POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Potret Kemiskinan di Jalanan dan Pentingnya Penanggulangan Sosial bagi Pengemis

RedaksiOleh Redaksi
November 12, 2024
Tags: #pengemis
Potret Kemiskinan di Jalanan dan Pentingnya Penanggulangan Sosial bagi Pengemis
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Sri Aliyah Buana

Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam -UIN Ar-Raniry, Banda Aceh

 

Pada hari Minggu, tanggal 29 September 2004, saya melakukan observasi di kawasan Pasar Aceh dan melihat dua perempuan bersaudara yang sedang berjalan di pinggir jalan sambil meminta sedekah. Kedua perempuan ini mengenakan pakaian lusuh, dan masing-masing membawa ember kecil sebagai wadah untuk menampung uang pemberian dari para pejalan kaki maupun pengendara yang lalu lalang. Pemandangan ini begitu mengundang rasa iba, terutama karena kondisi fisik salah satu dari mereka—si adik—yang tampak memiliki keterbatasan. Dengan tubuh kurus dan kaki yang tidak sempurna, ia harus menyeret tubuhnya menggunakan tangan agar bisa bergerak maju.

 

Dari informasi yang pernah saya dengar, si adik pernah dimasukkan ke dalam panti sosial agar dapat dirawat dengan layak oleh pihak pemerintah. Namun, sang kakak kemudian mengeluarkan adiknya dari panti sosial dengan janji bahwa ia tidak akan lagi membawa adiknya ke jalanan untuk mengemis. Sayangnya, janji tersebut tidak ditepati, terbukti dari kenyataan bahwa mereka masih berkeliaran di pinggir jalan, mengulurkan ember kecil untuk meminta belas kasihan. Sang kakak, yang berusia sekitar 50 tahun dan sebenarnya dalam kondisi fisik yang masih cukup kuat, seharusnya bisa mencari nafkah dengan cara yang lebih bermartabat. Namun, mungkin karena tuntutan finansial dan beban tanggung jawab keluarga, ia memilih untuk mengemis, yang mungkin dianggapnya sebagai jalan termudah untuk memenuhi kebutuhan hidup.

📚 Artikel Terkait

Tak Sempat Menulis – Ulasan Artikel

Almarhum Drs. Mohd. Kalam Daud. M.Ag., dalam Kenangan….!

Disdik Gayo Lues Selenggarakan Sosialisasi Penulisan Blangko Ijazah SD dan SMP

SISWA SMAN 1 LHOKSEUMAWE BELAJAR KURIKULUM MERDEKA DI SITUS KERAJAAN SAMUDRA PASAI

 

Apabila kita menggali informasi lebih lanjut, mungkin akan terungkap alasan-alasan lain yang membuat mereka terjerat dalam praktik mengemis ini. Kondisi ekonomi yang sulit, kurangnya keterampilan, dan akses terbatas ke pekerjaan mungkin menjadi faktor yang mendorong mereka untuk mengandalkan belas kasihan orang lain sebagai sumber penghidupan. Situasi ini sungguh ironis, mengingat sang kakak sebenarnya memiliki potensi untuk bekerja dan hidup secara mandiri, sementara sang adik membutuhkan perawatan dan dukungan khusus yang layak.

 

Situasi seperti ini tidak seharusnya dibiarkan terus-menerus terjadi, terutama jika ada peluang untuk mengarahkan mereka pada jalan yang lebih baik. Kehadiran pengemis di pinggir jalan bukan hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga menimbulkan risiko kecelakaan, mengingat lokasi tempat mereka sering kali berdekatan dengan arus lalu lintas yang ramai. Untuk menangani permasalahan ini, peran pemerintah sangat penting dalam memberikan bantuan sosial berupa pelatihan keterampilan kepada para pengemis agar mereka bisa memperoleh penghasilan dengan cara yang lebih bermartabat. Selain itu, razia pengemis dapat dilakukan sebagai langkah awal, namun dengan tujuan agar mereka dapat diarahkan pada pelatihan khusus sehingga mereka memiliki keterampilan dan panduan untuk mencari nafkah di luar jalanan.

 

Di sisi lain, masyarakat juga dapat ikut berkontribusi dalam penanggulangan masalah pengemis ini dengan membuka lapangan pekerjaan yang layak bagi mereka yang membutuhkan. Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan masyarakat, mereka dapat menjalani hidup yang lebih bermartabat tanpa harus mengandalkan belas kasihan dari orang lain. Langkah-langkah ini, jika diterapkan secara konsisten, dapat menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan mengurangi jumlah pengemis di jalanan, sehingga tercipta kota yang lebih aman, nyaman, dan mendukung kesejahteraan sosial bagi seluruh warga.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 120x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 101x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
25 Jan 2026 • 80x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 74x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: #pengemis
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
168
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Puisi-Puisi Alkhair Aljohore@

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00