POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

LAYANI RAKYAT, MESKIPUN BUKAN PENDUKUNG. TAATI PEMIMPIN, MESKIPUN BUKAN YANG DIDUKUNG

Mahmudi HanafiahOleh Mahmudi Hanafiah
November 28, 2024
Tags: #PilkadaLiterasi
LAYANI RAKYAT,  MESKIPUN BUKAN PENDUKUNG. TAATI PEMIMPIN, MESKIPUN BUKAN YANG DIDUKUNG
🔊

Dengarkan Artikel

 

Tgk. Mahmudi Hanafiah, S.H., M.H.
Dosen UNISAI Samalanga, Kab. Bireuen Prov. Aceh

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) telah selesai dilaksanakan, dan kini seluruh masyarakat tinggal menunggu penetapan hasil oleh KPU/KIP di Aceh serta proses pelantikan kepala daerah terpilih. Momen tersebut menandai titik balik dalam perjalanan politik daerah, yang diharapkan bisa membawa perubahan bagi masyarakat. Namun, di balik euforia kemenangan dan kekecewaan, ada sebuah pesan penting yang perlu diingat oleh semua pihak: “Ikhlas menerima hasil dan bekerja sama demi kemajuan daerah”.

Menerima Keputusan Pilkada dengan Penuh Keikhlasan

Pilkada merupakan bagian dari proses demokrasi yang dijalankan untuk memilih pemimpin yang akan memimpin wilayah tersebut selama beberapa tahun ke depan. Walaupun proses tersebut penuh dengan dinamika, perbedaan pendapat, serta persaingan sengit antar calon, pada akhirnya, hasil Pilkada adalah hasil yang perlu diterima dengan lapang dada oleh semua pihak. Baik yang memenangkan maupun yang kalah, semuanya harus menjaga prinsip demokrasi dan menerima keputusan tersebut dengan keikhlasan.

Dalam hidup berbangsa dan bernegara, kita harus siap menerima keputusan apapun dengan hati yang terbuka. Kemenangan dan kekalahan adalah bagian dari takdir Allah yang perlu diterima dengan lapang dada. Ini juga selaras dengan apa yang diajarkan dalam agama Islam, yakni kesabaran dalam menghadapi segala takdir. Dalam konteks Pilkada, setiap warga negara seharusnya mampu menerima bahwa meskipun pilihan kita tidak terpilih, kita tetap menjadi bagian dari masyarakat yang harus mendukung pembangunan bersama.

Pemimpin adalah Milik Semua Rakyat

Setelah penetapan hasil Pilkada, mereka yang terpilih sebagai kepala daerah tidak hanya menjadi pemimpin bagi kelompok atau golongan yang mendukungnya, tetapi harus siap melayani seluruh rakyat tanpa pandang bulu. Seperti yang dikatakan oleh Rasulullah SAW, “Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari). Hadis ini mengingatkan bahwa seorang pemimpin tidak hanya akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat, tetapi juga di dunia. Tanggung jawab tersebut mencakup kepemimpinan yang adil, bijaksana, serta merata dalam melayani seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang politik.

📚 Artikel Terkait

Menyimak Pengalaman Ibex Mengembangkan Distro di Aceh

Jingga dan Senja

Tubuh-Tubuh yang Ditelanjangi di Sekolah

SEBELUM HIJRAH KE PADANG PANJANG

Pemimpin yang terpilih harus menyadari bahwa amanah yang diberikan oleh rakyat adalah sebuah tanggung jawab besar. Setiap keputusan yang diambil, setiap kebijakan yang dijalankan, haruslah berdasarkan pada kepentingan seluruh rakyat, bukan hanya segelintir kelompok pendukung. Bahkan ketika pemimpin terpilih harus mengambil keputusan yang tidak populer, dia harus melakukannya dengan dasar keadilan dan kepentingan bersama. Oleh karena itu, sangat penting bagi pemimpin untuk mendengarkan suara rakyat dari berbagai kalangan, menjaga keseimbangan antara berbagai aspirasi yang ada.

Taat kepada Pemimpin, Meski Bukan Pilihan Kita

Dalam sebuah negara yang menganut sistem demokrasi, pemimpin yang terpilih adalah hasil dari pilihan rakyat. Karena itu, kewajiban bagi setiap warga negara adalah untuk menaati pemimpin tersebut, meskipun dia bukan pilihan pribadi. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an, “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul, serta ulil amri di antara kamu.” (QS. An-Nisa: 59). Ayat ini mengajarkan kita untuk taat kepada pemimpin yang sah, karena ketaatan itu adalah bagian dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Dalam konteks Pilkada, kita diingatkan bahwa ketaatan kepada pemimpin yang terpilih adalah bentuk dukungan untuk menjaga ketertiban dan kemajuan daerah. Walaupun seorang pemimpin tidak terpilih berdasarkan preferensi kita, namun sebagai warga negara yang baik, kita wajib menghormati dan mendukung kebijakan-kebijakan yang diambil demi kepentingan bersama. Dalam masyarakat yang plural, perbedaan pilihan politik adalah hal yang wajar, tetapi menghormati hasil pemilu adalah kewajiban yang harus ditegakkan.

Amanah Kepemimpinan: Harapan untuk Pemimpin yang Adil dan Mampu Berubah

Ke depan, siapa pun yang terpilih sebagai kepala daerah diharapkan bisa menunaikan amanah dengan sebaik-baiknya. Tidak hanya untuk dirinya, tetapi untuk seluruh rakyat baik yang memilihnya, maupun yang memilih paslon yang tidak terpilih. Pemimpin yang terpilih harus memiliki visi yang jelas tentang masa depan daerah yang dipimpinnya, serta strategi untuk mewujudkan perubahan yang lebih baik. Setiap kebijakan yang diambil harus dilandasi oleh niat yang tulus untuk mensejahterakan masyarakat, meningkatkan kualitas hidup, serta mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh daerah.

Selain itu, pemimpin juga harus memiliki kemampuan untuk mendengarkan berbagai suara dan aspirasi dari masyarakat. Oleh karena itu, kualitas kepemimpinan yang dibutuhkan adalah kepemimpinan yang adil, bijaksana, dan proaktif. Dalam Islam, pemimpin yang adil adalah pemimpin yang mampu menegakkan hukum dengan seimbang, memberi perhatian kepada kebutuhan rakyatnya tanpa membedakan golongan, serta menciptakan keadilan sosial di setiap sektor kehidupan.

Sebagai pemimpin, juga harus siap mengubah arah jika kebijakan yang diambil tidak memberikan dampak yang positif bagi masyarakat. Pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu beradaptasi, memperbaiki diri, dan mencari solusi terbaik untuk memajukan daerah. Pemimpin harus bisa melihat jauh ke depan, tidak hanya terjebak pada rutinitas politik jangka pendek.

Pilkada memang telah usai, namun tugas besar masih menanti di depan mata. Kita semua harus menerima hasilnya dengan penuh keikhlasan, mendukung pemimpin yang terpilih dengan semangat kebersamaan, serta berperan aktif dalam mendukung kemajuan daerah. Sebagai rakyat, kita juga memiliki kewajiban untuk menaati pemimpin yang sah, meskipun dia bukan pilihan kita. Pada akhirnya, yang terpenting adalah menjaga persatuan dan berusaha bersama-sama menciptakan perubahan yang lebih baik bagi daerah dan negara kita.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: #PilkadaLiterasi
Mahmudi Hanafiah

Mahmudi Hanafiah

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

MONEY POLITIC

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00