POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Pembunuhan Demokrasi yang Sedang Bertumbuh dan Berkembang di Indonesia

RedaksiOleh Redaksi
November 30, 2024
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Jacob Ereste

Demokrasi itu seperti sosok seorang demonstran yang melakukan protes tentang ketidakadilan,  kesemena-menaan dan kelancangan dalam mengangkangi hukum dan perundang-undangan yang telah menjadi kesepakatan untuk dihargai dan ditaati  bersama, seperti etika, moral dan akhlak sebagai penjaga sikap dan watak culas agar tidak ugal-ugalan bersikap dan bertindak tanpa mengindahkan hak orang lain.

Pembunuhan terhadap demokrasi, memang tidak sampai mematikan, tetapi telah membuat cedera dan kerusakan yang terkait dengan banyak hal segi dan sendi kehidupan orang banyak, akibat birahi dan egoisme yang diumbar untuk kesenangan. Dilakukan demi kepuasan serta agar kemenangan dapat dicapai hanya untuk kepentingan diri sendiri, atau kelompok serta geng dari kroni yang dibangun untuk merampas hak-hak dan kesempatan orang lain dengan segala cara yang dihalalkan.

Padahal, semua perolehan yang dilakukan dengan segala cara itu adalah haram (hal yang tidak boleh dan tidak patut dilakukan), karena bertentang dengan prinsip umum yang telah menjadi konvensi, kesepakatan yang tidak tertulis. Namun,  telah menjadi norma kesepakatan umum yang wajib dihormati dan disepakati, tanpa kecuali.

Maka itu, gonjang-ganjing saat Pemilu 2024 — khususnya untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di Indonesia tahun 2024 telah tercatat dalam sejarah demokrasi yang kelam di Indonesia. Dipraktikan  dengan berbagai trik serta tipu daya yang sangat amat tercela. Hal ini sudsh menjadi sorotan dunia atas prilaku buruk kepada budaya demokrasi di Indonesia.

📚 Artikel Terkait

Mengapa Harus Membenci?

Kala Belantara Bicara

Saat Pendidikan Hanya Jadi Program Pendukung

Menakar Beban Tanggung Jawab Guru di Era Digital

Upaya membunuh demokrasi di Indonesia tidak sepenuhnya untuk mematikan demokrasi itu, karena yang terpenting bagi penjahat demokrasi ini adalah bagaimana maksud dan tujuan utamanya untuk terus menggenggam kekuasaan, seperti yang telah dipertontonkan pada Pemilu 2024 di Indonesia. Bagaimana perilaku cawe-cawe tiada rasa malu dilakukan secara vulgar, serta terbuka seperti mengumbar paket sembako entah dari  mana sumber dan cara memperoleh dana tersebut.

Budaya pembunuhan demokrasi itu terus berlanjut dengan cara  yang halus dan kasar. Istilah “menyantet”  demokrasi sendiri sampai kepada pejuang demokrasi dilakukan dengan cara merangkul, mengambil alih atau mengkudeta sampai melancarkan intimidasi serta ancaman hendak di KPK-kan. Sedangkan bagi pejuang demokrasi yang setengah matang, cukup dijinakkan dengan berbagai imingi-iming yang menggiurkan untuk dipilih dan dinikmati dalam kondisi yang menindas rakyat.

Itulah sebabnya kaum oposisi terkesan jadi pasang-surut seperti Kali Ciliwung yang keruh dan membelah kota Jakarta. Istilah kolaborasi dan koalisi menjadi siluet dari persekongkolan jahat untuk melumpuhkan perlawanan budaya rakyat.

Inilah potret buram dari wajah demokrasi kita di Indonesia yang masih terus bertepuk dana sebagai warga bangsa demokratis dalam jejeran negara yang menyunggi demokrasi di atas kepala dengan penuh kebungahan semu yang tengah menjadi bahan tertawaan warga masyarakat di dunia.

Banten, 29 November 2024

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Mengenal "Klausula Baku" dan Praktik Kotornya di Lahan Parkir, Sebuah Kesalahan yang Jarang Disadari

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00