Oleh Alkhair Aljohore
Laut membiru, namun kelabu,
Menjadi saksi bisu tragedi tolol,
Zahid berujar, “Hentikan derita,”
Tetapi aliran darah tak ingin berhenti,
Antara dua negara, persahabatan pincang,
PATI gelisah, mengharap keajaiban,
Satu peluru, merobek jiwa,
Dua nasib, kabut menonton,
Di satu sisi, pagar mengepung,
Di sisi lain, suara merintih,
Ironi terhampar di negeri subur,
Bukan sekadar cerita, tapi kenangan kelam,
Apa ikhlas di balik tirai laut?
Inversi pagar laut di Tanggerang
Ketika pantai nganga,
Sumber pencarian terbentang,
Semua orang menunggu pendamaian,
Tetapi pagar laut menjerat,
Dokumen palsu jadi petaka,
Bukan laut penghalang, tapi manusia,
dan janji-janjinya pun hilang,
Persahabatan terancam, nyawa melayang
Alkhair Aljohore@
Malaysia
7.2.25
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 314x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 265x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 259x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.














Discussion about this post