• Latest
Franz Kafka

Franz Kafka

April 2, 2023
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Franz Kafka

Redaksiby Redaksi
April 2, 2023
Reading Time: 2 mins read
Franz Kafka
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh : Dr Hendrajit

Membaca karya sastra Franz Kafka, sebenarnya asyik juga sih. Cuma serasa seseorang berbicara di depan saya, namun seolah-olah saya nggak ada di situ.

Kafka punya kawan dekat namanya Max Brod, yang dalam catatan harian Kafka sering disebut-sebut. Saat Kafka merasa ajal sudah mulai dekat, dia berwasiat kepada Max supaya buku-buku karyanya maupun segala hal yang pernah dia tuliis, supaya dimusnahkan.

Begini surat Kafka pada Max saat ajal menjelang:

“Max yang terhormat, harapanku yang terakhir: Semua karya yang aku tinggalkan (termasuk yang ada di lemari buku, lemari pakaian, meja tulis, di rumah dan di kantor, atau di mana pun berada yang kamu rasa perlu), pada buku-buku harian, manuskrip-manuskrip, surat-surat, sketsa-sketsa gambar yang aneh maupun yang layak dan sebagainya yang kamu temukan, tak perlu dibaca dan jangan disisakan untuk dibakar. Sebab itu semua karya tulis maupun sketsa-sketsa gambar yang ada di tempatmu atau orang lain dengan namaku. Surat-surat yang masih terdapat di orang yang tidak mau memberikan kepadamu, paling tidak ia diwajibkan membakarnya sendiri.

Sahabatmu Franz Kafka.

Begitu meninggal dunia, Max Brod membangkang wasiat Kafka. Justru mulai mengedit dan menyortirnya, lalu mengirimkan karya-karya fiksinya yang tentu saja Max sendiri belum tahu punya nilai sastra atau tidak.

Dan ternyata sambutan penerbit dan publik positif. Bahkan kelak Kafka dianggap pelopor prosa modern abad 20.

Bayangkan, seandainya Max Brod patuh begitu saja terhadap wasiat Kafka. Mungkin sastrawan kelahiran Juli 1883 dan wafat Juni 1924, tak seorang pun tahu siapakah gerangan Kafka yang pria asli Cheko, namun bertumbuh di Jerman dan berakhir hayatnya di Austria itu.

Hikmah dari kisah ini justru menyengatkan jiwa saya pada Max Brod, yang mengingatkan saya pada sebuah hadis. “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni.

Pembangkangan Max terhadap wasiat teman karibnya, telah mengabadikan reputasi Kafka sepanjang masa, melampaui masa hidupnya di dunia yang relatif cukup singkat, 41 tahun.

Bagaimana dengan takdir hidup Max Brod sendiri lepas dari persahabatannya yang indah dengan Kafka? Max yang lahir 27 Mei 1884, baru wafat paa 20 desember 1968, dalam usia 84 tahun.

Meski Max ada minat sama seperti Kafka dalam penulisan fiksi, namun bakat khususnya adalah sebagai editor alias penyunting buku. Adalah Max Brod juga yang kemudian menerbitkan biografi riwayat hidup Kafka.

Sepertinya Max Brod memang ditakdirkan jadi wasilah meroketnya reputasi Kafka sebagai sastrawan klas dunia dikenal orang, dan dapat pengakuan internasional. Justru saat yang bersangkutan telah tiada.

Karya-karya Kafka tidak banyak, antara lain; Meditasi (Betrachtung), Keputusan (Das Urteil), Juru Api (Der Heizer), Metamorfosis (Die Verwandlung), Di Koloni Hukuman (In der Strafkolonie), Dokter Desa (Landarzt). Total ada sekitar 7 buku dan beberapa novelnya.

Jika membaca karya-karya sastra Kafka, seperti saya singgung di awal tadi, memang kayak berbincang dengan seseorang yang ada di depan kita, tapi kayak dirinya sedang ada di dunianya sendiri.

Menurut beberapa kritikus sastra, itu bagian dari ciri khas karya Kafka. Melalui karyanya, seakan dirinya menemukan sebuah dunia baru. Dan dari situlah karya itu meluncur begitu saja lewat penanya.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Tak heran jika dalam salah satu noveletnya berjudul “Keputusan“ (Das Urteil) ditulis dengan sekali duduk di malam hari di dalam kereta api. Ia menuliskannya tanpa persiapan dan tanpa koreksi setelahnya. Sebab itu karyanya jarang. Sejak itu, Ia istirahat lama beberapa tahun. Barulah lahir lagi karya karya selanjutnya.

ADVERTISEMENT

Maka itu saya tidak setuju pada padangan bahwa produktif tidaknya seseorang penulis, baik fiksi atau nonfiksi, ditentukan berapa banyak karya-karyanya diterbitkan. Konsistensi Kafka dalam melahirkan dunia baru lewat karyanya, itulah produktifitasnya yang sejati, sekaligus benang merah seluruh karyanya. Meski karyanya yang diterbitkan hanya 7 buah.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Guru Yang Memukau

Guru Yang Memukau

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com