POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Hari Ampunan

Reza FahleviOleh Reza Fahlevi
March 1, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Reza Fahlevi

Dia hanya diam
Membisu
Sunyi bersama tatapan penuh harapan
Berpikir bahwa masa lalu bisa diubah
Dan itu membuatnya tertegun
Bahkan sampai lupa dirinya masih hidup

Meski bersama secangkir kopi
Tapi dia tidak menjamahnya sedikit pun
Dan perlahan-lahan menjadi dingin
Sedingin harapannya yang sirna
Karna terlalu lama terjebak di zona masa lalu

Malam terasa hampaSiang tak bernyawaApapun yang ia tatap
Dan apapun yang ia rasakanSemua seakan-akan tidak berarti lagi

Hari pengampunan dosaAdalah momen yang ia nantikan
Sebab sudah terlalu banyak noda hitam di seluk beluk sukmaDia seolah-olah merasa diri pantas untuk dihukum
Sebagaimana ia menghukum dirinya sendiri
Di masa lalu

Dan
Saat mencoba mengilas balik ke sebuah waktu
Dia melihat ada air mata yang tumpah ruah
Ada kekecewaan yang meremukkan perasaan
Dan ada obsesi panjang yang akhirnya mengubah jati diri
Terus tersesat dan terombang ambing
Sampai tidak lagi mengenali siapa dirinya
Yang dulu terlalu hebat saat diterpa badai nan dahsyat

Namun Semua itu adalah masa yang tidak seharusnya disesalkan
Meski ada hati yang tercabik-cabik
Dan meski ada hati yang tertusuk oleh obsesi panjang
Semua itu sudah berlalu
Takkan terulang lagi Kecuali dia tak pernah sudi untuk belajar

Kini Di tengah hamparan sinar fajar
Yang cahayanya terang namun terasa sejuk Sampai menerobos ke dalam hatinya Barangkali
Hari pengampunan itu telah benar-benar tiba Memaafkan dirinya yang terlalu terobsesi mencintai
Memaafkan dirinya yang terlalu terobsesi menghukum diri

Kini Langit biru seakan-akan mulai kembali bercerita
Dan desir angin membawa kembali harapan yang sempat sirna
Kerisauan di dalam hati
Kesakitan di dasar kalbu
Penyesalan yang bersemayam di dalam jiwa Rasanya semua itu mulai bebas

Karna dia telah sampai di suatu masa Untuk bercermin dan menata diri Semua kesalahan di masa lalu memang takkan pernah lenyap
Tapi paling tidak
Dia mulai mengerti kenapa dirinya melakukan kesalahan
Yang pernah mengempaskannya jauh dari Sang Maha Pencipta

Sebagaimana waktu yang terus berdetik tanpa henti
Kehidupannya juga terus berjalan maju
Nanti, mungkin dia akan tiba di sebuah persimpangan
Persimpangan yang ‘kan menerima dirinya menetap
Bersama cerita-cerita kebahagiaan

Manusia hidup dan melakukan kesalahan Manusia lantas menyesal dan meminta ampunan
Menyadari diri tidak berdaya
Di hadapan Sang Pencipta Alam Semesta

Kesalahan memang tidak bisa dihapus meski tanpa sengaja dilakukan
Tapi Bukan berarti dia pantas untuk dihina dan ditinggalkan
Sebab kau juga bersalah
Dan aku pun hampir selalu melakukan kesalahan
Tak pantas untuk menghakimi di saat noda hitam juga tercoret di hati kita

Kini
Biarkan dia melamun
Biarkan saja kopinya menjadi semakin dingin Dia hanya sedang meratapi
Juga merasakan dirinya sendiri yang sedang mengirim sajak-sajak doa kepada langit senja Agar sampai kepada Tuhan

Dan dengarlah suara telepatinya
Yang memohon kepada Tuhan agar dia…
Agar dia benar-benar kembali seperti sedia kala
Langkahnya akan dimulai dari bulan nan suci ini
Dia akan kembali menjelma sebagai sosok tangguh
Yang sudah terbiasa dengan trauma serta fobia cinta










📚 Artikel Terkait

Antara Mekkah dan NEOM: Wajah Ganda Arab Saudi sebagai Negara Spiritual dan Teknologis

Ayah

Diperkirakan 1,5 Juta Jamaah Tabligh Ikuti Ijtima Internasional di Lampung Selatan

Puisi-Puisi Yanimar W Yusuf

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 54x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Reza Fahlevi

Reza Fahlevi

Lahir di Banda Aceh pada Tanggal 9 september 1996, Reza Fahlevi sudah mulai menyukai dunia kepenulisan sejak masih duduk di bangku SMP. Tulisannya berupa cerita-cerita pendek terdapat di berbagai platform seperti KBM, Fizzo, Blogspot dan sekarang aktif menulis di Medium. Beberapa tulisan Reza dalam bentuk puisi pernah diterbitkan oleh Warta USK. Ia juga pernah memenangkan lomba menulis novel yang diadakan oleh penerbit USK Press serta juga menjadi salah satu penulis dalam dua buku antologi yang berjudul Jembatan Kenangan (Jilid II) dan Kebun Bunga Itu Telah Kering. Selain menulis, Reza turut serta menjadi salah satu tenaga pendidik di sekolah MIN 20 Aceh Besar.

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026
#Pendidikan

Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026
POTRET Budaya

Perjalanan Suci Sang Mentari

Oleh Tabrani YunisFebruary 20, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    169 shares
    Share 68 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
145
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
208
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Mengenal Muhammad Kerry Andrianto Riza, Pewaris Tahta Minyak

Mengenal Muhammad Kerry Andrianto Riza, Pewaris Tahta Minyak

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00