POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Gerimis

Reza FahleviOleh Reza Fahlevi
February 15, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

“Rintik hujan kecil yang membawaku kembali mengingatmu”

“Akhyar…” ujar seorang wanita. Suaranya terdengar dari arah belakang, membuatku spontan menoleh.

Saat kedua mata menangkap seorang wanita anggun yang sedang berjalan cepat menuju ke arahku, dalam sekejap jantungku berdetak kencang. Wanita itu bernama Aisyah, teman semasa SMA-ku. Ini pertama kalinya aku bersua dengannya setelah sepuluh tahun berlalu, tepatnyat ketika hari perpisahan sekolah. Dan, melihatnya lagi bersama tas jinjing, pemandangan ini seketika membuatku terpana. Gayanya sejak SMA ternyata masih belum berubah sampai sekarang.

“Apa kabar?” tanya Aisyah begitu dirinya tiba di hadapanku.

“Baik…”jawabku yang seketika berhenti dan memandangi kedua mata Aisyah. Bola matanya masih terpancar indah seperti terakhir kali aku melihatnya — pancaran yang dulu membuatku jatuh hati padanya.

Saat aku sadar sudah agak lama menatap Aisyah, diriku spontan mengajukan pertanyaan.

“Wow… lama banget kita udah ga jumpa, ya. Kamu sendiri apa kabar, Ai?”

“Baik, kok.”

Pertemuan yang tidak sengaja dengan Aisyah membuatku cukup bahagia. Entah kenapa rasa bahagia itu datang begitu saja tanpa kupinta. Dalam hati, aku merasa sangat lega bisa menatap wanita yang dulunya kukagumi meski sampai sekarang perasaan itu tak pernah terungkap dari mulutku.

📚 Artikel Terkait

Cut Safarina: Cinta Itu Butuh Bukti

Gaji Direksi  BUMN Dan Serakahisme 

Puisi Mustiar Ar

Gelisah Cinta

Kami lantas mulai berbicara panjang lebar. Aisyah banyak mengajukan pertanyaan
kepadaku — sepertinya dia sedikit penasaran terhadap aktivitasku selama ini. Dan, aku hanya menjawab seadanya saja tanpa perlu kujelaskan serinci mungkin mengenai pekerjaanku saat ini.

“Mutar-mutar?” tanya Aisyah. Kulihat dia sedikit mengernyitkan dahinya.

“Iyaa.”

“Ihhh serius doong…”

“Emang kamu sendiri kerja apa sekarang, Ai?”

“Aku? Di rumah aja.”

“Di rumah?”

“Iyaa. Kenapa? Penasaran, ya?” Tanya Aisyah sembari tersenyum. Sepertinya dia sengaja menjawab seadanya juga untuk membalas ucapanku tadi.

Ketika sedang asyik mengobrol, mataku tak sengaja menatap langit yang mulai ditutupi oleh awan hitam nan tebal. Tapi, aku sama sekali tidak peduli dan kembali melirik Aisyah. Kutatapi wajahnya — sesekali juga menyorot bibir wanita itu yang mengumbar senyuman sambil terus berbicara.

Entah berapa lama aku menikmati kehadiran Aiysah sampai kemudian gerimis pun mulai merintik kecil, membuat kami berdua spontan menengadahkan pandangan ke langit. Kulihat awannya memang cukup mendung, tapi di kejauhan sana terdapat secercah cahaya dari matahari sore yang menghadirkan biasan pelangi samar-samar.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Reza Fahlevi

Reza Fahlevi

Lahir di Banda Aceh pada Tanggal 9 september 1996, Reza Fahlevi sudah mulai menyukai dunia kepenulisan sejak masih duduk di bangku SMP. Tulisannya berupa cerita-cerita pendek terdapat di berbagai platform seperti KBM, Fizzo, Blogspot dan sekarang aktif menulis di Medium. Beberapa tulisan Reza dalam bentuk puisi pernah diterbitkan oleh Warta USK. Ia juga pernah memenangkan lomba menulis novel yang diadakan oleh penerbit USK Press serta juga menjadi salah satu penulis dalam dua buku antologi yang berjudul Jembatan Kenangan (Jilid II) dan Kebun Bunga Itu Telah Kering. Selain menulis, Reza turut serta menjadi salah satu tenaga pendidik di sekolah MIN 20 Aceh Besar.

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Perempuan Sebagai Inspirator

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00