• Latest
Puisi- Puisi Tasya Febrianda

Puisi- Puisi Tasya Febrianda

Februari 14, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Puisi- Puisi Tasya Febrianda

Redaksiby Redaksi
Februari 14, 2025
Reading Time: 3 mins read
Tags: #Puisi
Puisi- Puisi Tasya Febrianda
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Bulan Yang Bersinar


Oleh Tasya Febrianda

Bulan yang bersinar
Menyinari malam yang gelap
Dimana yang lain terlelap
Dalam bayangan mimpinya

Sesosok yang tidur lalu terbangun
Tidur kembali,dan bangun kembali
Terkadang tidurnya terlelap
Terkadang juga tidurnya terusik

Hari yang dijalaninya cukup indah
Dia yang memancarkan senyum dibibirnya
Seolah hal yang baru telah berlalu
Mungkin, berlalunya hanya sejenak

Dia yang selalu dibanggakan
Terkadang juga direndahkan
Dia yang selalu disemangatkan
Terkadang juga dipatahkan

Ya,dia cukup hebat melupakannya
Dimana di pagi hari dilupakan
Tetapi pada malam hari diingatnya
Dia cukup hebat, bukan?

Malaikat tak Bersayapku
Oleh Tasya Febrianda

Ibuku seorang wanita hebat
Melawan semua rasa yang penat
Ibuku sosok yang penyemangat
Memberiku senyuman yang hangat

Terkadang tutur katanya lembut
Terkadang juga tutur katanya kasar
Tetapi dia juga sangat cerewet
Tapi aku yakin itu terbaik untukku

Ibuku memang bukan seorang dokter
Tapi sakit mana yang tidak disembuhnya
Ibuku juga bukan seorang chef
Tapi masakan mana yang lezat dari masakannya

Terkadang aku di dibanggakan
Terkadang juga aku diremehkan
Tetapi aku juga dimengerti
Tapi tak sepenuhnya dimengerti

Aku sangat menyayangi ibuku
Aku juga sangat mencintainya
Melebihi cintaku pada diriku
Dia adalah malaikat tak bersayapku
 

Pahlawanku
Oleh : Tasya Febrianda

Dia lelaki yang tak kenal panas
Adakalanya dia lelah akan semua
Tetapi dia tidak pernah menyerah
Itu semua dia lakukan untukku

Dia terus mencari dan mencari
Ada sewaktu dia pergi
Namun dia kembali lagi
Begitulah terus dan seterusnya

Terkadang tutur katanya lembut
Terkadang juga tutur katanya keras
Dia tidak pernah memaksa kehendakku
Dia juga tidak pernah memaksa apa yang diinginkannya

Dia adalah pahlawanku
Bukan pahlawan kesiangan
Bukan juga pahlawan yang didongeng
Dia pahlawan tetapi bukan pahlawan ugal-ugalan

 
Bangkit Kembali
Oleh : Tasya Febrianda

Seorang yang menjadi penyemangat
Yang menjadi contoh bagi adik adiknya
Yang harus kuat walau tak sepenuhnya

Dia sosok yang menjadi penyemangatku
Dimana yang lain ngeremehin ku
Dia sosok yang mampu membangkitkanku
Disaat semua orang menjatuhkanku

Baca Juga

IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 30, 2026
IMG_0518

Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa

Maret 27, 2026
WhatsApp Image 2026-03-27 at 8.47.12 AM

Puisi-Puisi Nusantara Novita Sari Yahya

Maret 27, 2026

Dia sangat hebat menasehatiku
Namun tidak dengan dirinya
Dia juga hebat menyemangatiku
Namun tidak bagi dirinya

Dia berkata kepadaku
Bahwa aku pasti bisa
Dia juga berkata kepadaku
Tunjukkan apa yang kamu bisa

Dia kenal dengan lelah
Tetapi dia tak pernah menyesal
Dia juga kenal dengan kegagalan
Tetapi dia bangkit dari kegagalan

ADVERTISEMENT

*Penulis adalah peserta kelas menulis Sigupai Mambaco yang sekolah di MTsN 1 Aceh Barat Daya

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Kontribusi Umat Islam Terhadap Peradaban Dunia

Kontribusi Ulama Aceh dalam Menghidupkan Budaya Menulis Era 1600-1700 M.

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com