POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Puasa dan Kuasa

RedaksiOleh Redaksi
April 7, 2023
Puasa dan Kuasa
🔊

Dengarkan Artikel

 

Oleh : Yudi Latif

Saudaraku, ibadah puasa kita jalani dalam suasana kehidupan publik yang tumbuh dengan berita korupsi dan skandal. Setelah prosesi demokrasi dengan ongkos mahal tak kunjung membawa perbaikan kualitas hidup, suasana saling tuduh meramaikan ruang publik. Elite penguasa menudingkan telunjuknya ke arah rakyat yang dinilai belum memiliki kesiapan berdemokrasi. Sedangkan rakyat menyangkalnya dengan melimpahkan segala kesalahan pada buta-tuli penguasa.

Lebih arif menyimak ucapan Ali bin Abi Thalib, “Rakyat tidaklah akan menjadi baik kecuali penguasanya juga baik. Pun penguasa tak akan baik kecuali dengan kelurusan rakyat. Maka, jika rakyat menunaikan kepada penguasa haknya dan penguasa menunaikan kepada rakyat hak mereka, akan kuatlah kebenaran di antara mereka dan berdiri tegak prinsip-prinsip agama dan rambu rambu keadilan.”

Sumber masalah bangsa ini justru kerusakan menyeluruh basis etika pertanggungjawaban sehingga kelangsungan kuasa dibangun di atas landasan rapuh. Padahal, kian nyata bahwa untuk krisis sedalam dan seluas yang kita alami saat ini, perbaikan prosedur dan popularitas pemimpin saja tak cukup untuk menyelesaikannya. Indonesia harus menyelam lebih dalam menjangkau dimensi struktural dan spiritual dengan panduan kepemimpinan profetik.

📚 Artikel Terkait

Menangguh Politik Hukum Ijazah Palsu

Tangan-Tangan Gelap dan Keserakahan yang Menjamur: Korupsi

Belajar di Era Algoritma: Mencari Keadilan di Tengah Ketimpangan Digital

Tujuh Tahun Menanti

Masalahnya, figur profetik itu tak hadir di sini. Kepemimpinan partai politik bahkan civil society yang mestinya menjadi pusat teladan kewarasan dan keadaban publik (societas civilis) berganti sebagai pusat percaloan kekuasaan dan perebutan proyek.

Dalam kemerosotan figur teladan, tumpuan terakhir adalah penguatan otonomi individu. Seperti sabda Nabi, “Setiap kamu pemimpin dan setiap pemimpin pasti akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.”

Pada tahap ini, setiap individu harus memasuki fase kekosongan (kasunyatan). Suatu momen transenden yang menisbikan status diri, ikatan primordial dan egosentrisme; dengan kembali ke ketelanjangan kesejatian diri.

Ibadah puasa merupakan suatu usaha pengosongan diri dari kekenyangan, kejumudan dan kerakusan. Situasi kasunyatan merupakan pangkal pemulihan adikrisis dengan membawa manusia ke titik fitrah demi memperkuat basis spiritualitas sebagai pendorong penyehatan politik.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Ramadhan Edu Fest

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00