POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Ia Terpaksa Ngesot Mengais Rezeki Untuk Sehari-hari

RedaksiOleh Redaksi
November 16, 2024
Ia Terpaksa Ngesot Mengais Rezeki Untuk Sehari-hari
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Noni Istiana Mulia Waruwu

Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh. 

Pada hari senin,10 September 2024, saya melakukan observasi dan wawancara secara langsung kepada 2 orang bersaudara yang kesehariannya itu berkeliling pasar Aceh untuk mengemis. Saya menjumpai keduanya di pasar Aceh, tepatnya di gampong Baru. Kedua saudara tersebut berumur 50 tahun (kakak yang memiliki kondisi yang baik) dan 37 tahun (adik yang memiliki keterbatasan fisik).

Mungkin itulah sebabnya mereka menjalani hari-hari dengan mengemis. Seperti alasan banyak pengemis yang selama ini beroperasi di kota, khususnya di kota Banda Aceh. Ya, seperti lazim yang kita jumpai dalam kehidupan sehar-hari. Saya juga  melihat di lapangan ada beberapa alasan mengapa masih banyak masyarakat yang berkategori kurang mampu masih bekerja menjadi peminta-peminta di sepanjang jalan Banda Aceh. Banyak dari mereka yang berlatar belakang tidak memiliki pekerjaan yang tetap untuk dapat memenuhi kebutuhan ekonomi,  maupun karena ketidakmampuan mereka karena memiliki keterbatasan fisik dalam aktivitas sehari-hari.

Sama halnya dengan kedua saudara tersebut, mereka melakukan pekerjaan tersebut karena dilatar belakangi dua hal di atas. Adapun kedua saudara tersebut melangsungkan aksi mereka setiap harinya dari pagi hingga sore hari dengan cara berkeliling pasar Aceh dan sekitarnya dengan membawa sebuah ember kecil sebagai wadah dari hasil yang mereka dapatkan setiap harinya serta mengandalkan keterbatasan fisik kaki sang adik dalam berjalan. Sehingga dapat menarik empati maupun belas kasihan dari berbagai kalangan masyarakat yang melihat kondisi mereka.

📚 Artikel Terkait

“Wahabi Lingkungan” atau Suara Nalar yang Dikebiri?

Aceh Pascadamai: Mengapa Ingatan Kolektif Tak Pernah Benar-Benar Usai

Perempuan Pewarta

Jejak Digital Perempuan, Moral Publik, dan Ruang Strategis Negara

Namun sangat disayangkan,  jika dilihat dari kondisi sang adik yang setiap harinya harus mengelilingi pasar dan sekitarnya dengan cara ngesot (bergerak dengan cara bertumpu pada tangan) di sepanjang perjalanan. Ia terlihat sangat kelelahan. Wajar saja, dengan kondisinya yang tidak bisa berjalan dan harus berjalan dengan bertumpu di tangan, pasti sangat melelahkan. Dalam kondisi semacam itu, terasa bagai ada paksaan untuk mencari uang.

Padahal akan lebih baik, jika sang kakak mencari pekerjaan yang lebih memungkinkan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan mereka tanpa harus melibatkan sang adik yang berada dalam kondisi memprihatinkan itu. Dikatakan demikian, karena kondisinya dikategorikan sudah tidak mampu bekerja karena fisiknya yang terbatas.

Seharusnya  ada pihak dapat membantu. Misalnya memberikan pekerjaan kepada kakaknya dan oleh pemerintah setempat bisa membantu memfasilitasi mereka agar kesejahteraan masyarakat dapat terjamin dan berkurangnya angka kemiskinan yang dilatar belakangi oleh ketimpangan sosial.

Jadi, campur tangan pemerintah dalam hal ini sangat dibutuhkan, karena dapat mempengaranguhi lingkungan dan ketenangan seluruh masyarakat, sehingga jika hal ini dapat terminimalisirkan, maka akan terciptanya kota yang aman, damai dan tentram. Selain dari pada itu, kontribusi pemerintah dalam menanggulangi masalah kemiskinan perlu adanya kesadaran masyarakat sekitar agar dapat membantu teratasinya masalah kemiskinan ini..Ada banyak cara untuk membantu. Misalnya, dengan memberikan bantuan fisik (seperti memberikan pekerjaan, membantu mendanai usaha umkm dan bantuan-bantuan lain yang bisa memberdayakan dan memandirikan mereka.

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
IPHI Aceh Santuni 50 Yatim

IPHI Aceh Santuni 50 Yatim

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00