• Latest

Tanpamu

Maret 18, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Tanpamu

Reza Fahleviby Reza Fahlevi
Maret 18, 2025
in Puisi
Reading Time: 3 mins read
Tags: LiterasiPuisiSastra

Ilustrasi

586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Reza Fahlevi

Setelah kau pergi jauh
Semua yang tertinggal hanyalah kenangan
Dan aku terpuruk
Aku terbenam
Karena kenangan bersamamu menghadirkan sejuta senyuman
Senyuman yang ingin kulupakan
Tapi tak kunjung bisa

Ya…
Aku terbenam
Layaknya langit biru yang menghitam di kala malam tak berbintang
Terasa sunyi
Terasa begitu sepi kehidupan ini
Hingga membuatku hancur dari dalam
Bahkan kepingan kehancurannya benar-benar menjadi abu

Nadi berdetak tak karuan
Karena aku berpikir seharusnya kau menjadi wanita yang terus hidup berdampingan denganku
Dan…
Kenyataan yang kuhadapi
Adalah sesuatu yang sangat mustahil dapat kulewati

Karena seharusnya
Ungkapan cinta ini pernah sampai padamu
Tapi malah tersangkut abadi di relung sukmaku
Aku pun hidup dalam penyesalan panjang
Sampai-sampai dunia ini terlihat sama sekali tidak bermasa depan

Aku mencoba segala cara untuk terpisah dari radar kenanganmu
Tidak mudah
Aku… memaksa diri menutup semua halaman diary tentangmu
Selalu saja gagal
Aku hancur
Aku mati
Meski masih bernapas

Tapi
Ada sesuatu yang berbisik
Bisikan itu seolah-olah berkata agar aku bertahan dalam situasi sekarat
Dan, bisikan itu… entah kenapa aku terus mendengarnya
Aku terus bertahan hidup meski terluka
Aku terombang ambing di tengah keramaian
Aku terus mencoba hidup meskipun telah mati

Tanpamu… rasanya duniaku telah berakhir
Tanpamu… rasanya aku sudah tak bisa hidup lagi
Sampai pada akhirnya aku mulai terbiasa dengan semua luka cinta ini
Kutulis sebuah puisi sebagai jejak
Jejak di mana diriku mencoba melepas semua kenangan masa lalu
Kenangan tentangmu

Lalu… kucoba bergumam pada diri sendiri
Tanpamu, aku memang mati
Tapi tanpamu juga aku kembali hidup

Aku mencoba berbisik pada batin yang hancur ini
Tanpamu, aku memang terbenam jauh ke dasar bumi
Tapi tanpamu juga aku kembali bangkit dari dalam kubur

Aku mencoba menerka-nerka
Tanpamu, aku menjadi lelaki paling tersiksa di dunia
Tapi, tanpa kehadiranmu juga aku masih merasa bagaikan seorang pria sejati
Yang sudah berdamai dengan segala luka

Entah apa ini
Aku seperti sudah mulai terbiasa dengan semua luka cinta yang terpendam ini
Aku tidak lagi sedih setiap saat melihat wajahmu di seberang sana
Dan aku juga tidak lagi peduli setiap saat melihatmu mesra bersamanya
Di depan mataku

Entah aku yang sudah pulih
Atau hatiku yang sudah hilang rasa
Kini, aku menatapmu sebagai wanita biasa
Yang mana kau dan aku tak pernah memiliki kenangan bersama

Baru kusadari
Tangisanku dulu saat melihat cincin melingkar di jari manismu
Kini benar-benar berubah menjadi wujud kebahagiaan untukku

Karna…
Aku ingin mengakhiri kisah kita dalam cerita yang penuh dengan senyuman
Kini kurasa akhir dari kisah kita benar-benar menjadi sebuah senyuman manis

Sepertinya
Tanpamu… kehidupanku masih tertata baik
Walaupun sempat terseok-seok
dan tersesat di sebuah dunia imajinasi yang menjebakku dalam mimpi terburuk

Ternyata
Tanpamu
Aku masih laki-laki yang tetap butuh cinta
Aku tidak mati rasa meski ada fobia yang menghantui cita-cita

Engkau yang sudah bahagia
Dan aku yang sudah kembali menemukan asa
Kita berdua… tak perlu merekayasa kenyataan untuk menghibur sisi kegelapan
Aku… tak perlu berandai-andai lagi untuk memaksa takdir berubah
Sebab kini, aku telah menyadari sebuah rahasia suci

Baca Juga

a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
​TEOLOGI LIMBAH

​TEOLOGI LIMBAH

Maret 19, 2026
Pada Secangkir Cinta

Pada Secangkir Cinta

Maret 9, 2026

Ujung kisah kita memang diawali dengan tangisan pilu di sisiku
Juga senyuman palsu yang kau tunjukkan khusus untukku
Akan tetapi, kau dan aku sudah berakhir
Maka, sudah saatnya menutup lembar kenangan kita di dalam sebuah buku harian

Buku kenangan ini
Biarkan saja berdebu dan terlupakan
Pada akhirnya
Pertemuan kita di hari-hari lain
Bukan untuk saling mencintai
Bukan juga untuk mengenang ingatan yang dulu pernah menjadi sesuatu yang sangat berkesan
Kini, kita saling bertemu sebagai dua orang asing
Kita adalah pelupa yang sudah tak perlu menyembunyikan keaslian

Aku tanpamu
Dan kau tanpaku
Kita masih baik-baik saja
Dengan cara masing-masing

ADVERTISEMENT

Dan tanpamu di sisiku
Kini kusadari
Ternyata aku masih bisa merangkai puisi
Aku pun juga masih menulis novel

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

HABA Si PATok

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com