• Latest
Keseruan di Kelas Bahasa Jepang Bersama Sensei Wahhab - 402085c1 d1ca 465a b7b7 317944f1d854 | Pendidikan | Potret Online

Keseruan di Kelas Bahasa Jepang Bersama Sensei Wahhab

Oktober 27, 2024
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Keseruan di Kelas Bahasa Jepang Bersama Sensei Wahhab - 1001348646_11zon | Pendidikan | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari CĂłrdoba

April 21, 2026
Keseruan di Kelas Bahasa Jepang Bersama Sensei Wahhab - 1001353319_11zon | Pendidikan | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Keseruan di Kelas Bahasa Jepang Bersama Sensei Wahhab - 1001361361_11zon | Pendidikan | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Keseruan di Kelas Bahasa Jepang Bersama Sensei Wahhab

Erika Syifaq by Erika Syifaq
Oktober 27, 2024
in Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
0
Keseruan di Kelas Bahasa Jepang Bersama Sensei Wahhab - 402085c1 d1ca 465a b7b7 317944f1d854 | Pendidikan | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

 

Oleh Erika Syifaq

Taruni Kelas XI Perhotelan SMK Negeri 1 Jeunieb

Baca Juga
  • Dosen dan Mahasiswa University of Rhode Island (URI) Amerika Serikat Kunjungi SMK Negeri PP Saree
  • SLB YBSM Banda Aceh Selenggarakan Persami di Sekolah

Di SMK Negeri 1 Jeunieb, suasana kelas Bahasa Jepang selalu dipenuhi dengan tawa dan keceriaan saat pelajaran Bahasa Jepang berlangsung.

Semua siswa senang diajar oleh Sensei (guru) Wahhab Ishaq, sensei yang murah senyum, tegas tapi humoris.

Baca Juga
  • Soal Essay, Pilihan Cerdas Yang Mencerdaskan
  • Ketika Gelar Doktor Harus Parkir Dulu

Sensei Wahhab panggilan akrabnya, ketika masuk kelas semua perhatian tertuju padanya, siap untuk belajar dengan penuh semangat.

Dikenal sebagai sensei yang mampu membuat pelajaran menjadi menyenangkan.

Baca Juga
  • Ironi Sertifikasi Guru
  • Remaja dan Pembangunan Berkelanjutan, Compatible or Not ?

Setiap kali mengajar, ia selalu menyelipkan humor dalam penjelasannya, sehingga materi yang disampaikan terasa lebih ringan.

“Anak-anak, hari ini kita akan belajar hiragana, sebelumnya ada yang tahu hiragana itu apa?” tanya sensei wahhab dengan senyum lebar.

Semua murid mulai kebingungan, mereka belum mengetahui sedikit pun tentang Jepang, baik itu bahasa ataupun budaya.

Erika, siswa yang dikenal dengan rasa keingintahuannya pun bertanya “emang hiragana itu apa sensei?, kami belum tahu apa-apa tentang Jepang, sensei. Yang kami tahu cuma anime yang dari Jepang” Tanya Erika Dangan rasa ingin tahu yang sangat tinggi

“Baik, jadi hiraga itu adalah huruf asli Jepang, dan nanti kita juga bakal belajar kata kana, nah kata kana itu adalah serapan dari bahasa asing, sampai sini ngerti kan Minna?” serunya dengan semangat.

Minna adalah sapaan akrab sensei untuk anak didiknya. Minna singkatan dari kata minnasan (teman-teman).

Erika selalu menjadi sorotan dengan ide-ide kreatifnya dan hal-hal random yang ia lakukan mampu mengundang tawa seluruh kelas.

Di sisi lain, Cut Annisa, atau yang akrab disapa Cut, merupakan taruni yang taat dan selalu disiplin, mulai menyiapkan buku catatannya.

“Saya akan mencatat dulu apa yang Sensei jelaskan barusan, ya, Sensei!” kata Cut sambil mengangkat tangannya.

Ia merupakan contoh taruni yang patuh terhadap aturan, dan sering kali membantu menjaga ketertiban di kelas.

Namun, tidak semua taruni mudah diatur. Meli, taruni yang terkenal susah diatur, sering kali mengganggu suasana kelas.

