• Latest

Hari Ampunan

Maret 1, 2025
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Hari Ampunan

Reza Fahleviby Reza Fahlevi
Maret 1, 2025
Reading Time: 3 mins read
590
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh : Reza Fahlevi

Dia hanya diam
Membisu
Sunyi bersama tatapan penuh harapan
Berpikir bahwa masa lalu bisa diubah
Dan itu membuatnya tertegun
Bahkan sampai lupa dirinya masih hidup

Meski bersama secangkir kopi
Tapi dia tidak menjamahnya sedikit pun
Dan perlahan-lahan menjadi dingin
Sedingin harapannya yang sirna
Karna terlalu lama terjebak di zona masa lalu

Malam terasa hampaSiang tak bernyawaApapun yang ia tatap
Dan apapun yang ia rasakanSemua seakan-akan tidak berarti lagi

Hari pengampunan dosaAdalah momen yang ia nantikan
Sebab sudah terlalu banyak noda hitam di seluk beluk sukmaDia seolah-olah merasa diri pantas untuk dihukum
Sebagaimana ia menghukum dirinya sendiri
Di masa lalu

Dan
Saat mencoba mengilas balik ke sebuah waktu
Dia melihat ada air mata yang tumpah ruah
Ada kekecewaan yang meremukkan perasaan
Dan ada obsesi panjang yang akhirnya mengubah jati diri
Terus tersesat dan terombang ambing
Sampai tidak lagi mengenali siapa dirinya
Yang dulu terlalu hebat saat diterpa badai nan dahsyat

Namun Semua itu adalah masa yang tidak seharusnya disesalkan
Meski ada hati yang tercabik-cabik
Dan meski ada hati yang tertusuk oleh obsesi panjang
Semua itu sudah berlalu
Takkan terulang lagi Kecuali dia tak pernah sudi untuk belajar

Kini Di tengah hamparan sinar fajar
Yang cahayanya terang namun terasa sejuk Sampai menerobos ke dalam hatinya Barangkali
Hari pengampunan itu telah benar-benar tiba Memaafkan dirinya yang terlalu terobsesi mencintai
Memaafkan dirinya yang terlalu terobsesi menghukum diri

Kini Langit biru seakan-akan mulai kembali bercerita
Dan desir angin membawa kembali harapan yang sempat sirna
Kerisauan di dalam hati
Kesakitan di dasar kalbu
Penyesalan yang bersemayam di dalam jiwa Rasanya semua itu mulai bebas

Karna dia telah sampai di suatu masa Untuk bercermin dan menata diri Semua kesalahan di masa lalu memang takkan pernah lenyap
Tapi paling tidak
Dia mulai mengerti kenapa dirinya melakukan kesalahan
Yang pernah mengempaskannya jauh dari Sang Maha Pencipta

Sebagaimana waktu yang terus berdetik tanpa henti
Kehidupannya juga terus berjalan maju
Nanti, mungkin dia akan tiba di sebuah persimpangan
Persimpangan yang ‘kan menerima dirinya menetap
Bersama cerita-cerita kebahagiaan

Manusia hidup dan melakukan kesalahan Manusia lantas menyesal dan meminta ampunan
Menyadari diri tidak berdaya
Di hadapan Sang Pencipta Alam Semesta

Kesalahan memang tidak bisa dihapus meski tanpa sengaja dilakukan
Tapi Bukan berarti dia pantas untuk dihina dan ditinggalkan
Sebab kau juga bersalah
Dan aku pun hampir selalu melakukan kesalahan
Tak pantas untuk menghakimi di saat noda hitam juga tercoret di hati kita

Kini
Biarkan dia melamun
Biarkan saja kopinya menjadi semakin dingin Dia hanya sedang meratapi
Juga merasakan dirinya sendiri yang sedang mengirim sajak-sajak doa kepada langit senja Agar sampai kepada Tuhan

Dan dengarlah suara telepatinya
Yang memohon kepada Tuhan agar dia…
Agar dia benar-benar kembali seperti sedia kala
Langkahnya akan dimulai dari bulan nan suci ini
Dia akan kembali menjelma sebagai sosok tangguh
Yang sudah terbiasa dengan trauma serta fobia cinta










ADVERTISEMENT

Baca Juga

a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
​TEOLOGI LIMBAH

​TEOLOGI LIMBAH

Maret 19, 2026
Pada Secangkir Cinta

Pada Secangkir Cinta

Maret 9, 2026

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 256x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Mengenal Muhammad Kerry Andrianto Riza, Pewaris Tahta Minyak

Mengenal Muhammad Kerry Andrianto Riza, Pewaris Tahta Minyak

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com