POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Perjalanan untuk Mengenyam Pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri.

RedaksiOleh Redaksi
December 16, 2023
Menjalani Takdir dengan Kelapangan Hati
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Yurisa

Berdomisili di Aceh Timur

Berjuang untuk bisa kuliah sangatlah tidak mudah. Tahun 2014 menjadi tahun kelulusan di Sekolah Menengah Atas.

Banyak hal yang harus dipersiapkan untuk menghadapi Ujian Nasional dan pemilihan untuk  masuk Universitas yang diinginkan.

Jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk  Perguruan Tinggi Negeri) menjadi  tahap awal untuk mendaftar masuk ke perguruan tinggi yang diinginkan.

Guru-guru, kerap kali memberi  motivasi untuk kami agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Akan tetapi ada hal  yang menyiutkan nyali untuk mendaftar di Perguruan Tinggi Negeri. Dana kuliah yang tidak sedikit menjadi pertimbangan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi negeri.

Beruntung sekali ada program beasiswa Bidikmisi untuk para siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Aku sangat berminat dan ikut berpartisipasi dalam program itu. Mendaftar SNMPTN dengan status beasiswa Bidikmisi agar bisa masuk perguruan tinggi yang diinginkan. Tapi, harapan itu sirna, aku tidak lolos jalur SNMPTN dan harus mengikuti SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dan hasilnya pun sama, aku tidak lolos.

📚 Artikel Terkait

Judol Makin Menggurita, Selamatkan Keluarga!

Lebih Dekat Mengenal JASARODA

Berakhirnya Demokrasi Lima Kotak Suara

Antara Pembelajaran dan Isu Viral Medsos

Hampir menyerah dengan kegagalan yang dialami, akan tetapi ada satu tahap lagi untuk bisa menggapai mimpi agar bisa melanjutkan ke perguruan tinggi negeri.

Aku mengikuti jalur seleksi Mandiri. Sesuai dengan nama jalurnya. Aku harus mandiri untuk bisa daftar di seleksi tersebut.

Di tahun 2014 belum ada smartphone yang bisa membantu untuk mempermudah pendaftaran. Aku harus pergi ke warnet agar bisa mendaftar secara online. Warnet selalu penuh dengan kumpulan laki-laki. Tak jarang kami harus rela antre agar bisa mendapatkan giliran. Setelah mendaftar dengan segala keruwetannya. Akupun berhasil mendaftar jalur seleksi mandiri.

Tidak sampai di situ, aku harus pergi ke Kabupaten Idi untuk membayar pendaftaran jalur mandiri. Kami harus  mendatangi Bank untuk proses pembayaran. Waktu itu, jalan dari Desaku ke Kabupaten Idi tergolong sulit untuk dilewati. Badanku yang tidak begitu besar harus berboncengan dengan Ibuku untuk sampai tujuan yang diinginkan.Tentu aku merasa kesulitan. Jalanan berbatu, berlubang, berbukit,  tikungan yang tajam, dan jalanan yang licin akibat hujan menjadikan sepeda motor yang kami kendarai hampir mencium badan jalan. Waktu itu belum ada perbaikan jalan, maka dari itu perjuangan untuk membayar pendaftaran masuk kuliahpun terasa berat  untuk dilakukan.

Perkenalkan aku Yurisa yang tinggal di Desa Perkebunan Julok Rayeuk Utara. Desa yang ditumbuhi banyak pohon sawit karena kami tinggal di lingkungan perkebunan. Desa ini termasuk pedalaman, yang fasilitasnya masih banyak yang harus diperhatikan.

Tinggal di Desa yang jauh dari atmosfer perkotaan tak menyurutkan kami untuk bisa kuliah di kota. Kami yakin mengenyam pendidikan yang tinggi tidak hanya  untuk sekumpulan orang yang memiliki uang dan seseorang yang bertempat tinggal di perkotaan. Kami juga bisa mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. Peluang beasiswa jadi penyemangat kami agar menjadi insan yang memiliki wawasan yang luas, cara pikir yang matang, dan dapat berkontribusi untuk negara. Setiap  kita mempunyai peluang yang sama. Tekat yang kuat, doa dari orang tua menjadi senjata untuk bisa mempermudah segala prosesnya.

Aku sudah mengalami itu, dan sangat bersyukur bisa mengenyam pendidikan kuliah melalui jalur  mandiri. Meskipun diawal kuliah merasa terbebani dengan uang kuliah. Akhirnya, di semester dua aku mendapatkan beasiswa Bidikmisi di kampusku. Sebelum mendapatkan beasiswa itu, aku selalu mencari informasi beasiswa yang bisa aku dapat agar meringankan beban orang tua. Dan sangat bersyukur Universitas Malikussaleh tempat aku berkuliah menjadi salah satu perguruan tinggi negeri yang paling banyak menampung program beasiswa Bidikmisi.

Terus semangat buat semua pejuang pendidikan. Tetap berjalan di kala banyak ombak yang datang. Ada suatu hari kita akan merasakan ketenangan dan kekuatan untuk semua kesulitan yang datang.

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Diundang ke Istana Gubernur, Ini Pemenang LMSI SatuPena Sumbar

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00