Saat teman-temannya fokus mendengarkan, Meli justru sibuk bercanda dan membuat lelucon yang kadang membuat Sensei Wahab harus menegurnya.

“Meli, bisa tolong tenang sedikit? Kita sedang belajar!” tegas Sensei Wahab, namun tetap dengan nada yang ramah.

Sementara itu, Tasya, siswa cerdas yang selalu unggul dalam pelajaran, terlihat serius memikirkan cara agar mudah menghafal hiragana dan kata kana.

Tasya memiliki kemampuan yang luar biasa dalam mengingat, dan ide-idenya sering kali menginspirasi teman-temannya.

Konflik mulai muncul di dalam diri Meli. Ia merasa tidak dihargai karena sering ditegur oleh Sensei Wahhab.

“Kenapa sih saya selalu dianggap mengganggu? Saya hanya ingin bersenang-senang,” keluhnya dalam hati

Meli berusaha untuk bersikap baik, tetapi sifatnya yang humoris kadang sulit untuk dikendalikan.

Sensei Wahhab menyadari bahwa Meli sedang mengalami konflik batin, berusaha mencari cara untuk mendekatinya.

Ia ingin mengajak Meli untuk lebih aktif berkontribusi dalam kelas tanpa mengganggu teman-temannya.

“Meli, saya butuh bantuanmu untuk membuat suasana kelas lebih ceria. Bisa nggak kamu membantu saya?” tawarnya.

Meli terkejut mendengar ajakan Sensei Wahhab, “Serius, Sensei? Saya bisa?” tanyanya dengan wajah tak percaya.

Sensei Wahhab hanya tersenyum dan mengangguk, meyakinkan Meli bahwa ia sangat dihargai.

“Tentu, kamu bisa! Kita bisa membuat kelas lebih hidup bersama,” jawab Sensei Wahab dengan semangat.

Erika dan Cut, yang mendengar percakapan itu, saling bertukar pandang dan senyum.

Mereka merasa senang karena Meli akhirnya diberi kesempatan untuk berkontribusi. “Kita harus mendukung Meli, ya!” bisik Erika kepada Cut.

Sejak saat itu, Meli berusaha untuk lebih baik dalam berperilaku.

Ia mulai membantu Sensei Wahhab menyiapkan permainan edukatif yang bisa membuat suasana kelas lebih menyenangkan

Setiap kali pelajaran berlangsung, Meli berperan sebagai penghibur, tetapi dengan cara yang lebih teratur.

Tasya pun merasa senang melihat perubahan sikap Meli. Ia mengajak Meli untuk berdiskusi dan berbagi ide tentang puisi.

“Ayo, kita buat kalimat puisi tentang keceriaan di kelas! Ini bisa jadi proyek kita bersama, aku yang bikin kata-kata dan kamu yang memberikan ide-ide yang ceria di dalam puisi ini nantinya” ajaknya.

Meli, yang merasa lebih dihargai, setuju dan mulai bersemangat

Di akhir pelajaran, Sensei Wahab memberikan pujian kepada seluruh siswa, terutama kepada Meli yang berhasil menunjukkan perubahan positif.

“Kalian semua hebat! Saya bangga bisa mengajarkan kalian. Ingat, belajar itu tidak harus membosankan,” katanya sambil tersenyum.

Suasana kelas Bahasa Jepang semakin ceria, dan konflik batin Meli mulai mereda. Ia merasa diterima dan dihargai oleh teman-temannya

Dengan bimbingan Sensei Wahhab, semua siswa belajar bahwa setiap orang memiliki peran penting dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Keceriaan di kelas Bahasa Jepang semakin bertambah dengan kehadiran Meli yang kini lebih kooperatif.

Semua siswa merasakan kebahagiaan dan kebersamaan, menciptakan kenangan indah yang akan selalu diingat

Setiap belajar bersama Sensei Wahhab menjadi momen yang penuh warna dan kegembiraan.

Tags: #Essay
Share234SendTweet146Share
Erika Syifaq

Erika Syifaq

Next Post
Keseruan di Kelas Bahasa Jepang Bersama Sensei Wahhab - 4d7a5424 adc7 40e9 a2a8 b51a699450b3 | Pendidikan | Potret Online

Teknologi Yang Memudahkan Hidup Kita

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com