🔊
Dengarkan Artikel
Oleh Heri Haliling
Tiga bulan berlalu sejak semua romansa mesra serasa kecut, bahkan menjadi pahit. Siang itu baru saja semua pil menyiksa dari dokter telah berjejalan di kerongkonganku. Ironi bukan? Sebagai Mantri tersohor di sini, justru tubuhku yang digerogoti penyakit.
Kupandangi meja ruang kerjaku, tampak surat hasil lab dan catatan dokter masih menghambur kumal berantakan.
Sebenarnya istriku kerap melipat rapi hasil lab itu ke amplopnya. Tapi pikiranku yang tak terima berharap ada mukzizat dan kembali konyol membuka hanya untuk menggumpal-gumpalnya lagi. Otakku kusut dan emosiku kerap meledak-ledak. Hal yang terbayang kini hanyalah penghinaan dan kehancuran.
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 77x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.






