• Latest

Peradaban Dunia Berbasis Spiritual Segera Dibangun dan Bangkit Bersama Tokoh dan Pemuka Agama Sedunia Dari Indonesia

Maret 7, 2025
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Peradaban Dunia Berbasis Spiritual Segera Dibangun dan Bangkit Bersama Tokoh dan Pemuka Agama Sedunia Dari Indonesia

Jacob Eresteby Jacob Ereste
Maret 7, 2025
Reading Time: 3 mins read

Ilustrasi

587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Jacob Ereste

Kesadaran spiritual itu adalah pemahaman terhadap segala tingkah laku manusia berkaitan dengan kekuasaan Tuhan Yang Maha Tahu dan Maha Penentu dengan kekuasaan-Nya. Sehingga segala perbuatan yang baik, maupun perbuatan buruk akan diketahui oleh Tuhan dengan imbalan dan ganjaran sesuai dengan perbuatan yang dilakukan. Meski ganjaran yang baik, maupun terhadap perbuatan yang buruk itu tidak tidak akan terjadi seketika itu juga. Pada saatnya pasti akan tiba juga. Inilah dasar dari keyakinan terhadap laku spiritual yang senantiasa berpegang kepada kekuasaan Tuhan.

Laku spiritual itu sendiri tidak perlu diketahui atau dipamerkan kepada orang lain. Sebab yang lebih penting adalah hasil dari perbuatan yang dikakukan memiliki manfaat yang baik untuk diri sendiri, maupun untuk orang lain. Karena keyakinan — seperti dalam Islam — yang percaya terhadap rahmatan lil alamin yang diturunkan Tuhan dari langit.

Kepercayaan dan keyakinan terhadap anugrah Tuhan dari langit itu, sesungguhnya dapat diterima oleh semua agama Samawi, tak hanya bagi Islam semata. Karena itu dalam Al Qur’an pun cukup banyak memberi petunjuk seperti sirotalmustakim, yaitu jalan yang lurus. Sehingga manusia patut selalu bersyukur bahwa bahwa manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna di bumi, dapat menegang teguh rahmat yang telah diberikan Tuhan kepada setiap manusia adalah khalifatullah — wakil Tuhan di bumi.

Kesempurnaan manusia sebagai makhluk Tuhan, jelas dan pasti lebih mulia dari makhluk apapun yang Dia ciptakan, termasuk malaikat yang dipercaya oleh manusia yang akan selalu berbuat baik kepada manusia yang memiliki kesadaran, pemahaman dan kecerdasan spiritual yang cukup. Bahwa malaikat pun akan membantu manusia agar tidak tersesat selama hidup di bumi. Toh, kemukjizatan para Nabi dan Rasul telah termuat dalam berbagai alkitab, meski dalam berbagai versi dan kisah untuk diteladani.

Dalam Surat Iqra yang termuat dalam Al Qur’an misalnya yang mengisyaratkan dapat dijadikan penuntun spiritual untuk lebih jauh melihat banyak hal dengan mata hati yang mungkin tidak terjangkau oleh akal manusia yang pongah dengan kecerdasan intelektual semata. Sebab untuk memahami semua itu harus disertai oleh kecerdasan emosional serta kecerdasan spiritual yang harus mematuhi etika (syariat), moral (tuntunan batin), hingga sempurna terwujud dalam bingkai akhlak mulia manusia yang patuh dan taat pada hukum dan petunjuk Tuhan agar tidak tersesat berjalan di muka bumi.

Laku spiritual itu sendiri bisa diyakini akan berakhir ketika memasuki wilayah akhirat yang sepenuhnya merupakan otoritas Tuhan, tidak bisa diintervensi oleh makhluk apapun, termasuk manusia dan malaikat yang paling dekat dengan Tuhan sekalipun. Kecuali para Nabi dan Rasul yang telah mendapat petunjuk karana mendapat kepercayaan langsung dari Tuhan.

Maka itu, perjalanan manusia di bumi — semacam rekreasi spiritual bisa saja menjelajah sampai ke kutub Utara dan ke kutub Selatan. Artinya, keberadaan manusia di Timur dan di Barat merupakan ketentuan yang tidak dipungkiri dapat menjadi tempat dari kebangkitan kesadaran dan pemahaman spiritual yang akan menghiasi keindahan bumi, dalam wujud peradaban manusia pada masa depan yang lebih baik dan tertib. Sesuai dengan sunnatullah yang tidak terbantah dan dilanggar — bahkan tidak bisa diabaikan oleh manusia untuk hidup harmoni bersama alam raya dan seisinya. Inilah yang acap disebut oleh Pemimpin Spiritual Nusantara, Sri Eko Sriyanto Galgendu adalah ayat-ayat bumi.

Ayat-ayat bumi itu sendiri menurut ahli sosiologi Indonesia, Prof. Ravik Karsidi adalah ayat-ayat langit. Seperti dalam ayat-ayat setiap orang yang nyaris tidak pernah dapat dicerna dengan jelas dan pasti menunjukkan kekuasaan Tuhan Yang Maha Besar dan Maha Mengetahui serta Maha Segalanya atas diri manusia dan jagat raya serta seisinya.

Ayat-ayat langit jelas dapat terbaca dari isyarat berbagai planet, hingga rembulan dan matahari yang menunjukkan kehidupan tanpa pernah disadari siapa pemiliknya dan siapa yang menciptakannya. Lalu siapa yang memelihara dan mengendalikannya.

Dalam setiap bagian tubuh manusia pun begitu adanya — ayat -ayat diri manusia yang menjadi bagian dari dasar gerakan kebangkitan serta pemahaman dan kesadaran spiritual yang dikobarkan oleh Sri Eko Sriyanto Galgendu sebagai Pemimpin Spiritual Nusantara yang sedang mempersiapkan acara besar membumikan gerakan spiritual semesta dengan mengetuk dan mengajak serta mengunjungi terlebih dahulu sejumlah pemimpin spiritual dari berbagai negara untuk kemudian menyelenggarakan pertemuan besar di Indonesia (Jakarta, Yogyakarta dan Bali).

Baca Juga

db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026

Pertemuan untuk merumuskan langkah bersama dalam membangun peradaban manusia untuk masa depan yang berbasis pada spiritualitas.

Harapan untuk membangun peradaban dunia yang lebih beradab dengan basis spiritualitas dari Indonesia bersama para tokoh serta para pemuka agama dari berbagai negara dapat segera terwujud dalam waktu dekat yang dipelopori bangsa Indonesia dan dilaksanakan di Indonesia.

Balaraja, 6 Maret 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 256x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
kompas.com

Tumbal Terbesar Abad Ini

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com