• Latest
POTRET Senja di SPBU Lamnyong

POTRET Senja di SPBU Lamnyong

Desember 27, 2024
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

POTRET Senja di SPBU Lamnyong

Redaksiby Redaksi
Maret 29, 2025
Reading Time: 2 mins read
Tags: #Badut#pengemis#sedekah
POTRET Senja di SPBU Lamnyong
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Thuhfatul Munawarah

Mahasiswa jurusan Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Ar -Raniry, Banda Aceh

Senja mulai turun di SPBU Lamnyong, Banda Aceh. Di antara hiruk pikuk kendaraan yang datang mengisi bahan bakar, sosok berbaju badut terduduk lesu di sudut pom bensin. Ia bukan penghibur profesional yang biasa kita temui di acara ulang tahun atau mal-mal besar. Ia adalah salah satu dari sekian banyak wajah kemiskinan kota yang memilih mengenakan kostum badut untuk bertahan hidup.

Mengamati dari dekat, sosok di balik kostum badut lusuh itu masih sangat muda. Garis-garis tubuhnya menunjukkan ia masih dalam usia remaja – usia di mana seharusnya ia berada di bangku sekolah, bermain dengan teman sebaya, atau mungkin belajar menghadapi ujian.

“Kelelahan yang terpancar dari sosoknya begitu kentara,” ujar salah seorang pengamat yang mencoba melakukan pendekatan untuk wawancara. Namun, kondisinya yang sudah terlalu lelah membuat upaya komunikasi menjadi sia-sia. Ia hanya duduk terkulai, seolah seluruh energinya telah terkuras habis oleh terik matahari dan aktivitas seharian.

Di samping sosok badut yang terduduk lesu itu, sebuah kantong berisi uang receh menjadi saksi bisu perjuangannya hari itu. Nominal yang terkumpul mungkin tak seberapa, namun bagi si badut muda, setiap keping logam berarti satu langkah lebih dekat dengan sesuap nasi untuk hari ini.

Ironisnya, di tengah ramainya pengunjung SPBU, keberadaannya seolah tak kasat mata. Para pengendara dan pengunjung SPBU berlalu-lalang, sibuk dengan urusan masing-masing. Hanya segelintir yang mungkin melirik, lebih sedikit lagi yang peduli untuk memberi.

Keberadaan pengemis badut ini menjadi cermin buram kondisi sosial masyarakat kita. Di balik gemerlap pembangunan kota dan hiruk-pikuk aktivitas ekonomi, masih ada wajah-wajah muda yang terpaksa menukar masa remaja mereka dengan kostum badut dan terik matahari.

“Ini bukan sekadar masalah kemiskinan,” tutur seorang pengamat sosial yang dimintai pendapat. “Ini adalah gambaran nyata bagaimana sistem sosial kita masih menyisakan celah besar yang membuat anak-anak muda harus berjuang dengan cara seperti ini.”

Matahari hampir tenggelam sepenuhnya ketika pengamatan ini berakhir. Sosok badut muda itu masih di sana, dengan kantong recehnya, dengan lelahnya, dengan mimpi-mimpinya yang entah masih tersisa atau telah lama pudar.

Baca Juga

Konsistensi POTRET Dalam Merawat Literasi Anak Bangsa

Konsistensi POTRET Dalam Merawat Literasi Anak Bangsa

Januari 18, 2026
Mengintip Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi

Mengintip Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi

Januari 2, 2026
Tahun Baru yang Sunyi di Kampung

Tahun Baru yang Sunyi di Kampung

Januari 2, 2026

Keberadaan pengemis badut ini bukan sekadar fenomena sosial yang perlu didokumentasikan. Ini adalah panggilan bagi kita semua – masyarakat, pemerintah, dan organisasi sosial – untuk memberi perhatian lebih. Mereka membutuhkan lebih dari sekadar recehan dalam kantong; mereka membutuhkan sistem dukungan yang dapat membantu mereka keluar dari lingkaran kemiskinan dan memberikan kesempatan untuk masa depan yang lebih baik.

Kisah ini mungkin hanya satu dari ribuan kisah serupa di berbagai sudut kota Indonesia. Namun, setiap kisah, seperti si badut muda di SPBU Lamnyong ini, adalah pengingat akan tanggung jawab sosial kita bersama untuk menciptakan masyarakat yang lebih peduli dan berkeadil

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Sejumlah Delegasi Negara Asing Nyatakan Siap Hadiri IMLF Ketiga Tahun 2025

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com