POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Yang Bertahan Hidup dan Mencari Yang Termudah

RedaksiOleh Redaksi
November 16, 2024
Tags: #analisis#pengemis
Yang Bertahan Hidup dan Mencari Yang Termudah
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Zahara Muharama

Mahasiswi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh

Nasib manusia itu berbeda-beda. Ada yang bernasib baik, bisa hidup sejahtera dan bahagia. Ada pula yang harus melewati hidup yang penuh penderitaan. Namun, Allah telah mengingatkan kita bahwa Allah tidak akan mengubah nasib seseorang, kecuali orang atau kaum itu sendiri yang mengubahnya. Maka, dalam realitas kehidupan kita, kita melihat ada banyak orang yang kaya raya, cerdas dan bijak, ada pula yang hidup menderita dan harus meminta-minta.

Kondisi ini bisa kita temukan di sekitar kita. Misalnya, di tengah keramaian Pasar Aceh, para pengemis bergerilya,  meminta-minta / Tak hanya sekadar soal tangan yang meminta, tetapi juga memiliki cerita tentang perjalanan hidup yang penuh warna. Di dekat deretan toko pakaian, di pasar Aceh, terlihat seorang ibu berusia sekitar 30 tahun berjalan bersama anaknya yang masih kecil sekitar 10 tahun. Penampilannya lusuh, membawa kantong plastik di tangannya. Sementara anaknya yang mengenakan tas sekolah dan masker setia berjalan di sampingnya.

Penulis yang sedang mendapat tugas melakukan observasi pengemis di kota Banda Aceh,mencoba mendekati dan mengajak bicara. Ketika berbicara dengan ibu tersebut, terungkap sebuah kisah yang menyentuh hati. Ibu ini bukan asli Banda Aceh, tetapi datang ke kota dalam keadaan terpaksa. Di kampung halamannya ia tinggal bersama orang tuanya. Ia pernah berusaha mencari penghasilan dengan berjualan kue, tetapi usaha itu seringkali merugi karena barang dagangannya jarang laku.

Akhirnya, dengan modal habis dangan beban hidup yang semakin berat, ia tak memiliki pilihan lain selain menumpang di rumah orang tuanya. Namun, ia merasa tidak enak hati harus bergantung pada mereka yang sudah lanjut usia dan juga membutuhkan perawatan. Maka, dengan tekad untuk mandiri dan tidak terus-menerus menyusahkan keluarganya, ia memutuskan untuk pergi ke Banda Aceh, berharap bisa mendapatkan pekerjaan di sana.

Sayangnya, kesempatan kerja tak semudah itu didapatkan. Setelah beberapa hari berjuang tanpa hasil, ia akhirnya merasa terpaksa menjadi pengemis demi kebutuhan hidupnya dan, terutama untuk memberi makan anak-anaknya. Situasi ini membuatnya harus menghilangkan rasa malu dan harga diri demi keberlangsungan hidupnya dan anak-anaknya.

📚 Artikel Terkait

SMP Negeri 3 Banda Aceh Giatkan Gerakan Literasi Sekolah

Ini Peluang Kerja usai Kuliah di Jurusan Bimbingan dan Konseling

Tradisi dan Inovasi: Jalan Tengah yang Terlupakan

Tiga Guru MAS Darul’Ulum Hadiri Refresmen Fasilitator Provinsi di Jakarta

Sementara itu, hanya beberapa meter dari tempat ibu tadi berjalan, ada seorang bapak berusia sekitar 40 tahun yang duduk di depan toko elektronik. Tubuhnya kurus dan pakaiannya sangat lusuh. Di sampingnya, ada sebuah ember kecil yang digunakan untuk mengumpulkan uang pemberian dari orang-orang yang melintas.

Berbeda dengan ibu tadi yang dilanda keadaan mendesak, bapak ini memiliki alasan yang cukup mengejutkan mengenai alasan ia mengemis. Ketika ditanya, dengan jujur ia mengaku bahwa ia memilih mengemis karena merasa malas bekerja keras. Menurutnya, pekerjaan serabutan yang pernah ia lakukan memberikan penghasilan yang terlalu rendah dan membutuhkan tenaga yang banyak, upah yang didapat hanya sekitar Rp50.000 per hari. Tetapi dengan mengemis, ia bisa mendapatkan lebih banyak, hingga Rp80.000-100.000 dalam sehari, tanpa harus menguras tenaga. Baginya, mengemis adalah pilihan kerja yang lebih mudah dan menguntungkan. Tak ada rasa terpaksa atau malu dalam dirinya, justru ia merasa puas dengan uang yang ia dapatkan dari pekerjaan ini.

Dari hasil pengamatan dan wawancara, terlihat betapa beragamnya alasan di balik tindakan mengemis di Pasar Aceh.Di satu sisi, ada mereka yang terpaksa karena keadaan, seperti ibu yang berjuang sendirian demi anak-anaknya. Ia adalah seseorang yang pernah mencoba bertahan dengan usaha yang jujur, tetapi akhirnya terjatuh karena keterbatasan ekonomi. Di sisi lain, ada juga yang secara sadar memilih mengemis, seperti bapak tadi, yang melihat kegiatan ini sebagai jalan pintas untuk mendapatkan penghasilan lebih besar, tanpa banyak usaha.

Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa di balik aktivitas yang mungkin terlihat serupa, ada latar belakang dan motivasi yang sangat berbeda. Pasar Aceh menjadi saksi bisu dari perjuangan dan pilihan hidup orang-orang yang, meski sama-sama berlabel pengemis, memiliki cerita unik yang tidak selalu dapat diukur dengan satu perspektif saja. Kisah mereka mengajarkan kita untuk melihat lebih dalam sebelum menilai, karena setiap orang memiliki alasan yang membentuk jalan hidup mereka masing-masing.

Dokumentasi

D26EA5DE-D9EB-47E7-847B-D502314D797C.jpg

0383FECB-3D6B-4533-9DA8-ACAE00E6CEF5.jpg

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 58x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 53x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: #analisis#pengemis
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Ia Terpaksa Ngesot Mengais Rezeki Untuk Sehari-hari

Ia Terpaksa Ngesot Mengais Rezeki Untuk Sehari-hari

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00