• Latest
Interaksi Barat dengan  Islam dalam Dunia Pendidikan - 2807a327 c409 49b4 afbd 0e7d10b5395d | Analisis | Potret Online

Interaksi Barat dengan Islam dalam Dunia Pendidikan

Desember 8, 2024
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Interaksi Barat dengan  Islam dalam Dunia Pendidikan - 1001348646_11zon | Analisis | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Interaksi Barat dengan  Islam dalam Dunia Pendidikan - 1001353319_11zon | Analisis | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Interaksi Barat dengan  Islam dalam Dunia Pendidikan - 1001361361_11zon | Analisis | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Interaksi Barat dengan Islam dalam Dunia Pendidikan

Redaksi by Redaksi
Desember 8, 2024
in Analisis, Bukittinggi, didaktika, Literasi, Pendidikan
Reading Time: 5 mins read
0
Interaksi Barat dengan  Islam dalam Dunia Pendidikan - 2807a327 c409 49b4 afbd 0e7d10b5395d | Analisis | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Iqbal Rizkyka

Mahasiswa S1 Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam UIN SMDD Bukittinggi

 

Baca Juga
  • Literasi Tak Lagi Membosankan
  • USK, DPMG Aceh Tandatangani MoA dan IA dengan Fakultas Pertanian

Orientalisme sebagai kajian yang berfokus pada dunia timur, pada awalnya memiliki masa kegelapan. Hal ini terjadi ketika zaman abad pertengahan di dunia barat yang dipimpin oleh otoritas Negara yang di naungi oleh gereja (Bapak Gereja). Menurut sebagaian para ahli, fenomena ini menyebabkan kemunduran, bahkan dibatasi  kebebasan berpendapat.

Dalam sejarah fenomena ini diistilahkan dengan masa dark age. Maka dari itu yang pada mulanya barat maju dengan mengadopsi berfikir Yunani, seketika mundur dan stagnan. Namun lain halnya dengan dunia timur. Kedatangan Islam yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW, sekitar awal abad ke 7 Masehi. Dari masyarakat Arab yang pada waktu itu terkenal dengan Jahiliyyah menjadi umat yang maju dan memiliki peradaban.

Baca Juga
  • Refleksi Akhir Tahun Sambil Lomba Membaca 1000 buku di Teras Talenta
  • Budaya bersepeda yang mulai terabaikan

Pada setelah zaman sahabat, kepemimpinan dipegang oleh dinasti yang menganut sistem monarki. Namun demikian sokongan perintah terhadap ilmu pengetahuan begitu positif, sehingga banyak cendekiawan yang mendapat imbalan materil yang mencukupi untuk hidup, karena penemuan-penemuannya. Selain itu dari beberapa ulama juga turut melakukan pengalih bahasa dari berbagai kebudyaan baik itu Persia, India, Yunani Kuno, dan masih banyak lagi. Hal ini yang menjadikan Islam begitu kuat dan mencapai masa kejayaan.

Di saat masa kejayaannya, banyak hadir madrasah atau yang setingkat perguruan tinggi, saat ini menjadi pusat keilmuan umat Islam. Karena selain mempelajari agama, sarana keilmuan juga turut mewadahi ilmu lain seperti Ilmu alam, filsafat, tata boga, sastra, dansiyasah.

Baca Juga
  • Wajah Kurikulum Aceh: Antara Jakartalisasi dan Jiwa Tanah Rencong
  • Mewujudkan Pembelajaran Berkualitas Melalui Kurikulum Merdeka dan Pendekatan Berdiferensiasi

Selaras dengan cerita di awal, hal ini menjadi titik balik Barat untuk kembali mempelajari apa yang telah lama mereka tinggalkan. Sehingga pada zaman tersebut sekitar dari abad 8 hingga 13 Dunia Islam menjadi tempat rujukan dan pusat keilmuan oleh orang-orang barat tersebut.

