jalan dan merasa “membantu” dengan cara memungutnya… dan nggak balikin.

Di Indonesia, Soros juga sering disebut-sebut dalam konteks krisis moneter 1998. Nilai rupiah yang ambruk, harga barang melambung, dan ekonomi Indonesia porak-poranda. Tapi apakah ini semua gara-gara Soros? Yah, nggak ada bukti langsung. Tapi tetap saja, namanya ikut terseret karena aktivitas spekulasi hedge fund seperti Quantum Fund miliknya dianggap memperparah situasi.

📚 Artikel Terkait

Sebuah Refleksi Sosial; Berpendidikan Tinggi, Tapi Tak Bisa Mengantre: Di Mana Budaya Etika Kita?

Guru

Pustaka: Tempat Waktu Tak Pernah Mati

Pesona Tugu Aneuk Mulieng, Lambang Kekuatan Perekonomian Pidie

Soros sendiri dengan entengnya bilang kalau krisis di Indonesia lebih disebabkan oleh kebijakan ekonomi yang lemah dan korupsi, bukan karena dirinya. Tapi ya, namanya juga manusia, kalau ada krisis pasti nyari kambing hitam. Siapa yang lebih cocok jadi kambing hitam kalau bukan seorang miliarder Yahudi yang sukses bikin Inggris tunduk?

Siapa Sebenarnya George Soros?

Biar kita nggak cuma menuding tanpa tahu siapa sebenarnya Soros, mari kita kenali dia lebih dekat.

Soros belajar filsafat di London School of Economics di bawah bimbingan Karl Popper, yang memengaruhi pandangannya tentang pasar dan masyarakat.

Soros mendirikan Quantum Fund pada tahun 1973, yang menjadi salah satu hedge fund paling sukses sepanjang masa. Soros telah menyumbangkan lebih dari US$ 32 miliar melalui Open Society Foundations, yang mendukung berbagai inisiatif sosial, pendidikan, dan hak asasi manusia di seluruh dunia.

Soros mendukung berbagai gerakan progresif dan liberal, termasuk upaya untuk mempromosikan demokrasi dan transparansi di negara-negara berkembang. Soros memiliki lima anak dan telah menikah tiga kali. Ia juga dikenal sebagai penyintas Holocaust, yang membentuk pandangannya tentang keadilan sosial.

Nah, inilah pertanyaannya, apakah Soros adalah dalang krisis global atau hanya seorang investor cerdik yang tahu cara membaca peluang di pasar keuangan? Faktanya, krisis ekonomi biasanya disebabkan oleh kombinasi faktor internal dan eksternal, seperti kebijakan ekonomi yang lemah, utang yang tinggi, atau ketidakstabilan politik. Soros mungkin hanya mempercepat proses yang memang sudah rusak dari awal.

Apakah Soros ini pahlawan atau penjahat? Mungkin dua-duanya. Mungkin juga tidak keduanya. Yang jelas, dunia keuangan nggak akan pernah sama sejak Soros memutuskan untuk main-main di pasar global. Kalau besok ekonomi dunia tiba-tiba runtuh, ya kita tahu siapa yang bakal disalahkan. Meskipun mungkin saat itu Soros cuma lagi santai di tepi kolam renang sambil menyeruput margarita.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 53x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Keamanan dan Kenyamanan Guru serta Tenaga Medis di Papua, Antara Tantangan dan Harapan

Keamanan dan Kenyamanan Guru serta Tenaga Medis di Papua, Antara Tantangan dan Harapan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00