POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

REFLEKSI DI HARI ULANG TAHUN KEMERDEKAAN

RedaksiOleh Redaksi
August 15, 2023
REFLEKSI DI HARI ULANG TAHUN KEMERDEKAAN
🔊

Dengarkan Artikel

 

Zulkifli Abdy

Kata MERDEKA dalam konteks kemerdekaan Indonesia bermakna terbebasnya bangsa ini dari cengkraman kaum penjajah.
Seandainya tidak pernah terjadi penjajahan di Indonesia, boleh jadi kata merdeka tidak akan ada pula dalam “kamus” kehidupan bernegara kita.

Lamunan tentang kemerdekaan terkadang menjadi sesuatu yang klasik, tetapi pada kesempatan yang lain bisa juga menjadi sesuatu yang mengusik.
Romantisme tentang kemerdekaan menyatu dengan segala peristiwa yang menyertainya, tetapi merawat kemerdekaan dalam upaya kita mengejawantahkan cita-cita mulia yang melekat padanya, agaknya tidaklah mudah.

Dalam konteks kekinian, pemaknaan kata merdeka tentu lebih luas dari sekedar itu.
Maka makna kata merdeka menjadi lebih dari sebatas terbebas dari penjajahan bangsa asing semata.
Lebih dari itu, bermakna terbebas dari apa saja yang menghambat segala hajat hidup warga negara.

Dalam perspektif inilah mungkin kita melihat kemerdekaan dalam arti yang lebih hakiki, sehingga kita tidak lagi terlena dengan romantisme perayaan hari kemerdekaan yang terjadi 78 tahun yang silam itu.

Sungguh kita patut berbangga dan bersyukur, bahkan berterima kasih yang tak terhingga kepada para pendiri bangsa dan para pejuang kemerdekaan.
Karena berkat perjuangan mereka yang demikian heroik, bahkan sampai bertaruh nyawa untuk mempertahankan setiap jengkal tanah air kita dari penjajah, sehingga Indonesia menjadi bangsa yang berdaulat.

Dan sepatutnya pula kita merayakan hari bersejarah tersebut setiap tanggal 17 Agustus, seraya mengenang kembali jasa-jasa para pahlawan kesuma bangsa.

Tentu kita tak boleh berhenti sampai di situ saja, sebagai anak bangsa masih ada tanggungjawab besar kita semua untuk merawat dan memelihara kemerdekaan itu.
Sehingga cita-cita mulia para pendiri bangsa, dimana rakyat dapat hidup tenteram, damai, sejahtera, berkeadilan dan bermartabat dapat benar-benar terwujud.

📚 Artikel Terkait

Duka Lansia Janda Sektim

Ketua IGPKhI Aceh Diundang Pada Upacara HGN di Jakarta

Menatap Hutan Aceh Kini

Selamat Jalan Para Pahlawan, Evaluasi Rutan

Itulah agaknya yang menjadi tanggungjawab pemerintah sekarang dan yang akan datang, serta kita semua tentunya.
Dengan demikian kemerdekaan itu tidak lagi menjadi sebatas slogan atau retorika semata, melainkan lebih dari itu sebagai “jembatan-emas” menuju masyarakat yang adil dan makmur.

Kini kita berada pada kondisi bangsa yang sedang tidak baik-baik saja.
Sumberdaya alam kita belum sepenuhnya memberi manfaat pada rakyat, bahan bakar yang dihasilkan dari “perut” bumi kita sendiri masih mahal, itu pun masih saja kita sebut bersubsidi, harga bahan pokok juga serba mahal, dan pengangguran ada dimana-mana.

Lalu pertanyaannya, sudah benar-benar merdeka kah kita?, atau setidaknya sudahkah kita menjadi tuan di negeri sendiri?
Secara harfiah tentu sudah, tetapi faktanya kita masih perlu banyak merenung untuk menemukan jawaban yang sesungguhnya.
Di usia bangsa kita yang telah “dewasa”, bahkan kini mulai beranjak “tua”, inilah saatnya kita mengejar ketertinggalan, dan bangkit serta berlari dengan langkah-langkah besar.

Indonesia tak mungkin dapat dibangun hanya dengan retorika dan slogan semata, atau hanya dengan politik pragmatis dan demokrasi yang tercabik-cabik, dan atau capaian yang selalu kita buat seolah-olah.

Sampai kapan kita berdusta pada diri kita sendiri, bahwa kita memang belum kemana-mana, masih saja “di sini” seraya terus mencari format untuk membangun bangsa yang sangat kaya ini.
Anehnya dalam retorika dan slogan kita selalu berkata ingin maju, tetapi kita masih saja terus mempertahankan segala sesuatu yang telah terbukti tidak membuat bangsa ini keluar dari dilema sebagai bangsa tertinggal.

Mari kita jadikan perayaan hari kemerdekaan Indonesia yang ke 78 kali ini sebagai momentum kebangkitan, dimana segenap elemen bangsa bersatu untuk membangun Indonesia yang lebih maju dimasa mendatang.
Hentikan segala pertikaian yang dibuat-buat dan tidak produktif itu, yang tanpa sadar kita pelihara untuk memecah-belah persatuan demi kepentingan jangka pendek, yang pada akhirnya hanya akan mengusik keutuhan berbangsa kita.

Setelah 78 tahun Indonesia merdeka, rakyat lebih mengharapkan sesuatu yang lebih konkrit dan mendasar dari perjalanan panjang kehidupan berbangsa kita.
Sebutlah hak berdemokrasi, hak mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang layak, hak mendapatkan sebesar-besarnya manfaat dari kekayaan sumberdaya alam yang kita dimiliki, dan hak untuk memperoleh keadilan serta terwujudnya cita-cita dimana rakyat hidup sejahtera.

Inilahnya yang mesti mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dari pemimpin bangsa Indonesia ke depan, agar kemerdekaan yang menjadi cita-cita mulia para pendiri bangsa itu dapat terwujud dalam arti yang sesungguhnya.

(Banda Aceh, 15 Agustus 2023)

#DIRGAHAYU INDONESIA KU TERCINTA.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

95% Lulusan SMAN Unggul Harapan Persada Tertampung dii PTN

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00