POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Kurangi kemacetan, Banda Aceh perlu tiru Jepang

RedaksiOleh Redaksi
March 17, 2023
Kurangi kemacetan, Banda Aceh perlu tiru Jepang
🔊

Dengarkan Artikel

.

Oleh : Anzelia Anggrahini

Jepang adalah salah satu negara komunitas sepeda terbesar di dunia. Diambil dari kumparan.com jumlah pengguna sepeda di Jepang mencapai 72 juta, atau lebih dari setengah populasinya yang berkisar 120 juta jiwa. Maka tak heran bersepeda sudah hal yang lazim dan populer di jepang.

Di Indonesia sendiri, penggunaan sepeda sangat minim sekali. Bahkan bisa dihitung presentase pemakaiannya.

  Sebenarnya dengan bersepeda dapat meminimalisirkan penggunaan kendaraan

yang berbahan bakar minyak, mengurangi polusi udara dan yang paling penting adalah

menetralisirkan jalanan dari kemacetan.

Kemacetan adalah keadaan disaat arus lalu lintas yang melintas dijalan yang dilalui telah

melampaui kapasitas dari jalan itu dan menyebabkan laju dari kendaraan menjadi lambat serta

terhenti sehingga hal itu mengakibatkan tersendatnya kendaraan. Kemacetan akan terus

meningkat jika arus lalu lintas terus naik sehingga kendaraan saling berdempetan satu sama lain,

dan kemacetan total terjadi ketika kendaraan tersebut bergerak sangat pelan atau harus berhenti

(Tamin,2000).

Dibagian daerah Banda Aceh, juga merasakan hal yang sama. Seperti halnya kemacetan yang

terjadi ditempat tempat tertentu. Misalnya di daerah Kopelma Darussalam. Yang dimana

Kopelma Darussalam disebut dengan daerah “ Jantung Hati Rakyat Aceh” atau kota para pelajar.

Di setiap tahunnya, kapasitas penduduk daerah Darussalam kian meningkat yang disebabkan

adanya penerimaan mahasiswa baru pada dua Universitas terkenal di Banda Aceh, yaitu

Universitas Syiah Kuala dan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Maka daerah Darussalam

selalu dipadati oleh warga pendatang dari luar kota dan kemudian banyak juga dari mereka yang

berasal dari daerah pedalaman provinsi Aceh menjadi penduduk tetap karena pekerjaan.

Dengan bertambahnya kapasitas penduduk, maka kebutuhan yang akan dipenuhi oleh

masyarakat juga akan semakin meningkat. Misalnya saja kebutuhan sekunder yaitu berupa

kebutuhan pelengkap juga akan sangat dibutuhkan. Seperti halnya kendaraan, kendaraan

merupakan suatu kebutuhan sekunder yang sudah menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat

untuk menuju dari suatu tempat ke tempat yang lainnya. Alhasil, dampak dari kendaraan itu

sendiri adalah terjadinya kemacetan dimana-mana.

Adapun beberapa waktu Kemacetan yang terjadi di Kopelma Darussalam. Ada beberapa titik

ruas jalan, seperti misalnya di daerah JL.Teuku Nyak Arief. Di pagi hari, jalanan banyak dipadati

oleh para mahasiswa, anak anak pergi sekolah, orang pergi bekerja, dan beberapa orang yang

melakukan aktivitas dan kesibukannya di pagi hari. Sehingga tak heran apabila ada terjadi

kemacetan.

Kemudian pada waktu siang hari, JL.Teuku Nyak Arief masih bisa dibilang padat dan macet,

terutama dibagian wilayah SDN 16 Banda Aceh ( jalan arah jembatan Lamnyong), karena pada

jam siang daerah tersebut banyak anak anak SD pulang sekolah dan adanya interaksi jual beli

antar masyarakat dengan PKL (Pedagang Kaki Lima) di sepanjang area trotoar JL.Teuku Nyak

Arief, sehingga banyak membuat pengguna kendaraan yang parkir disembarang tempat, dan ini

menjadi salah satu penyebab dari kemacetan di jalan tersebut dan dibeberapa tempat lainnya.

📚 Artikel Terkait

TADARUS NYANYIAN QURANI

Gentong Babi dan Kepala Babi

Smokol: Tafsir Feminis di Negeri Para Sultan

Gerakan Self Love, Disiplin Diri Sebagai Benteng Kehidupan

Padahal didalam Qanun kota Banda Aceh Nomor 6 Tahun 2018 tentang penyelenggaraan

ketertiban umum dan ketentraman masyarakat sudah dijelaskan mengenai tertib PKL yang dapat

dilihat dalam BAB IV mengenai tertib PKL, yang tercantum dari pasal 10 sampai dengan pasal

14. Terutama pada pasal 10 yang berisi banyak tentang larangan bagi PKL, yang diantaranya

larangan menggunakan lahan fasilitas umum tertentu untuk tempat usaha PKL atau sebagai

lokasi PKL. Namun nyatanya masih banyak PKL yang berjualan disitu dan belum ada

penanganan dari pemerintah untuk menertibkan area tersebut.

