POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Puisi – Puisi Awal Tahun 2025

Pulo Lasman Simanjuntak

RedaksiOleh Redaksi
January 8, 2025
Puisi – Puisi Awal Tahun 2025
🔊

Dengarkan Artikel

 

RUMAH DUKA, SAJAKKU MENGALIRKAN GENANGAN AIR MATA

rumah duka
di sini
sajakku
mengalirkan
genangan air mata

sepi terkunci rapi
di sudut ruangan
bunga mawar putih
berbaris tegak
semerbak
bau kematian

jasadnya perkasa
terbaring dingin
wangi peti mati
diawetkan
untuk satu abad

tanpa suara koor gereja
terjebak
pada kesaksian
memanjang
kadang menjemukan

ia lelaki pekerja keras, katamu
punya karakter bipolar
menggenapi
perkawinan ganjil

masa lalunya
membentur
ribuan cerita
keluh kesah
persungutan padang pasir
untuk dikremasi

kemana gerangan khotbah pandita, tanyamu lagi
ditebar sejak sianghari
menyanyikan penghiburan
bertubi-tubi
sampai menembus
tubuh penyakitan
sudah dibakar iman
yang tak bertumbuh dan berakar

konon kata penyanyi berjanggut putih;
ia mati semalam
kurang air garam
kurang asupan vitamin
kurang suntikan protein

oi, rumah duka
di sini
sajakku
mengalirkan
genangan air mata
agar kami semua
para pelayat
ingat giliran siapa
turun perlahan (pasti!)
ke dunia orang mati

sunyi abadi
terasing
sampai kami dibangkitkan
menjemput Tuhan
kekal di awan

Rumah Duka RS.Fatmawati
Jakarta Selatan, Sabtu malam 28 Desember 2024

MENUJU KUBURAN TANPA KEMATIAN

menuju kuburan
pinggir jalan
tanpa kematian
hanya gelisah
berputar pada otak belakang

amarahku
mengeluarkan darah

di atas ranjang
terdengar suara
para dewa kejijikan

bertengkar keras
ataukah tanpa membawa
pisau belati
sejak pagihari

perkawinan ini
hanya persungutan
sekian tahun
jadi sunyi menahun

ayo, kita bergegas
berangkat tancap gas
berdiri di atas tanah merah
mengangkat matahari
lembut sekali

sehingga kita mengerti
maut dan karakter diri
dapat diselesaikan
dengan rukun persaudaraan

terpisah antar benua
terbang mengerikan
sakit dan penderitaan
diselesaikan
dengan mata uang

TPU Tanah Kusir, Jakarta, Rabu, 1 Januari 2025

PENYAIR BERJALAN TANPA KAKI KIRI

penyair berjalan tanpa kaki kiri
menuju poli
dindingnya saraf-saraf hati
atapnya terkelupas jadi gunung kapur
usia sering kabur

sejak pagi tadi
di lantai pesakitan
kita mau berdansa
sebab matahari terbit
sudah ditebar satu setengah bulan
siapa mencari luka jatidiri

penyair berjalan tanpa kaki kiri
sia-sia baca puisi
saat terapi
akan berakhir di ranjang operasi

lalu dengan nyanyian amarah
dibakarnya ruang radiasi
rumah sakit dengan diagnosa mengerikan
pedih
perih

kita harus melarikan diri, pesanmu
meninggalkan semua catatan medis ini
antara kecerdasan dan kedegilan
penyair harus terus berjalan tanpa kaki kiri

Jakarta, Selasa 5 November 2024

SAJAKKU TERKAPAR DI TELAPAK KAKI KIRI

1//
sajakku terkapar di telapak kaki kiri
sejak kudaki tubuh laut kian tua
tanpa ombak
tanpa ikan berterbangan
di dermaga sudut kota

lalu mendarat di seberang pulau
diasingkan
di atas mercusuar
tegak berdiri
dengan kidung bebatuan hitam
ditulis ribuan tahun
jadi keterasingan diri
menyatu dengan syair-syair
milik pujangga muncul dari bawah semenanjung tanah melayu

