POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Menegasikan Kritik dan Yang Kebakaran Jenggot

RedaksiOleh Redaksi
April 3, 2024
Tadarus
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Tabrani Yunis

Pagi Minggu, usai salat Subuh, selama mendapat mainan baru yang bernama gadget, kegiatan yang sering dilakukan adalah membuka layar gadget, HP untuk membaca informasi yang masuk di WhatsApp atau juga membaca postingan warga Facebook dan juga menonton video – video singkat yang sesuai dengan selera. Selain itu, selagi masih pagi, tugas di rumah tidak elok diserahkan semua ke pundak isteri. Sebagai seorang suami harus mau mengambil alıh sedikit peran membersihkan rumah, seperti menyapu, menjemur kain yang sudah dibilas dan dikeringkan di mesin cuci dan lain-lain. Kegiatan yang sebenarnya menjadi alternatif olah raga pagi.

Usai melakukan aktivitas rumahan tersebut, maka bersiap-siap untuk ke POTRET Gallery, melakukan aktivitas bisnis dan sekaligus memanfaatkan waktu dan sikap produktif agar hari ini ada sesuatu atau karya yang bisa dibagikan kepada publik. Ya, karena memiliki kebutuhan dan kemampuan menulis, maka kegiatan menulis adalah kegiatan yang menjadi kebutuhan sehari-hari. Rasanya, tidak enak kalau tidak ada satu ide pun ditulis, walau hanya satu atau dua paragraf.

Lalu, ketika berada di POTRET Gallery, usai memasukan uang pecah ke dalam cash register, Penulis menjangkau sebuah buku dari beberapa buku yang diletakkan dekat meja kasir. Sebuah buku yang berjudul “ Generasi Produktif”, buku yang memaparkan tentang cara mengatur waktu agar hidup makin produktif. Buku itu ditulis oleh Ahmad Rifa’i Rif’an yang merupakan Penulis buku yang masuk kategori “Best Sellers “. Karena beliau sudah banyak menerbitkan buku yang menarik dan penting dibaca. Membaca, membantu seseorang menemukan ide, maka buku bagus itu Penulis rain dari sudut meja kasir di POTRET Gallery.

Karena merasa penting dan menarik, maka Penulis mulai membaca pengantar dan dilanjutkan dengan beberapa sub judul yang inspiratif. Dikatakan inspiratif karena dalam setiap ulasan dalam buku itu, memberikan kita ide-ide baru dan mendorong kita untuk menulis. Ya, saat membaca satu topik, pikiran penulis terbawa pada fenomena atau realitas di tengah masyarakat  yang  menegasikan kritik. Penulis nemakanai bahwa isi buku tersebut adalah berupang kritik-kritik sosial yang disajikan dengan apik, sehingga orang tidak merasa bahwa penulisnya sedang menyampaikan kritik terhadap kehidupan generasi Bangsa yang sedang berjalan. am kehidupan kita. Hanya saja, tidak dianggap sebagai sebuah kritik, karena lebih banyak disaji dalam bentuk motivasi untuk membangun kesadaran yang tidak menohok kebijakan atau menyudutkan orang, tetapi menyasar orang atau kebiasaan umum.

Berbicara soal kritik, mengingatkan penulis pada kebiasaan penulis yang sejak awal menulis opini di media cetak, seperti surat kabar dan majalah atau biletin, yang tulisan-tulisan tersebut umumnya sarat dengan kritik, terutama mengenai pendidikan. Ya, penulis melakukan kritik terhadap berbagai kondisi, dan kebijakan pendidikan di level daerah, maupun nasional. Banyak kritik tajam yang penulis lontarkan dalam tulisan-tulisan tersebut. Sehingga, penulis sering dicap sebagai tukang kritik. Ya, karena Setiap menulis, ısi atau content dari tulisan merupakan kritik terhadap pemerintah. Ya, menarik dan sangat menantang jadinya.

Nah,  maka ketika kita menulis opini yang berisi kritik dan apalagi dicap sebagai tukang kritik, dalam kehidupan sosial, kita akan berhadapan dengan dua kondisi. Kondisi pertama yang suka dengan tindakan mengkritik, akan melihat apa yang kita tulis dan kita kritik itu mewakili aspirasi mereka, sehingga mereka pun terus memberikan dukungan dengan berkata, Ditunggu tulisan berikutnya. Selain kemungkinan sesuai dengan pikiran mereka, bisa jadi mereka sangat faham dengan  apa yang dikatakan kritik tersebut, peran dan fungsi, serta tujuan mengkritik.