Maka dari itu pada konteks tulisan ini, hal inilah yang menjadi sasaran konteks penulis bahwa beberapa Universitas Islam dahulu menjadi tempat pembelajaran bagi para orientalis untuk bangkit dan mendalami dunia timur. Beberapa perguruan tinggi yang akan dibahas kali ini di  antaranya Perguruan  tinggi Nizhamiyah, Perguruan Tinggi Cordoba, Perguruan Tinggi Al-Azhar, serta Perguruan Tinggi Kairwan.

Perguruan Tinggi Nizhamiyah.

Perguruan ini merupakan yang pertama hadir di dunia Islam yang menjembatani pendidikan dari tingkat dasar, hingga perguruan tinggi. Pendiri madrasah (perguruan tinggi) ini ialah Nizam al-Mulk. Model madrasah ini ialah dengan melakukan pembelajaran kelas di masjid dan sekelilingnya terdapat Khan (asrama).

Madrasah ini terkenal di zaman pemerintahan dinasti Abbasiyah yang pada saat itu dipengaruhi oleh bani Saljuk yang beradzhab Sunni. Pada masa sebelumnya dinasti Abbasiyah dipengaruhi oleh dinasti Buwaihi yang bermadzhab Syiah. Sehingga orientasi utama dari pendirian madrasah ini ialah sebagai searana counter dari dominasi pengaruh madzhab syiah yang telah berpengaruh sebelumnya. Salah satu tokoh terkenal sebagai pipinan madrasah iniiaah Imam Al-Ghazali.

Menurut Mahmud Yunus, beradasarkan argumendari sejarawan penekanan kurikulum materi madrasah ini ialah Ilmu syariah baik itu Fiqh, maupun UshulFiqh. Madrasah ini tidak begitu intens terhadap ilmufalak, ilmu pasti, serat ilmu filsafat. Namun demikian menurut Hamid Hasan Al-Bigrini yang menjadikan adanya hubungan madrasah ini dengan barat ialah dengan adanya pembelajaran pada sejarah sastra, botani, dan beberapa sejarah kealaman.

Perguruan Tinggi Cordoba

Cordoba merupakan perguruan tinggi Islam yang hadir di daerah Andalusia yang kini dikenal dengan Spanyol. Secara geografis terletak diantara benua Afrika dan Eropa. Pendiri dari madrasah ini Abdurrahman Ad-Dakhil yang merupakan keturunan dari raja dari dinasti Umayyah I yang sebelumnya berpusat di Damaskus. Pergruan ini didirkan tepatnya pada tahun 756M.

Cordoba menjadi pusat keilmuan yang melahirkan kemajuan peradaban. Diketahui bahwa perpustakaannya mencapai 70 gedung yang lebih kurang terdiri dari 400.000 pengunjung setiap tahunnya. Yang di dalamnya meliputi cabang keilmuan seperti Astronomi, kedokteran, farmakologi, filsafat, puisi, botani, biologi, fisika, kimia, arsitektur, dan masih banyak lagi.

Dengan letaknya yang strategis tersebut, Cordoba terdiri dari tiga agama besar yakni Islam, Kristen, dan Yahudi yang menghasilkan peradaban yang plural, namun penuh toleransi. Pusat pembelajaran dilakukan di masjid Cordoba. Salah satu tokoh terkenal yang dihasilkan oleh Perguruan ini ialah Ibnu Rusydyang terkenal dengan pendekatan Aristotelesnya.

 

Perguruan Tinggi Al-Azhar

Perguruan ini didirikan pada tahun 970 Masehi, di Kairo Mesir pada zaman dinasti Fatimiyyah. Pada awalnya Perguruan ini didominasi oleh pengaruh Syiah, hingga kemudian pada zaman Dinasti Ayyubiyah mulai didominasi oleh Sunni.