2//
sajakku terkapar di telapak kaki kiri
di atas bebukitan dingin membeku
nyaris ditiup angin musim kemarau
digelar kemah pembantaian darah domba
tanpa suara

usai ibadah dengan doa syafaat
bercampur dengan asap dapur
kenikmatan hari perhentian
gempa bumi di negeri sendiri

diselesaikan dengan baca
sepenggal kitab suci
nyanyian harmonika tua
dari sepasang tubuh lelaki
yang lahir dari rahim permukiman hewan-hewan liar
mabuk tiap dinihari

3//
sajakku terkapar di telapak kaki kiri
membawa satu tekad
kesembuhan abadi
masa mendatang
tanpa pengharapan
hanya iman
karang tegar
tersembunyi
dalam roh hati

📚 Artikel Terkait

Membangun Aceh Carong Yang Beradab dan Bermartabat, Sekadar Impian?

Keberadaan Penulis di Era Kecerdasan Artifisial

Juwita yang Pergi dalam Sunyi

TKA 2025: Ujian untuk Belajar, Bukan Hanya Lulus

Jakarta, Jumat 8 Nov 024

DIAGNOSIS

bermula
sehamparan lantai beton
disuntik kuman
dingin
ia tertidur nyenyak
tak sadar
tubuhnya
dimakan lahap
sangat ganas

bertahun-tahun sudah
menikmati
harta kekayaan
disebar
dengan tangan kemalasan

kini ia terbaring lemah
tenggorokannya lumpuh
paru-parunya berdarah
disedot kesunyian
mencair
dalam slang infus biru

dipanggilnya keluarga inti
menghadap seribu malaikat
berjubah hijau lumut

dipaparkan gejala
tanda klinis
dosanya tersumbat
di jantung
amarahnya bersembunyi
di ginjal

ia sendirian lari ke padang gurun
sangat ketakutan
sudah terbayang hari esok
mimpinya harus kembali turun
ke area pemakaman

tak ada lagi
suguhan makanan dan minuman
vegetarian

Jakarta, Jumat 21 Oktober 2022

SANTET

mulut lelaki tidur itu
datang diam-diam
dari seberang pulau tikus
selalu tawarkan tipuan
malam mengerikan
di kuburan samping hunian

tubuhnya dari pohon karet
kadang mengeluarkan darah segar
rajin bercumbu
dengan binatang primata
tidur tanpa mantera

sekarang nyawanya
sedang sakit keras
sekeras persungutannya
ditusuk bertubi-tubi jarum tajam
para dukun
jampi-jampi kematian

tak mempan lagi
oleh suntikan kesepian
di atas ranjangnya
bersatu dengan akar bumi

ia bahkan suka bersetubuh
dengan ribuan kutuk busuk
membusuk
sampai dinihari menari-nari
seperti memanggil para arwah
suara senyap
dewa-dewa bermeterai liar

“aku harus datang kepada pawang mpok ida berkuku panjang, minta maaf sambil membawa sekeranjang penyesalan kenapa rumah doa dijual jadi hunian baal perzinahan dan mabuk minuman keras,” katanya masih menunggu bantuan dari benua sodom dan gomora

Jakarta, Kamis 15 September 2022

PERTEMPURAN HARI TERAKHIR

lewat matahari
berputar dalam imaji-imaji liar
hari rayanyaris kelaparan
dalam kesunyian abadi
tanpa tangisan bayi

binatang haram
jadi santapan pesta rohani
di mezbah batu warna biru
penuh amarah
dendammu berterbangan
di atas meja makan

tegur sapa
jadi rajin menolak
sebungkus nyanyian mengerikan
dibuangnya di atas meja kasir
persis berhadapan dengan sekolah
layar lebar dan sulit tidur
di ranjang kemalasan

lalu kutulis puisi
paling mengeras
sekeras hatimu
perempuan berwajah katarak
doyan mengunyah
tumbuh-tumbuhan hijau

rahim terluka
masa lalu
berakar kepahitan
dan penyakit kambuhan
dari pulau seberang lautan

