• Latest
REFLEKSI DI HARI ULANG TAHUN KEMERDEKAAN

REFLEKSI DI HARI ULANG TAHUN KEMERDEKAAN

Agustus 15, 2023
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

REFLEKSI DI HARI ULANG TAHUN KEMERDEKAAN

Redaksiby Redaksi
Agustus 15, 2023
Reading Time: 3 mins read
REFLEKSI DI HARI ULANG TAHUN KEMERDEKAAN
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

 

Zulkifli Abdy

Kata MERDEKA dalam konteks kemerdekaan Indonesia bermakna terbebasnya bangsa ini dari cengkraman kaum penjajah.
Seandainya tidak pernah terjadi penjajahan di Indonesia, boleh jadi kata merdeka tidak akan ada pula dalam “kamus” kehidupan bernegara kita.

Lamunan tentang kemerdekaan terkadang menjadi sesuatu yang klasik, tetapi pada kesempatan yang lain bisa juga menjadi sesuatu yang mengusik.
Romantisme tentang kemerdekaan menyatu dengan segala peristiwa yang menyertainya, tetapi merawat kemerdekaan dalam upaya kita mengejawantahkan cita-cita mulia yang melekat padanya, agaknya tidaklah mudah.

Dalam konteks kekinian, pemaknaan kata merdeka tentu lebih luas dari sekedar itu.
Maka makna kata merdeka menjadi lebih dari sebatas terbebas dari penjajahan bangsa asing semata.
Lebih dari itu, bermakna terbebas dari apa saja yang menghambat segala hajat hidup warga negara.

Dalam perspektif inilah mungkin kita melihat kemerdekaan dalam arti yang lebih hakiki, sehingga kita tidak lagi terlena dengan romantisme perayaan hari kemerdekaan yang terjadi 78 tahun yang silam itu.

Sungguh kita patut berbangga dan bersyukur, bahkan berterima kasih yang tak terhingga kepada para pendiri bangsa dan para pejuang kemerdekaan.
Karena berkat perjuangan mereka yang demikian heroik, bahkan sampai bertaruh nyawa untuk mempertahankan setiap jengkal tanah air kita dari penjajah, sehingga Indonesia menjadi bangsa yang berdaulat.

Dan sepatutnya pula kita merayakan hari bersejarah tersebut setiap tanggal 17 Agustus, seraya mengenang kembali jasa-jasa para pahlawan kesuma bangsa.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Tentu kita tak boleh berhenti sampai di situ saja, sebagai anak bangsa masih ada tanggungjawab besar kita semua untuk merawat dan memelihara kemerdekaan itu.
Sehingga cita-cita mulia para pendiri bangsa, dimana rakyat dapat hidup tenteram, damai, sejahtera, berkeadilan dan bermartabat dapat benar-benar terwujud.

Itulah agaknya yang menjadi tanggungjawab pemerintah sekarang dan yang akan datang, serta kita semua tentunya.
Dengan demikian kemerdekaan itu tidak lagi menjadi sebatas slogan atau retorika semata, melainkan lebih dari itu sebagai “jembatan-emas” menuju masyarakat yang adil dan makmur.

Kini kita berada pada kondisi bangsa yang sedang tidak baik-baik saja.
Sumberdaya alam kita belum sepenuhnya memberi manfaat pada rakyat, bahan bakar yang dihasilkan dari “perut” bumi kita sendiri masih mahal, itu pun masih saja kita sebut bersubsidi, harga bahan pokok juga serba mahal, dan pengangguran ada dimana-mana.

Lalu pertanyaannya, sudah benar-benar merdeka kah kita?, atau setidaknya sudahkah kita menjadi tuan di negeri sendiri?
Secara harfiah tentu sudah, tetapi faktanya kita masih perlu banyak merenung untuk menemukan jawaban yang sesungguhnya.
Di usia bangsa kita yang telah “dewasa”, bahkan kini mulai beranjak “tua”, inilah saatnya kita mengejar ketertinggalan, dan bangkit serta berlari dengan langkah-langkah besar.

Indonesia tak mungkin dapat dibangun hanya dengan retorika dan slogan semata, atau hanya dengan politik pragmatis dan demokrasi yang tercabik-cabik, dan atau capaian yang selalu kita buat seolah-olah.

Sampai kapan kita berdusta pada diri kita sendiri, bahwa kita memang belum kemana-mana, masih saja “di sini” seraya terus mencari format untuk membangun bangsa yang sangat kaya ini.
Anehnya dalam retorika dan slogan kita selalu berkata ingin maju, tetapi kita masih saja terus mempertahankan segala sesuatu yang telah terbukti tidak membuat bangsa ini keluar dari dilema sebagai bangsa tertinggal.

Mari kita jadikan perayaan hari kemerdekaan Indonesia yang ke 78 kali ini sebagai momentum kebangkitan, dimana segenap elemen bangsa bersatu untuk membangun Indonesia yang lebih maju dimasa mendatang.
Hentikan segala pertikaian yang dibuat-buat dan tidak produktif itu, yang tanpa sadar kita pelihara untuk memecah-belah persatuan demi kepentingan jangka pendek, yang pada akhirnya hanya akan mengusik keutuhan berbangsa kita.

Setelah 78 tahun Indonesia merdeka, rakyat lebih mengharapkan sesuatu yang lebih konkrit dan mendasar dari perjalanan panjang kehidupan berbangsa kita.
Sebutlah hak berdemokrasi, hak mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang layak, hak mendapatkan sebesar-besarnya manfaat dari kekayaan sumberdaya alam yang kita dimiliki, dan hak untuk memperoleh keadilan serta terwujudnya cita-cita dimana rakyat hidup sejahtera.

Inilahnya yang mesti mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dari pemimpin bangsa Indonesia ke depan, agar kemerdekaan yang menjadi cita-cita mulia para pendiri bangsa itu dapat terwujud dalam arti yang sesungguhnya.

ADVERTISEMENT

(Banda Aceh, 15 Agustus 2023)

#DIRGAHAYU INDONESIA KU TERCINTA.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

95% Lulusan SMAN Unggul Harapan Persada Tertampung dii PTN

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com