• Latest
Mayat Bau Gas Ditimpa Tabung Melon

Mayat Bau Gas Ditimpa Tabung Melon

Februari 4, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Mayat Bau Gas Ditimpa Tabung Melon

Rosadi Jamaniby Rosadi Jamani
Februari 4, 2025
Reading Time: 2 mins read
Mayat Bau Gas Ditimpa Tabung Melon
606
SHARES
3.4k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Ada kawan ngirim video. Sebuah adegan sinetron di televisi. Mayat berbau gas, keranda ditimpa tabung gas melon. Sinetron yang pas dengan kondisi gas melon langka. Yok kita bahas isi videonya sambil seruput kopi tanpa gula.

Suasana kampung yang biasanya tenang tiba-tiba berubah jadi neraka penciuman. Empat orang berdiri gagah, bersiap memandikan mayat. Tapi, begitu kain penutup dibuka, bau gas menyengat langsung menyerang.

Hidung mereka berkerut, mata berair, dan mulut mengumpat. “Ini mayat atau pabrik gas bocor?” teriak salah seorang, sambil melompat mundur seperti ketemu hantu. Bau itu begitu kuat, sampai-sampai kucing-kucing di sekitar kabur, ayam-ayam berhenti berkokok, dan pohon-pohon seakan layu menahan napas.

Baca Juga

Konsistensi POTRET Dalam Merawat Literasi Anak Bangsa

Konsistensi POTRET Dalam Merawat Literasi Anak Bangsa

Januari 18, 2026
Mengintip Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi

Mengintip Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi

Januari 2, 2026
Tahun Baru yang Sunyi di Kampung

Tahun Baru yang Sunyi di Kampung

Januari 2, 2026

Ustaz datang, membawa niat suci untuk memimpin prosesi. Tapi, begitu mendekat, wajahnya langsung pucat. “Astagfirullah, ini bau apa? Kayak ada tabung gas melon meledak di sini!” ujarnya sambil menutup hidung dengan kain sarung. Tapi, sebagai seorang ustaz, dia tak menyerah. “Tetap mandikan! Ini fardhu kifayah!” serunya, sambil matanya berkaca-kaca bukan karena haru, tapi karena bau.

Prosesi pun berlanjut. Mayat itu akhirnya dimandikan, tapi bau gasnya tak juga hilang. Malah, semakin kuat. Seolah-olah mayat itu membawa seluruh tabung gas yang pernah dia curi semasa hidupnya. Saat digotong ke kuburan, seluruh warga kampung ikut mengiringi, tapi dengan jarak aman. Semua orang menutup hidung, wajah mereka pucat, seolah sedang menghadapi wabah.

Tiba-tiba, dari kejauhan, terdengar suara keras. Sebuah mobil pikap yang membawa tabung gas melon 3kg kecelakaan. Tabung-tabung gas berhamburan, menggelinding seperti bola-bola neraka. Salah satu tabung meluncur deras, menuju keranda mayat itu. Bruuk! Tabung gas menimpa keranda, seolah alam semesta sedang tertawa terbahak-bahak. “Ini karma atau komedi?” bisik seorang warga, sambil matanya melotot.

Kenapa mayat ini bau gas? Ternyata, semasa hidupnya, dia adalah pengusaha gas yang licik. Kurangi timbangan, timbun tabung, naikkan harga saat langka. Rakyat kecil menjerit, tapi dia tertawa sambil menghitung uang.

Kekayaannya menumpuk, tapi dosanya juga menggunung. Sekarang, di akhir hayatnya, bau gas itu seperti kutukan yang tak pernah pergi.

Saat keranda itu akhirnya sampai ke kuburan, bau gas masih menyengat. Bahkan, saat tanah mulai menutup liang lahat, bau itu masih terasa. Seolah-olah alam semesta berkata, “Kau bawa gas ke kuburmu, ya? Baiklah, nikmati saja!”

Di atas langit, awan-awan bergulung, seolah menangis. Bukan karena sedih, tapi karena bau gas yang terlalu menyengat.

Ini bukan sekadar cerita tentang mayat yang bau gas. Ini adalah potret ironi kehidupan, di mana kezaliman sering kali dibayar dengan cara yang tak terduga. Semoga kita semua bisa belajar dari kisah ini, sebelum alam semesta memutuskan untuk “mengirimkan” karma kita dalam bentuk yang lebih menyengat.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 335x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 296x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 278x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 253x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 190x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Giliran China Serang Amerika

Giliran China Serang Amerika

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com