Kala Makna Kuliah Saja Tak Dimengerti

Membaca Akar Masalah
Kala Makna Kuliah Saja Tak Dimengerti - ksla | Artikel | Potret Online
Ilustrasi: Kala Makna Kuliah Saja Tak Dimengerti
WA FB X

Ada fakta, yang menurut penulis sebenarnya memprihatinkan serta membuat hati galau. Ya, bagaimana tidak ya. Mereka yang sedang kuliah di PT, sudah hampir menjadi sarjana, ketika penulis tanyakan, benarkah kalian kuliah? Apa bukti anda kuliah?

Nah, sebagai mahasiswa yang sedang kuliah, pasti mereka menjawab “ Benar Pak”.  Semua berseru benar. Ya, bagaimana tidak? Mereka memang sedang kuliah. Tetapi anehnya, ketika  Penulis meminta bukti kalau mereka benar kuliah. Mereka pun menjawab, buktinya dengan kehadiran ke ruang kuliah setiap hari. Ya, “ Kami datang ke kampus Setiap hari. Kami teken atau tanda tangan absen,  mengikuti kuliah atau ceramah dosen dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dosen. 

Baca Juga

Nah, benar mereka kuliah bukan?  Tentu benar, karena itulah yang mereka fahami. Sebab  ketika ditanyakan kepada mahasiswa, banyak mahasiswa  yang tidak bisa bisa menjelaskan apa itu “ kuliah”. Walau mereka sedang düdük belajar di perguruan tinggi (PT).  Tentu saja aneh, bila mereka sedang menjalankan aktivitas kuliah, tapi tidak faham atau tidak bisa menjawab pertanyaan, Apakah kuliah itu. Benarkah ada banyak  mahasiswa yang tidak tahu artı atau makna kuliah itu?

Ya, silakan para dosen sekali-kali bertanya pada mahasiswa apa esensi kuliah itu? Sebab dalam kehidupan kita, Kuliah bukan kata yang asing di telinga kita, karena kata ini bisa difahami setiap orang. Kuliah adalah sebuah proses belajar. Sama halnya dengan belajar di jenjang pendidikan lain yang tidak disebut kuliah itu. Bedanya mungkin pada level kuliah sudah lebih  banyak belajar kerangka teori dan lain-lain.

Lalu untuk bisa memahi segala macam konsep, teori dan lainnya, prosesnya adalah belajar. Proses belajar yang mengayakan pengetahuan, ketrampilan dan sikap dilakukan lewat sebuah kegiatan membaca. Kita sudah akui bahwa membaca membuka jendela dunia. Membaca memperkuat ketrampilan dan perubahan perilaku menjadi lebih baik. Karena dengan banyak membaca, seseorang akan mendapat kedalaman ilmu yang sedang dipelajari. Idealnya, setiap mahasiswa di Peeguruan Tinggi memiliki minat membaca yang tinggi yang berimplikasi pada luasnya pengetahuan mereka ketika dinobatkan sebagai mahasiswa. Namun apa daya, bila kuliah saja mereka tidak mengerti apa yang bisa kita harapkan. 

ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Penulis
Tabrani Yunis

Bio Narasi

Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari.

Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan”

Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak.

Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.