• Latest

Keseruan di Kelas Bahasa Jepang Bersama Sensei Wahhab

Oktober 27, 2024
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Keseruan di Kelas Bahasa Jepang Bersama Sensei Wahhab

Erika Syifaqby Erika Syifaq
Januari 21, 2025
Reading Time: 3 mins read
Tags: #Essay
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

 

Oleh Erika Syifaq

Taruni Kelas XI Perhotelan SMK Negeri 1 Jeunieb

Di SMK Negeri 1 Jeunieb, suasana kelas Bahasa Jepang selalu dipenuhi dengan tawa dan keceriaan saat pelajaran Bahasa Jepang berlangsung.

Semua siswa senang diajar oleh Sensei (guru) Wahhab Ishaq, sensei yang murah senyum, tegas tapi humoris.

Sensei Wahhab panggilan akrabnya, ketika masuk kelas semua perhatian tertuju padanya, siap untuk belajar dengan penuh semangat.

Dikenal sebagai sensei yang mampu membuat pelajaran menjadi menyenangkan.

Baca Juga

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

Maret 17, 2026
Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Februari 21, 2026
Gamang

Kelas Afirmasi Masih Perlu

Februari 18, 2026

Setiap kali mengajar, ia selalu menyelipkan humor dalam penjelasannya, sehingga materi yang disampaikan terasa lebih ringan.

“Anak-anak, hari ini kita akan belajar hiragana, sebelumnya ada yang tahu hiragana itu apa?” tanya sensei wahhab dengan senyum lebar.

Semua murid mulai kebingungan, mereka belum mengetahui sedikit pun tentang Jepang, baik itu bahasa ataupun budaya.

Erika, siswa yang dikenal dengan rasa keingintahuannya pun bertanya “emang hiragana itu apa sensei?, kami belum tahu apa-apa tentang Jepang, sensei. Yang kami tahu cuma anime yang dari Jepang” Tanya Erika Dangan rasa ingin tahu yang sangat tinggi

“Baik, jadi hiraga itu adalah huruf asli Jepang, dan nanti kita juga bakal belajar kata kana, nah kata kana itu adalah serapan dari bahasa asing, sampai sini ngerti kan Minna?” serunya dengan semangat.

Minna adalah sapaan akrab sensei untuk anak didiknya. Minna singkatan dari kata minnasan (teman-teman).

Erika selalu menjadi sorotan dengan ide-ide kreatifnya dan hal-hal random yang ia lakukan mampu mengundang tawa seluruh kelas.

Di sisi lain, Cut Annisa, atau yang akrab disapa Cut, merupakan taruni yang taat dan selalu disiplin, mulai menyiapkan buku catatannya.

“Saya akan mencatat dulu apa yang Sensei jelaskan barusan, ya, Sensei!” kata Cut sambil mengangkat tangannya.

Ia merupakan contoh taruni yang patuh terhadap aturan, dan sering kali membantu menjaga ketertiban di kelas.

Namun, tidak semua taruni mudah diatur. Meli, taruni yang terkenal susah diatur, sering kali mengganggu suasana kelas.

Saat teman-temannya fokus mendengarkan, Meli justru sibuk bercanda dan membuat lelucon yang kadang membuat Sensei Wahab harus menegurnya.

ADVERTISEMENT

“Meli, bisa tolong tenang sedikit? Kita sedang belajar!” tegas Sensei Wahab, namun tetap dengan nada yang ramah.

Sementara itu, Tasya, siswa cerdas yang selalu unggul dalam pelajaran, terlihat serius memikirkan cara agar mudah menghafal hiragana dan kata kana.

Tasya memiliki kemampuan yang luar biasa dalam mengingat, dan ide-idenya sering kali menginspirasi teman-temannya.

Konflik mulai muncul di dalam diri Meli. Ia merasa tidak dihargai karena sering ditegur oleh Sensei Wahhab.

“Kenapa sih saya selalu dianggap mengganggu? Saya hanya ingin bersenang-senang,” keluhnya dalam hati

Meli berusaha untuk bersikap baik, tetapi sifatnya yang humoris kadang sulit untuk dikendalikan.

Sensei Wahhab menyadari bahwa Meli sedang mengalami konflik batin, berusaha mencari cara untuk mendekatinya.

Ia ingin mengajak Meli untuk lebih aktif berkontribusi dalam kelas tanpa mengganggu teman-temannya.

“Meli, saya butuh bantuanmu untuk membuat suasana kelas lebih ceria. Bisa nggak kamu membantu saya?” tawarnya.

Meli terkejut mendengar ajakan Sensei Wahhab, “Serius, Sensei? Saya bisa?” tanyanya dengan wajah tak percaya.

Sensei Wahhab hanya tersenyum dan mengangguk, meyakinkan Meli bahwa ia sangat dihargai.

“Tentu, kamu bisa! Kita bisa membuat kelas lebih hidup bersama,” jawab Sensei Wahab dengan semangat.

Erika dan Cut, yang mendengar percakapan itu, saling bertukar pandang dan senyum.

Mereka merasa senang karena Meli akhirnya diberi kesempatan untuk berkontribusi. “Kita harus mendukung Meli, ya!” bisik Erika kepada Cut.

Sejak saat itu, Meli berusaha untuk lebih baik dalam berperilaku.

Ia mulai membantu Sensei Wahhab menyiapkan permainan edukatif yang bisa membuat suasana kelas lebih menyenangkan

Setiap kali pelajaran berlangsung, Meli berperan sebagai penghibur, tetapi dengan cara yang lebih teratur.

Tasya pun merasa senang melihat perubahan sikap Meli. Ia mengajak Meli untuk berdiskusi dan berbagi ide tentang puisi.

“Ayo, kita buat kalimat puisi tentang keceriaan di kelas! Ini bisa jadi proyek kita bersama, aku yang bikin kata-kata dan kamu yang memberikan ide-ide yang ceria di dalam puisi ini nantinya” ajaknya.

Meli, yang merasa lebih dihargai, setuju dan mulai bersemangat

Di akhir pelajaran, Sensei Wahab memberikan pujian kepada seluruh siswa, terutama kepada Meli yang berhasil menunjukkan perubahan positif.

“Kalian semua hebat! Saya bangga bisa mengajarkan kalian. Ingat, belajar itu tidak harus membosankan,” katanya sambil tersenyum.

Suasana kelas Bahasa Jepang semakin ceria, dan konflik batin Meli mulai mereda. Ia merasa diterima dan dihargai oleh teman-temannya

Dengan bimbingan Sensei Wahhab, semua siswa belajar bahwa setiap orang memiliki peran penting dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

Keceriaan di kelas Bahasa Jepang semakin bertambah dengan kehadiran Meli yang kini lebih kooperatif.

Semua siswa merasakan kebahagiaan dan kebersamaan, menciptakan kenangan indah yang akan selalu diingat

Setiap belajar bersama Sensei Wahhab menjadi momen yang penuh warna dan kegembiraan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 367x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 333x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 277x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 275x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Teknologi Yang Memudahkan Hidup Kita

Teknologi Yang Memudahkan Hidup Kita

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com