POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Senerai Puisi Nurdin F. Joes Untuk Guru

Catatan untuk Hari Guru

RedaksiOleh Redaksi
November 25, 2024
Tags: #Hari Guru Nasional
Senerai Puisi Nurdin F. Joes Untuk Guru
🔊

Dengarkan Artikel

KEPADA PARA GURU KAMI

Nurdin F.Joes:

Belum reda takut kami kepadamu
Ketika engkau menghardik dengan keras
saat kami telat tiba di sekolah.
Kami tak berani menjelaskan
bahwa kami lebih dahulu ke ladang
mengatur tata air di sawah
agar padi tak gagal panen
agar nanti kami dapat beli buku.

Masih kecut wajah kami
ketika engkau keras membentak
karena kami tidak pakai sepatu
menjejak kaki di taman pendidikan
Kami tak kuasa menjelaskan
orangtua kami tak kuasa membelinya

Masih terasa takut sampai hari ini
ketika engkau sangat tegas bersuara
bahwa begitu kotor baju sekolah kami
Tak ada bahasa menjelaskan
kami harus lebih dahulu memberi makan
hewan-hewan peliharaan kami
seperti kerbau dan sapi
dan saat dijual menjelang lebaran
kami dapat beli pakaian sekolah yang baru

Masih belum hilang dalam ingatan
dan terus membayang-bayang
betapa bebal otak kami
tak pandai berhitung
dua kali dua berapa jumlahnya
dan dua tambah dua berapa seharusnya
padahal itu hitungan sederhana
tapi engkau tetap sabar mendampingi kami
dan tekun mengajari

Seperti baru kemarin ini terjadi
engkau ajarkan cara membaca
“Ini Budi, ini Ibu Budi, dan ini Bapak Budi”
kami mengeja dengan payah dan terbata
tapi engkau sabar mendampingi
dan sabar mengajari.

Seperti kemarin baru terjadi
engkau ajari pelajaran agama
kami mengeja alif, ba, ta, tsa
huruf-huruf Al Quran
pada sikap wajahmu yang teduh
kami mengejanya dalam rintik peluh.

Hari ini anak-anakmu wahai guru
banyak yang jadi teladan
izinkan kami untuk mengenang
betapa engkau keras berkorban
mengubah dunia mengubah zaman

Dalam derai airmata
kami memberi hormat kepadamu
membungkuk dan mencium tangan
antara kita tak pernah ada perpisahan

Jakarta, 25 November 2019

📚 Artikel Terkait

Luka yang Membisu

Ulama, Keadilan, dan Jalan Dewasa Aceh di Abad ke-21

Membongkar Lapisan Identitas: Interseksionalitas Gender, Kelas, dan Ras di Indonesia

Ramadan, Bulan Mawas Diri

Nurdin F.Joes:
*BILA GURU TELAH TIADA*

Bila guru telah tiada
kami mengantarkan doa
mengirim ke pusara

Guru adalah orangtua
Yang melahirkan cita-cita
lewat huruf a, b, c dan alif, ba, ta

Huruf-huruf itu kami bungkus dalam doa
kami hembus dengan nafas
kami terbangkan ke alamatnya

Bila guru masih ada
kami memberi hormat membungkuk
meminta maaf atas khilaf dan dosa

Jakarta, 26 November 2019

Nurdin F.Joes:

*SANG GURU, ENGKAU TELAH PERGI*

Sang guru, engkau telah pergi
Tapi kami, masih bisa menyimak polos wajahmu
wajah tanpa basa-basi.

Dalam menyimak wajahmu
Kami kutip sejuta ton butir peluhmu
Menetes dalam kelas belajar
Butir peluh itu kami simpan
dengan abadi.

Hari ini dalam usia kami yang senja
Mengalirlah tangis kami
Yang tidak sempat membalas jasamu.

Hari ini dalam usia yang rapuh pula
Kami pungut kembali peluh itu
Lalu kami hitung satu satu
Kami jadikan dawat pena
Menulis berjuta-juta kalimat persembahan
untuk anak cucu masa depan

Banda Aceh, 8 Januari 2022

 

NURDIN F.JOES dilahirkan di Sigli 4 Januari 1963. Mengabdi sebagai ASN sejak 1992 dan 10 tahun di antaranya berkarier di Humas Kantor Gubernur Aceh.
Ketika masih mahasiswa, memenangkan berbagai lomba cipta puisi. Di antaranya, puisi berjudul Weep for the Children of the Land (Menangislah untuk Anak-anak Negeri) memenangkan lomba cipta puisi Towards Namibian Independence (Untuk Kemerdekaan Namibia) dilaksanakan UNIC (Kantor Penerangan PBB, 1987).
Karya puisinya terkumpul dalam antologi tunggal Surat dari Belantara (1988), Sengketa (1990), dan Langkah Ketiga (1994). Puisi lainnya terkumpul dalam antologi bersama, diterbitkan di Banda Aceh, Medan, Jakarta, dan Kuala Lumpur.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 84x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: #Hari Guru Nasional
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
LGBT dalam Pemikiran Filsafat Barat Kontemporer

LGBT dalam Pemikiran Filsafat Barat Kontemporer

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00