Oleh Zulkifli Abdy
Kunyalakan api di bara malam
Menerangi lorong-lorong gelap
Di antara musafir yang terlelap
Kupadamkan sepi di lembah sunyi
Kunang-kunang pun bersorak-sorai
Setelah sembunyi di ranting-ranting
Mengintip orang-orang pulang berjuang
Setelah menyulam malam tak berujung
Menguji peruntungan di tanah harapan
Arena zapin mulai terlihat sunyi
Bukan karena penari telah pergi
Tapi karena pesta itu telah usai.
(Beranda Malam, 1 Desember 2024)
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 314x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 265x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 259x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.













Discussion about this post