POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Perjuangan Tanpa Henti Sang Pengemis di Simpang Jambo Tape

Minggu 29 September 2024 Pukul 17.45 wib, Simpang Jambo Tape Kota Banda Aceh, kuamati dan kugali informasi dari pengemis itu

RedaksiOleh Redaksi
November 11, 2024
Tags: #pengemis
Perjuangan Tanpa Henti Sang Pengemis di Simpang Jambo Tape
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh AZIA

Mahasiswa Semester Lima, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Pada dasarnya, setiap orang telah diberi potensi oleh Allah SWT agar dapat hidup mandiri. Telah diberi akal dan pikiran agar dapat berusaha dan berikhtiar mencari kebutuhan hidup, dengan cara, satu di antaranya adalah  tolong-menolong antara sesama manusia, karena manusia adalah makhluk sosial, dan tidak dapat melepaskan diri dari kehidupan bermasyarakat. Lalu, mengapa ada pengemis yang semakin banyak terlihat saat ini? Lalu, kemudian banyak pula dipersoalkan.

Nah, fenomena pengemis sebenarnya  merupakan masalah yang kompleks dan memiliki dimensi sosial, ekonomi, dan budaya yang perlu dipahami serta ditanggani dengan pendekatan yang tepat. Mengapa demikian? Dalam realitas sosial, ternyata pengemis tidak hanya mereka yang benar-benar membutuhkan. Ada pengemis yang membutuhkan bantuan, karena kemiskinan, ada juga yang memanfaatkan profesi pengemis sebagai cara untuk mendapat penghasilan lebih mudah.

Meskipun banyak pengemis hidup dalam kemiskinan, terdapat laporan di beberapa kota besar dimana pengemis bisa mendapatkan penghasilan yang cukup besar dari mengemis. Bahkan, ada yang bisa memperoleh lebih banyak daripada pekerja formal dengan upah minimum.

Begitu pula yang terjadi pada tengah keramaian Simpang Jambo Tape, Kota Banda Aceh, terlihat sosok seorang pria paruh baya dengan keterbatasan fisik, berdiri sambil memegang tongkat. Usianya sekitar 37 tahun. pakaiannya sederhana dengan kemeja dan tas hitam yang digantung di pundak untuk menampung hasil belas  kasih dari orang-orang yang lalu lalang.

📚 Artikel Terkait

Pidie Jaya Semakin Bergelora Menyiapkan Penulis Andal Sejak Dini

Terima Kasih DPR

Perempuan Yang Melahirkan Bait Puisi

KAKI MELANGKAH, MATA MENATAP, HATI MENIKMATI KEINDAHAN MUSIUM PIDIE JAYA.

Bagi sebagian orang, ia mungkin hanya bagian dari pemandangan kota. Namun, kisah hidupnya penuh dengan perjuangan yang tak terlihat dari pandangan sekilas. Penulis telah melakukan observasi dan sekaligus mewawancarainya untuk mendapatkan informasi yang lengkap tentang kehidupan seorang pengemis.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang penulis dapatkan, pria ini berasal dari Kampung Keudah dan kini menetap di Kampung Ule Kareng. Beliau bukan hanya sosok bapak yang biasa, tapi juga merupakan kepala keluarga yang sangat hebat. Beliau tinggal bersama istri yang sedang menderita sakit parah dan dua anak kecil di kampung Ule kareng.

Dalam situasi yang penuh tantangan dan keterbatasa nya yang tidak bisa melihat,Beliau berjuang mencari nafkah untuk keluarganya dengan semangat yang tak mudah goyah. Dari pagi hingga sore, ia menjalani rutinitasnya di jalanan, berharap bisa membawa pulang rezeki untuk menghidupi keluarganya.

Bagi pria ini, mengemis bukan sekadar pilihan, tetapi sebuah keharusan. Dengan keterbatasan yang ia miliki, mencari pekerjaan tetap menjadi tantangan besar. Namun, tekadnya untuk menafkahi keluarga tetap teguh. Ia adalah bukti hidup bahwa cinta dan dedikasi seorang ayah mampu mengatasi segala rintangan, bahkan dalam kondisi yang paling berat sekalipun.

Kisah ini tak hanya menggambarkan betapa gigihnya perjuangan pria tersebut, tetapi juga membuka mata kita tentang perlunya dukungan dari komunitas dan pemerintah bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan. Program sosial dan bantuan kemanusiaan yang tepat sasaran akan sangat berarti untuk meringankan beban hidup orang-orang seperti pria ini, yang di tengah segala keterbatasan masih menyimpan harapan dan keyakinan.

Momen ini tidak hanya mencerminkan kisah hidup seseorang, melainkan menjadi simbol ketabahan dan keberanian dalam menghadapi hidup. Jadi, pria ini adalah inspirasi nyata bahwa di balik keterbatasan, ada jiwa yang pantang menyerah, dan semangat untuk memberi yang terbaik bagi keluarga yang dicintai.

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: #pengemis
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
RASA IBA TERHADAP PENGEMIS DI BANDA ACEH DAN TANTANGAN SOSIALNYA

RASA IBA TERHADAP PENGEMIS DI BANDA ACEH DAN TANTANGAN SOSIALNYA

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00