POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Indonesia Emas 2045: Bisakah Kita Wujudkan Tanpa Membebaskan Anak-Anak Dari Eksploitasi?

RedaksiOleh Redaksi
December 22, 2024
Indonesia Emas 2045: Bisakah Kita Wujudkan Tanpa Membebaskan Anak-Anak Dari Eksploitasi?
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Dwi Maisri Diana

Semester V jurusan : Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Mentari sore mulai meredup, langit Banda Aceh perlahan berganti warna menjadi jingga kemerahan. Aku seorang mahasiswi yang sedang duduk menikmati keindahan langit sore, tanpa sengaja di tengah keramaian mataku tertuju pada dua sosok anak kecil yang duduk di tepi jalan dengan baju lusuh dan karung berisi botol-botol bekas di sampingnya. Wajahnya terlihat murung sembari menatap kosong ke arah jalan raya.

Rasa penasaran menggerogotiku, sehingga mendorong rasa keberanianku untuk mendekati mereka dan melakukan percakapan singkat. Anak laki-laki itu bernama Fajri, seorang siswa kelas 6 SD yang merantau dari Jawa Timur bersama keluarganya. Adik perempuannya yang masih balita, tampak polos dan ceria, tak menyadari bahwa hidupnya tak seindah anak-anak seusianya.

Fajri bercerita bahwa setiap pulang sekolah, ia dan adiknya harus memulung botol-botol bekas untuk dijual. Mereka berkeliling menggunakan sepeda, dan saat malam hari tiba mereka duduk di Lapangan Tugu Darussalam untuk istirahat sejenak dan seolah menunggu rasa iba dari orang-orang . Kemudian berharap memberi mereka uang.

“Kenapa aku harus memulung? Bukannya bermain?” gumamku dalam hati, mencoba membayangkan apa yang dirasakan Fajri dan adiknya. Seharusnya ia bermain dan belajar layaknya anak-anak seusia mereka. Namun, kenyataan berkata lain, ia terjebak dalam lingkaran kemiskinan di mana masa kanak-kanaknya tergadaikan demi sesuap nasi.

📚 Artikel Terkait

“Malenggang” Bentuk Kreativitas dalam Ujian Akhir Mahasiswa Desain Mode

APALAH ARTI SEBUAH NAMA

Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita

Peran Orang Tua Dalam Memberantas Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Di tengah-tengah percakapan itu, tiba-tiba anak laki-laki ini nyeletuk “Fajri punya HP lohh”, sambil menunjukkan ponselnya. Kadang-kadang kami juga dapat makanan, minuman, bahkan uang dari orang-orang yang lewat, ujarnya. Mendengar perkataan dari anak tersebut saya tercengang dan mendorong rasa ingin tahu saya lebih dalam terkait dengan kondisi sebenarnya kedua anak ini. Lalu saya bertanya tentang alasan mereka memulung dan berapa penghasilan mereka setiap hari. Fajri tampak enggan menjawab, seakan menyembunyikan sesuatu. Ia hanya mengatakan bahwa saudara-saudaranya juga memulung dan ibunya sedang sakit parah. “

Mengapa Fajri tidak mau menjawab pertanyaan saya?”, gumamku dalam hati. Kala itu aku baru teringat dengan cerita dari beberapa teman mahasiswaku dan penjual setempat yang pernah melihat langsung Fajri dan adiknya mengendarai sepeda motor bagus, justru ini sangat bertolak belakang dengan keadaan yang terlihat dari kedua anak ini.

Berdasarkan pengamatan dan percakapan yang saya lakukan terhadap situasi anak tersebut, saya menduga bahwa kedua anak ini telah menjadi korban eksploitasi anak. Tampaknya mereka dipaksa untuk mengemis dengan dalih memulung.

Kisah Fajri adalah cerminan dari ekspoitasi anak. Sebuah luka menganga di tengah masyarakat, mengingatkan kita akan kenyataan pahit yang dihadapi banyak anak-anak di Indonesia. Kemiskinan, kurangnya pendidikan, dan hukum yang lemah menjadi akar masalah ekspoitasi anak.

Anak-anak yang menjadi korban eksploitasi akan mengalami berbagai dampak negatif seperti trauma, gangguan psikologis, kesehatan yang buruk, dan pastinya kehilangan kesempatan untuk menikmati masa kanak-kanak dan mengembangkan dirii secara normal.

Kita harus bersatu untuk mengatasi masalah eksploitasi anak, dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hak- hak anak dan bahaya eksploitasi anak. Tak hanya kita selaku masyarakat biasa, akan tetapi pemerintah juga harus ikut andil dengan menerapkan sistem hukum yang efektif untuk melindungi anak-anak, terutama anak-anak yang berasal dari keluarga miskin.

Visi Indonesia Emas 2045 adalah cita-cita Indonesia untuk menjadi negara maju, adil, dan sejahtera. Akan tetapi, eskploitasi anak merupakan hambatan besar dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, untuk mencapai visi ini, kita harus memastikan bahwa semua anak-anak Indonesia mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang dan mencapai potensi mereka.  Indonesia emas yang bagaimana akan lahir, ketika Banyak anak yang hidup dalam lingkaran kemiskinan dan dieksploitasi menjadi pengemis dan sebagainya? Mari kita cari jalan yang terbaik untuk melepaskan anak-anak negeri ini dari cengkeraman para predator anak. Bersama kita bisa.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 57x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Empat Srikandi Pidie Jaya Ikuti Festival Pantun Nusantara di Jakarta

Empat Srikandi Pidie Jaya Ikuti Festival Pantun Nusantara di Jakarta

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00