Kemudian apabila sudah menjelang waktu sore hari, jalanan kembali padat merayap,

dikarenakan banyak para mahasiswa yang pulang dari kampus, orang pulang dari bekerja,

ataupun orang orang yang ingin berjalan sore baik dengan menggunakan kendaraan maupun

pejalan kaki. Alhasil terjadilah kemacetan dan tak sedikit terjadi aksi saling srempet serta

menerobos lampu lalu lintas. Bahkan tak jarang ada juga terjadi kecelakaan yang disebabkan

oleh beberapa pengendara yang menerobos lampu lalu lintas karena tak sabar menunggu

panjangnya antrian kemacetan.

Dapat kita lihat dari semua persoalan dan permasalahan yang ada, bisa kita berikan beberapa

solusi untuk mengurangi kemacetan yang ada. Pertama dengan menganjurkan pemakaian sepeda

bagi para siswa dan juga mahasiswa yang tinggal di sekitaran universitas syiah kuala ataupun

UIN Ar-Raniry. Seperti Negara Jepang yang dapat dijadikan sebuah contoh Negara yang

menerapkan penggunaan sepeda disetiap harinya. Awal penerapan mungkin kedengarannya

terlihat susah. Namun apabila pemerintah bersikeras untuk menggalakkannya dan

mengkampanyekan kepada seluruh siswa dan mahasiswa akan pentingnya bersepeda, maka

mereka akan mudah menerima dan mentaati. Dalam hal ini, kita juga bisa mencontoh beberapa

peraturan bersepeda yang ada di Jepang. Di ambil dari www.JPSS.jp beberapa peraturan bagi

  pesepeda di Jepang diantaranya :

Sepeda merupakan kendaraan ringan, secara prinsip sepeda harus berjalan di jalan raya,

yaitu merapat pada sisi kiri jalan raya. Selain itu, pada saat sepeda berjalan di jalan raya,

harus berjalan pelan di pinggir jalan dan mengutamakan pejalan kaki.

Jangan berboncengan. Sebagai pengecualian, memboncengkan seorang anak berusia

kurang dari 5 tahun diperbolehkan

Jangan mengendarai sepeda secara paralel ( berjalan dengan berderet ke samping).

 Jangan mengendarai sepeda sambil memegang handphone dan menggunakan earphone.

  Jadi dengan menerapkan penggunaan sepeda untuk berkendara dapat meminimalisirkan

terjadinya kemacetan. Ditambah lagi pemerintah dapat membangun infrastruktur jalur sepeda di

sekitar wilayah kampus, agar mahasiswa dapat dengan mudah bersepeda tanpa harus khawatir

akan terjadi kecelakaan.

Kemudian solusi yang kedua, mungkin pemerintah bisa memberikan sebuah reward atau

apresiasi terhadap sekolah ataupun sebuah instansi yang paling banyak dan aktif menggunakan

sepeda sebagai alat kendaraan. Apresisasi itu bisa berupa memberikan perawatan terhadap

sepeda setiap bulannya dan pemerintah juga bisa memberikan fasilitas parkir khusus untuk

sepeda di setiap sekolah ataupun instansi yang banyak menggunakan sepeda sebagai alat

kendaraan. Dengan gambaran begitu, lambat laun masyarakat akan paham betapa pentingnya

bersepeda untuk mengurangi kemacetan yang ada.

Kemudian solusi yang ketiga adalah pembatasan akan kepemilikan kendaraan dengan

dinaikkannya retribusi parkir dan pajak kendaraan. Di Jepang peraturan ini sudah diterapkan.

Diambil dari news.ddtc.co.id bahwa di Jepang biaya parkir bisa mencapai 600 yen atau

Rp72.000, belum lagi minimnya kapasitas tempat parkir disana, yang membuat harga parkir

lebih mahal. Kemudian, cara lainnya dengan menaikkan pajak untuk kendaraan pribadi yang

sudah melebihi masa pakai harus dinaikkan secara signifikan, sehingga meningkatkan

penerimaan pajak kendaraan. Solusi ini sekaligus akan memaksa masyarakat mengalihkan moda

transportasinya ke kendaraan umum atau mengganti kendaraannya dengan sepeda dan

meninggalkan kendaraannya yang sudah lewat masa pakai.

BIONARASI

Anzelia Anggrahini merupakan perempuan yang lahir di kota Serambi Mekkah, yaitu Aceh pada tanggal 28 Juni 2003. Ia sangat suka menulis cerpen, puisi, berita dan karya karya tulis ilmiah lainnya. Menulis adalah hobinya disaat masih dibangku SMP hingga kini sudah memasuki usia 20-an.

Ini adalah salah satu tulisan opini yang pertama kali ia perlombakan. Sebelumnya ia pernah mengikuti perlombaan tulisan non-ilmiah seperti puisi, cerpen dan menulis dongeng. Dan karyanya ada dimuat pada salah satu buku yang diterbitkan oleh beberapa penerbit, seperti simple publisher, arus pedia, dan event kreasi. Untuk kali ini, ia memberanikan diri untuk mengupload karya tulisan opininya ke media. Semoga ini bisa menjadi awal kesuksesannya dalam menulis, dan tulisannya dapat bermanfaat bagi orang lain. Simak kegiatan sehari hari Anzelia Anggrahini dalam akun instagramnya @anzelianggrahini .

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
SARINAH

SARINAH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00