• Latest
Kontribusi Umat Islam Terhadap Peradaban Dunia

Kontribusi Ulama Aceh dalam Menghidupkan Budaya Menulis Era 1600-1700 M.

Februari 14, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Kontribusi Ulama Aceh dalam Menghidupkan Budaya Menulis Era 1600-1700 M.

Nurkhalis Muchtarby Nurkhalis Muchtar
Februari 14, 2025
Reading Time: 2 mins read
Tags: Literasi
Kontribusi Umat Islam Terhadap Peradaban Dunia
592
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Dr. Nurkhalis Muchtar, Lc. M.A

Rasanya tidak afdhal bila membahas budaya tulis menulis tanpa diawali dari Serambi Mekkah, Aceh tercinta. Sekitar tahun 1630-1697 hidup di Aceh beberapa tokoh literasi atau bisa disebut Begawan Para Ulama yang banyak berkarya. Di antara yang sangat dikenal adalah Syekh Abdurrauf bin Ali al-Fansuri al Singkili dengan karyanya Turjuman al-Mustafid yang masyhur itu. 

Ada yang menyebutkan bahwa Tafsir Melayu Turjuman Mustafid merupakan terjemahan dalam bahasa Melayu dari Tafsir Jalalain karya dua Imam; Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin al-Suyuthi. Namun adapula yang menyebutkan terjemahan dengan beberapa penambahan dari Kitab Tafsir Anwaruttanzil wA Asraruttakwil karya Imam al-Baidhawi. 

Namun semua peneliti sepakat bahwa Tafsir karya Syekh Abdurrauf Al Singkili merupakan Tafsir pertama di Asia Tenggara dan telah dicetak di berbagai penerbit di Timur Tengah. 

Selain Tafsirnya yang dikenal Syekh Abdurrauf al Singkili juga menyusun beberapa karya lainnya yang ditulis atas permintaan Pemimpin Aceh Ratu Safiatuddin anaknya Raja Iskandar Muda. Sezaman dengan Syekh Abdurrauf al Singkili, ada Syekh Nuruddin al Raniry yang menyusun Kitab Fikih Sirathal Mustaqim yang kemudian diulas secara panjang lebar dengan berbagai referensi oleh Syekh Muhammad Asyad al Banjari Ulama Banjarmasin dengan judul Sabilal Muhtadin. 

Baca Juga

Budaya Kekerasan dalam Masyarakat Modern.

Budaya Kekerasan dalam Masyarakat Modern.

Maret 21, 2026

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

Maret 30, 2026
Benarkah Bangsa Aceh Malas Menulis?

Benarkah Bangsa Aceh Malas Menulis?

Maret 10, 2026

Syekh Nuruddin al Raniry adalah seorang ulama yang berasal dari India dan sangat produktif dalam menulis.  Beliau dan Syekh Abdurrauf al-Singkili sama-sama pernah menjadi Syeikhul Islamatau Mufti Kerajaan Aceh pada periode yang berbeda. 

Masih pada kurun yang sama hidup beberapa ulama besar sufi yang juga banyak menulis seperti Syekh Hamzah al Fansuri, Syekh Samsuddin Pasai dan Syekh Saifurrijal Padang umumnya mereka menulis dalam kajian Tasauf, dan disebutkan bahwa Syekh Hamzah Fansuri adek kakak dengan Syekh Ali Fansuri ayah dari Syekh Abdurrauf al-Singkili. Dalam rentang waktu yang sama di Makkasar hidup pula seorang alim besar dan pejuang kenamaan yang wafat di Afrika Selatan yaitu Syekh Yusuf al Makkasari dengan karya tasaufnya Zubdat al Asrar dan karya lainnya, beliau disebutkan pernah berguru kepada Syekh Nuruddin al-Raniry. 

Syekh Yusuf al-Makassari berkubur di Afrika Selatan karena kolonial Belanda takut dengan pengaruhnya, sama seperti Cut Nyak Din yang wafat di Sumedang Jawa Barat dan dikaburkan identitasnya sebagai seorang Pahlawan Aceh yang berpengaruh Isterinya Teuku Umar Johan Pahlawan yang juga Pahlawan Nasional. Dan masih di era Syekh Abdurrauf al-Singkili hidup seorang ulama besar yang berasal dari Turki yang menjadi muridnya yang setia dengan goresan pena Masailal Muhtadinyaitu Syekh Daud Rumi dan berkubur di Kuala disamping gurunya Syekh Abdurrauf al-Singkili yang juga dikenal dengan Teungku Syekh Kuala atau Syiah Kuala

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 363x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 322x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Tidak Ada Ide

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com