Jakarta , Minggu 8 Mei 2022

LAUT DISENYAPKAN

pasangan betinaku
mari kita berangkat
matahari sudah tinggi

di sana sudah menunggu
tubuh laut untuk sambut
bagi calon baptisan surga

nyaris sukacitaku
menabrak rambu-rambu
batas samudera teluk jakarta

sepanjang jalan kita hanya melihat
lahan kereta api ditumbuhi ilalang
suasana perkantoran gelap
dampak pandemi covid
tak kunjung berlari

padahal perahu sudah harus bersandar
di dermaga batu
bendera merah putih berkibar amat lambat

angin pantai berhembus masuk akuarium
virus juga sudah disuntik vaksin satu kali
ada orang-orang shooting
adegan menguras air samudera di tanah jawa
menikmati santap siang di bandar kesunyian

di dompet celana ada jus jeruk dan melon
suguhan mata uang rupiah
untuk lelaki muda siap hadapi kematian

Jakarta, 31 Mei 2021

SUNGAI MUSI SUATU MALAM

sungai musi suatu malam berkabut
tanpa mata
berawan putih
seperti lelehan lepra

sungai musi kubawa tidur lelap
mimpi dalam sajakku

amat lelah
percikan air sungai
tanpa perahu berlayar
selalu berucap;
selamat datang
jembatan penderitaan
selamat tinggal ikan-ikan
kelaparan

Jakarta, November 2021

OBSESI BERGUGURAN

1//
perkawinan mencapai titik beku
pada roh Tuhan kami ganjil
menghitung musibah
dari waktu
ke pot-pot bunga berduri

pemabuk bunuh diri
di atas tanah bergambut
tancapkan jantung runcing

2//
ribuan batu disedot dari dubur
salju menyambut kelamin
melambungkan angan-angan
menuju ranjang tak perawan

sepasang pohon jati
tumbuh mandul
sampai sekarang
jadi sarang kelaparan
menularkan penyakit kambuhan
tak pernah tidur berkepanjangan

3//
sempat mondar-mandir
makan onderdil mobil
engkau menjilat-jilat darah
otak terbakar
hampir meledak lagi
ayat-ayat suci
titipan pendeta
enam tahun silam

papan catur selalu dikirim
lewat faksimile
terkubur rapi
dalam sajak lumpuh
tempo waktu

ratusan kode pos
membunuh dengkur tidur
tak pernah hadir lagi

4//
berkas penyesalan
harus disemen ( beton paten )
sampai nanti
kita sambut sukacita
kedatangan Tuhan kedua
bersama para penghulu malaikat
suci
suci

baik hidup atau mati
suara kubur tetap memanggil
kita akan diangkat
terbang kudus
menuju langit baru
dunia baru

semoga tak lagi
obsesi ini berguguran
sangat liar

Jakarta, Jumat 18 November 2022

BIODATA :
Penyair dan Sastrawan Pulo Lasman Simanjuntak memulai karier dalam dunia tulis menulis (kesusasteraan ) secara sejak tahun 1980-an.Karya puisi pertama berjudul IBUNDA dimuat di Harian Umum KOMPAS pada bln Juli 1977.Setelah itu sejak tahun 1980 sampai tahun 2025 ini berturut-turut karya puisinya dimuat di 23 media cetak (koran, suratkabar, dan majalah), serta 240 media online (website) dan majalah digital di Indonesia dan Malaysia.

Karya puisinya juga telah diterbitkan dalam 7 buku antologi puisi tunggal, dan saat ini tengah persiapan untuk penerbitan buku antologi puisi tunggal ke-8 diberi judul MEDITASI BATU.Selain itu juga puisinya terhimpun dalam 35 buku antologi puisi bersama para penyair seluruh Indonesia.

Bekerja sebagai wartawan dan rohaniawan, bermukim di Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.
Kontak Person : 08561827332 (WA)
Email : pulo_lasman@yahoo.com
Facebook : Lasman Simanjuntak/Bro
Youtube : Lasman TV
Tik Tok : Lasman Simanjuntak
Instagram (IG) : Lasman Simanjuntak

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 140x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 128x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 92x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
165
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Potretonline Menjadi Referensi Generasi yang Cerdas

Potretonline Menjadi Referensi Generasi yang Cerdas

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00