Al-Azhar merupakan salah satu perguruan Tinggi Islam yang masih eksis hingga saat ini. Bahkan banyak mahasiswa dari Indonesia yang belajar di sini. Pada awal-awal keberadaannya perguruan ini hanya fokus pada pendidikan agama, baik itu Aqidah, Syariah, serta bahasa Arab. Namun seiring perkembangan zaman Al-Azhar juga mengadopsi pada pendidikan Sains serta Teknik.

Interaksi dunia Islam dengan Barat turut mempengaruhi perkembangan Perguruan Al-Azharini. Seperti At-Tahtawi yang berhasil menerjemahkan 12 buku dari bahasa Perancis yang membahas ilmu Alam. Ia juga mengaspirasikan hak perempuan untuk mendapatkan pendidikan yang setara dengan laki-laki. Selain itu ada juga Muhammad Abduh yang memperjuangkan untuk masuknya ilmu pengetahuan umum, karena menurutnya ilmu ini memang  berasal dari Allah yang merupakan Sunnatullah. Sehingga baginya penting kedaulatan rasional ketimbang taklid.

 

Perguruan Tinggi Kairwan

Perguruan ini biasa dikenal dengan nama Universitas Zaituna yang terletak di Afrika Barat, tepatnya pada abad 9 Masehi. Pada awalnya pembelajaran hanya dilakukan di masjid besar yang bernama Masjid Uqba. Fokus pendidikan pada Perguruan Tinggi Kairwan ini pada awalnya  Tafsir Al-Quran, Hadis, dan hukum Islam. Namun pada penerapam Fikih Kairwan berfokus pada Madzhab Maliki. Sehingga tradisi intelektual ini turut mendorong gagasan antara dunia Islam dan Barat, terutama di Spanyol. Yang mana dapat terlihat dalam cara hukum dan etika dipelajari dan dikodifikasikan di universitas-universitas Eropa.

Namun selain bidang agama, Kairwan juga mempelajari ilmu-ilmu lain seperti kedokteran, sains, filsafat, sastra dan masih banyak lagi. Tokoh yang memiliki pengaruh kuat di antaranya ialah Ishaq Ibn Imran dan Az-Zahrawi yang menjadi rujukan pada dunia kedokteran dan universitas di Eropa.

Dengan demikian dapat terlihat bagaimana interaksi dunia barat dengan dunia timur (Islam) dalam membangun peradaban. Maka dari itu peran Orinetalis  dalam mengambil inspirasi juga tak bisa dihindarkan melalui interkasi ini. Sehingga dalam memahami orientalis terdapat dua corak yang harus dipahami, yang pertama, Moderat yang bersifar kontruktif dan kedua, ekstrim yang bersifatdestruktif.

Sumber :

Habibi, Debi farjin. (2018). “Modernisasi PendidikanIslam Di Timur Tengah (Studi Kawasan MesirDan Turki)”. Risalah : Jurnal Pendidikan danStudi Islam. Vol.4. No.2. Kees De Jong. (2010). Äl-Andalus di BawahKekuasaan Daulah Umayyah di Cordoba (756-1031): Suatu Masyarakat Pluralistik Beradab”. Gema Teologi : Jurnal Teologi, Vol. 34, No.1 Muhibuddin. (2023). “Madrasah Nizhamiyah DalamSejarah Peradaban Pendidikan Islam Di Baghdad”. AMEENA JURNAL. Vol.1 No.1 Said, Erdward W. (2016). Orientalisme : MenggugatBarat dan menundukkan Timur Sebagai Subjek. Yogyakarta. Pustaka Pelajar. Wahid, Ahmad Bunyan. (2018). Orientalisme DalamHukum Islam: Kajian Islam dalam Tradisi Barat. Yogyakarta. Magnum Pustaka Utama.

Tags: #Dunia Islam
Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Interaksi Barat dengan  Islam dalam Dunia Pendidikan - a488659c d249 4dd4 9ac1 11f66d83fc40 scaled | Analisis | Potret Online

Mengemis, Sektor Bisnis Keluarga, Menjaja Iba

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com