• Latest
Ia Terpaksa Ngesot Mengais Rezeki Untuk Sehari-hari

Ia Terpaksa Ngesot Mengais Rezeki Untuk Sehari-hari

November 16, 2024
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Ia Terpaksa Ngesot Mengais Rezeki Untuk Sehari-hari

Redaksiby Redaksi
Maret 29, 2025
Reading Time: 2 mins read
Ia Terpaksa Ngesot Mengais Rezeki Untuk Sehari-hari
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh : Noni Istiana Mulia Waruwu

Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh. 

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 30, 2026

Pada hari senin,10 September 2024, saya melakukan observasi dan wawancara secara langsung kepada 2 orang bersaudara yang kesehariannya itu berkeliling pasar Aceh untuk mengemis. Saya menjumpai keduanya di pasar Aceh, tepatnya di gampong Baru. Kedua saudara tersebut berumur 50 tahun (kakak yang memiliki kondisi yang baik) dan 37 tahun (adik yang memiliki keterbatasan fisik).

Mungkin itulah sebabnya mereka menjalani hari-hari dengan mengemis. Seperti alasan banyak pengemis yang selama ini beroperasi di kota, khususnya di kota Banda Aceh. Ya, seperti lazim yang kita jumpai dalam kehidupan sehar-hari. Saya juga  melihat di lapangan ada beberapa alasan mengapa masih banyak masyarakat yang berkategori kurang mampu masih bekerja menjadi peminta-peminta di sepanjang jalan Banda Aceh. Banyak dari mereka yang berlatar belakang tidak memiliki pekerjaan yang tetap untuk dapat memenuhi kebutuhan ekonomi,  maupun karena ketidakmampuan mereka karena memiliki keterbatasan fisik dalam aktivitas sehari-hari.

Sama halnya dengan kedua saudara tersebut, mereka melakukan pekerjaan tersebut karena dilatar belakangi dua hal di atas. Adapun kedua saudara tersebut melangsungkan aksi mereka setiap harinya dari pagi hingga sore hari dengan cara berkeliling pasar Aceh dan sekitarnya dengan membawa sebuah ember kecil sebagai wadah dari hasil yang mereka dapatkan setiap harinya serta mengandalkan keterbatasan fisik kaki sang adik dalam berjalan. Sehingga dapat menarik empati maupun belas kasihan dari berbagai kalangan masyarakat yang melihat kondisi mereka.

Namun sangat disayangkan,  jika dilihat dari kondisi sang adik yang setiap harinya harus mengelilingi pasar dan sekitarnya dengan cara ngesot (bergerak dengan cara bertumpu pada tangan) di sepanjang perjalanan. Ia terlihat sangat kelelahan. Wajar saja, dengan kondisinya yang tidak bisa berjalan dan harus berjalan dengan bertumpu di tangan, pasti sangat melelahkan. Dalam kondisi semacam itu, terasa bagai ada paksaan untuk mencari uang.

Padahal akan lebih baik, jika sang kakak mencari pekerjaan yang lebih memungkinkan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan mereka tanpa harus melibatkan sang adik yang berada dalam kondisi memprihatinkan itu. Dikatakan demikian, karena kondisinya dikategorikan sudah tidak mampu bekerja karena fisiknya yang terbatas.

Seharusnya  ada pihak dapat membantu. Misalnya memberikan pekerjaan kepada kakaknya dan oleh pemerintah setempat bisa membantu memfasilitasi mereka agar kesejahteraan masyarakat dapat terjamin dan berkurangnya angka kemiskinan yang dilatar belakangi oleh ketimpangan sosial.

Jadi, campur tangan pemerintah dalam hal ini sangat dibutuhkan, karena dapat mempengaranguhi lingkungan dan ketenangan seluruh masyarakat, sehingga jika hal ini dapat terminimalisirkan, maka akan terciptanya kota yang aman, damai dan tentram. Selain dari pada itu, kontribusi pemerintah dalam menanggulangi masalah kemiskinan perlu adanya kesadaran masyarakat sekitar agar dapat membantu teratasinya masalah kemiskinan ini..Ada banyak cara untuk membantu. Misalnya, dengan memberikan bantuan fisik (seperti memberikan pekerjaan, membantu mendanai usaha umkm dan bantuan-bantuan lain yang bisa memberdayakan dan memandirikan mereka.

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
IPHI Aceh Santuni 50 Yatim

IPHI Aceh Santuni 50 Yatim

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com