• Latest

Prahara Rumah Tangga Akibat Putusan MK

Februari 25, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Prahara Rumah Tangga Akibat Putusan MK

Rosadi Jamaniby Rosadi Jamani
Februari 25, 2025
Reading Time: 2 mins read
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Di rumah mewah yang megah, di dalam kompleks elite yang dijaga lebih ketat dari kantor KPU, sepasang suami istri tengah bertengkar hebat.

“Aku sudah susah payah gerakkan kepala kampung, kumpulin mereka, kasih wejangan, kasih harapan, kasih… ya, begitulah!” teriak Yandro, sang Menteri Kampung, dengan wajah merah padam. “Tapi kamu? Ah, kamu itu ceroboh, Tutku! Satu kerjaan kecil aja nggak becus! Ngejaga biar nggak ketahuan aja nggak bisa!”

Tutku, sang calon Bupati Meriang yang baru saja di-PSU-kan oleh MK, tak mau kalah. Dengan mata berkaca-kaca dan napas tersengal-sengal penuh emosi, ia membalas, “Oh, jadi sekarang aku yang disalahkan? Aku? Hah? Emang aku yang nyuruh kepala kampung ngumpul terang-terangan gitu? Emang aku yang suruh mereka bikin video pernyataan dukungan? Itu kan kerjaan orang-orangmu, tim suksesmu, koneksimu di pusat! Katanya kamu punya link ke mana-mana, kenapa nggak bisa atur hakim MK sekalian?!”

Suasana makin panas. AC ruangan 16 derajat tak mampu mendinginkan hawa di antara mereka.

“Aku ini sudah keluarin banyak duit, Tutku! Banyak!” Yandro mengangkat tangan, menunjuk ke langit-langit, seolah angka rupiah yang ia keluarkan bisa terukir di plafon. “Kamu tahu nggak berapa yang sudah aku gelontorkan buat kampanye? Buat bikin baliho segede gaban? Buat nyiapin nasi kotak buat massa? Bahkan aku sudah sewa konsultan dari luar negeri! Kamu tahu mereka bilang apa? Mereka bilang ini win-win solution! Hasilnya? Win apanya? Yang ada malah PSU! Duit melayang. Untung jabatanku belum hilang. Tapi, malu..istri sendiri saja tak mampu dimenangkan!”

Tutku mengibaskan rambutnya dengan gerakan dramatis. “Oh, kamu malu punya istri macam aku ya. Jangan banyak alasan, Yandro! Kamu tuh yang terlalu percaya diri! Aku kan udah bilang, kita harus pakai strategi yang lebih halus, lebih rapi. Jangan pakai gaya kampungan begitu. Udah kayak lagi bagi-bagi undangan kawinan aja!”

“Aku ini Menteri Kampung! Ya jelas yang kudekati kepala kampung! Masa aku dekati menteri lain?!” bentak Yandro.

“Tapi lihat sekarang, aku yang malu! Aku yang jadi bahan tertawaan orang-orang! Coba lihat berita! ‘Calon Bupati didiskualifikasi karena suami terlalu overacting!’ Aku ini jadi bahan meme di mana-mana, Yandro! Bahkan anak kita nggak mau ngaku aku ibunya!”

Yandro diam. Bukan karena merasa bersalah, tapi karena kehabisan kata-kata.

Akhirnya, keputusan pun diambil.

Baca Juga

Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026
Perlawanan Guru Honorer dan PDIP terhadap Program MBG

Perlawanan Guru Honorer dan PDIP terhadap Program MBG

Februari 26, 2026

Kekuatan Kreativitas dan Sejarah Kelam Manusia Indonesia

Oktober 2, 2025

Malam itu, mereka pisah ranjang. Yandro terpaksa tidur di sofa ruang tengah, menggigil tanpa selimut, menatap langit-langit rumahnya dengan kosong. Duit miliaran melayang, jabatan istri raib, dan kini ranjang pun harus direlakan.

Sementara di kamar utama, Tutku menangis terisak sambil menggulirkan berita di ponselnya. Di salah satu portal berita, ada meme baru, foto dirinya dengan tulisan besar, “Cinta Bisa Buta, Tapi MK Tidak.”

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Puisi-Puisi Rifa

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com