POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

BULLY BUKAN PILIHAN TERBAIK

RedaksiOleh Redaksi
January 18, 2024
BULLY BUKAN PILIHAN TERBAIK
🔊

Dengarkan Artikel

Olejh MIFTAHUL JANNAH

Kelas: X-TKJ 1 SMK  Almubarkeya, Aceh Besar

 

Pagi yang indah di hari Senin, merupakan  hari pertama Nayara di sekolah barunya, di SMKN 1 Nusantara.

“Bunda!! ” teriak Nayara yang terlihat panik.

“Apa! ” balas Bunda Nayara yang sedang berada di dapur.

“Jarum pentul Aya di mana?” tanya Nayara kepada bundanya.

“Ya ampun Aya, Bunda kan udah bilang siapkan duhulu perlengkapanmu. Jadinya kan tidak ribet pas pagi” omel Bundanya.

“Ya maaf bun, tolong carikan ya” rengek Nayara.

“Itu ambil saja di meja rias bunda” balas Bunda Nayara.

Nayara pun bergegas ke kamar bundanya dan langsung mengambil jarum pentul.

Nayara memasang jarum itu di hijabnya agar tak terlepas, setelah dirasa sudah rapi, Nayara pun keluar dari kamar Bundanya dan langsung mengambil tas ranselnya untuk segera ke sekolah.

“Bun Aya berangkat ya, assalamu’alaikum” pamit Nayara sekalian mencium tangan bundanya.

“Eh gak sarapan dulu Aya? ” tanya Bundanya Nayara.

“Sudah telat bun!” teriak Nayara yang telah berada di luar.

Nayara pun masuk ke mobil, dirinya pun diantar hingga sampai di sekolah oleh Pak supir.

“Jam berapa pulangnya Non? ” tanya Pak supir kepada Nayara.

📚 Artikel Terkait

Menuju Perang Dingin 2.0 dan Kekalahan Amerika Serikat?

Sekolah Penggerak di Abdya Ikut Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka

Kuflet Luncurkan Buku Autobiografi “Sulaiman Juned” Di Milad ke 27 Tahun.

Sastra yang Lupa Berkaca

“Nanti Aya telpon kalau sudah pulang ya pak” balas Nayara yang diangguki oleh pak supir.

Nayara pun memasuki kawasan gedung sekolah, ia menuju ke kantor kepala sekolah untuk diberi tahu dimana kelas Nayara berada.

Setelah mengetahui dimana kelasnya, barulah Nayara dan wali kelas dari kelas XI-1 mengantarnya ke kelas.

“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh” ucap salam dari bu Ratih selaku wakil kelas XI-1.

“Wa’alaikumussalam salam warahmatullahi wabarakatuh” jawab serentak seluruh siswa.

“Jadi anak anak, hari ini kita kedatangan siswa baru, ayo nak silahkan perkenalkan diri kamu” ucap bu Ratih.

“Hay semua perkenalkan nama saya Nayara Aprilia, biasa dipanggil Nayara” ucap Nayara memperkenalkan diri.

“Baik Nayara kamu bisa duduk di bangku yang kosong” ucap bu Ratih lagi.

Kemudian Nayara pun duduk di kursi yang kosong yang berada di sebelah siswa perempuan yang berkacamata yang bernama Sari. Tak lupa mereka berdua juga berkenalan.

Pelajaran pun dimulai hingga bell istirahat pun berbunyi. Nayara yang belum mengetahui banyak hal di sekolah barunya ini tetap berada di kelasnya. sementara Sari sudah diajak keluar oleh 3 orang yang Nayara kira adalah teman Sari.

Hingga beberapa menit kemudian Sari tak kunjung kembali. Karena merasa bosan Nayara pun berniat menyusul Sari.

Dan alangkah terkejutnya Nayara melihat Sari yang sedang dibully oleh teman – temannya, dengan sigap Nayara merekam aksi pembullyan itu.

“Berhenti!, atau vidio kalian akan saya kasih ke guru” ancam Nayara.

Mereka yang mendengar ancaman dari Nayara merasa ketakutan dan mereka pun berhenti membully Sari dan menyuruh Nayara untuk menghapus vidio itu.

Nayara menyanggupinya, namun sebenarnya, Nayara hanya berbohong dan vidio itu masih ada di ponselnya dan ia dengan berani memberikan vidio itu sebagai bukti jika Sari mendapatkan pembullyan di sekolah.

Dan para pelaku pembullyan itu pun mendapatkan hukuman berupa diskors selama 1 minggu. Sari sangat berterima kasih kepada Nayara yang telah membelanya sekaligus menjadi temannya.

“Nayara, makasih ya kamu udah mau jadi sahabat aku sekaligus udah bela aku” ucap Sari.

“Iya sama sama, kamu jangan sedih lagi ya. Sekarang ada aku di sini dan gak ada yang boleh menyakiti  kamu” balas Nayara yang membuat Sari tersenyum.

Hingga akhirnya mereka berdua pun telah menjadi sahabat dan menghabiskan waktu bersama sama. Lalu, semenjak kejadian itu Sari pun tidak lagi mendapat pembullyan dari teman temannya berkat keberanian dari Nayara.

Kita harus dapat mengambil hikmah  dari apa yang terjadi padamu Sari. Kita harus peduli dan waspada terhadap aksi atau tindakan bully di sekolah kita atau juga di tempat lain. Kita perlu ingatkan kepada teman-teman. Ya, berhentilah membully karena membully tidak membuat kita keren, namun membuat kita terlihat layaknya pecundang. Harus pula kita ingatkan kepada kawan -kawan agar jangan hanya kita terlihat lebih baik dari mereka kita bisa seenaknya membully.

Mungkin mereka akan memaafkan, namun hal itu masih membekas di dalam lubuk hati korban bully. Maka, jangan sampai karena ulah kita membuat orang lain merasakan trauma,maka dari itu berhentilah membully.

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Bulan Rajab Sebagai Momentum Refleksi Diri dan Tingkatkan Kualitas Diri

Bulan Rajab Sebagai Momentum Refleksi Diri dan Tingkatkan Kualitas Diri

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00