📚 Artikel Terkait

Inilah 100 Puisi Lolos Kurasi dan Berikut Nama-Nama Penyair Terpilih

Ironi di Tanjung Rhu

Memimpin Bangsa, Buku, Visi dan Pendidikan

HARI BURUH

Ya, sebab bila hal itu difahami sebagai sebuah kritik, maka kondisinya akan berbeda. Kritik yang berasal dari bahasa Yunani, kritikos yang berarti bisa atau dapat didiskusikan sebenarnya sangat diperlukan. Sebab, kata kritikos yang diambil dari kata krenein berarti memisahkan, mengamati, menimbang, dan membandingkan. Selanjutnya,  sebagaiman sering kita ucap dan gunakan, sesungguhnya  setiap manusia memiliki kebebasan untuk berpendapat. Dengan demikian kita memiliki hak untuk memberikan kritik atau penilaian.

Apalagi kritik yang dimaksud di sini adalah kritik yang bisa membangun untuk menjadikan seseorang atau suatu saran untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Bukan hanya itu,  kritik juga sebagai bentuk atau tindakan penilaian terhadap suatu hal.

Idealnya, kritik itu tidak dinegasikan, namun dalam kehidupan kita sehari-hari, ketika seseorang mendapat kritik atau dikritik oleh seseorang, maka muncul banyak reaksi terhadap kritik, yang mungkin saja karena tidak memahami makna yang ada di balık kata kritik tersebut. Ya, banyak yang kebakaran jenggot, marah dan benci terhadap orang-orang yang melayangkan kritik tersebut. Anehnya, pula ketika kita melayangkan kritik terhadap kebijakan seorang pejabat, ya dalam hal ini, penulis sering mengkritik kebijakan pendidikan di daerah ini, yang menyorot perilaku atau gaya kepemimpinan pejabat Dinas Pendidikan, maka ada pihak loyalis atau penjilat yang ikut marah atau kebakaran jenggot dengan kritik yang ditulis

Penulis sendiri yang mulai menulis dan aktif melakukan kritik di media sejak 1989, telah sering menerima risiko darı aktivitas menulis dan mengkritik tersebut. Sejalan dengan profesi penulis sebagai guru bahasa Inggris, di mana Kanwil Pendidikan saat itu sebagai lembaga yang mengurus guru, Penulis pernah beberapa kali dipanggil oleh atasan dan ditegur bahkan disidang serta diancam mutasi ke daerah, juga pernah dipindah tugas ke sekolah lain, tanpa ada peringatan, serta pernah dibe tak-ben tak oleh kepala dinas, karena menulis opini yang mengkritik kebijakan atasan. Namun, semua itu penulis hadapi dengan tenang dan semakin menambah semangat menulis, hingga kini, sampai usai pensiun darı tugas sebagai guru.

Bagi penulis, menulis opini yang mengandung kritik tersebut  adalah sebuah kegiatan yang menarik dan penting, karena sebagaimana kita ketahui melakukan kritik dan menulisnya dalam sebuah tulisan merupakan sebuah proses yang sangat bermanfaat. Sebab, kritik merupakan sebuah  proses mengidentifikasi masalah-masalah, lalu  menganalisis dan evaluasi terhadap sesuatu dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, atau membantu memperbaiki pekerjaan atau situasi di sustu tempat, bahkan negara.

Dengan demikian, harus difahami bahwa kritik tersebut sesungguhnya sangat perlu dan penting keberadaannya. Dikatakan demikian, karena eksistensi kritik merupakan respon yang wujudnya adalah penilaian yang objektif dan seimbang mengenai yang dikritisi. Kritik itu pun sebenarnya disampaikan untuk menanggapi sustu kebijakan, opini, pernyataan atau juga kinerja pemerintah dan sebagainya yang berfungsi sebagai warning atau peringatan, saran atau masukan, serta usulan-usulan untuk perbaikan, Sehingga terjadi sebuah perubahan ke arar yang lebih baik.

Oleh sebab itu, selayaknya kritik-kritik yang disampaikan oleh seseorang atau seorang penulis lewat tulisannya, tidak dianggap negatif, apalagi sebagai ancaman terhadap sebuah kebijakan dan jabatan atau posisi di sebuah instansi seperti halnya kepala Dinas dan sebagainya. Semua orang, pejabat Pemerintah harusnya terbuka terhadap kritik yang disampaikan oleh masyarakat, pemerhati atau Pengamat dan siapa pun yang Peduli dan mau menyampaikan kritik. Sehingga dengan kritik tersebut dapat mendorong terjadinya perubahan ke Arab yang lebih baik. Semoga

Tabrani Yunis

Pimpinan Redaksi Majalah POTRET, Pegiat Literasi dan Pensiunan Guru Bahasa Inggris

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

JANGAN PICIK MENGHUJAT STATISTIK

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00