POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

‘Beuet Seumeubeuet’ Sebagai Ideologi dan Implementasi

RedaksiOleh Redaksi
January 4, 2023
‘Beuet Seumeubeuet’ Sebagai Ideologi dan Implementasi
🔊

Dengarkan Artikel

 

Oleh Mahmudi Hanafiah

Dosen Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah

Guru Dayah Jamiah Al-Aziziyah, Samalanga , Kabupaten Bireun

 

‘Dayah MUDI adalah dayah yang diwarisi oleh guru kita Al-Marhum Abon Abdul Aziz yang meneruskan estafet dari Al-Marhum Abi Hanafiah serta para masyaikh lainnya dengan tradisi beuet seumeubeuet. Oleh karena itu, saya pesankan kepada seluruh alumni untuk menjadikan beuet seumeubeuet sebagai ideologi yang kita jazam dalam hati dan kita laksanakan sepanjang waktu dalam rangka membesarkan dayah MUDI dan seluruh dayah cabang Al-Aziziyah yang tersebar di seluruh Aceh dan luar Aceh.’

Begitulah kutipan salah satu pesan Abu MUDI kepada seluruh alumni MUDI yang dibacakan oleh salah seorang muridnya, yang dikenal dengan sapaan Ayah Cot Trueng pada acara Haul Abon Aziz yang ke-35, pada tanggal 2 Januari 2023.

📚 Artikel Terkait

Menata Aceh di Atas Air atau Menunggu Tenggelam?

Generasi Z dan Investasi Kripto: Urgensi Literasi Keuangan Syariah

Mengenal Ariyanto Bakri, Dewa Hukum Terperosok di Sel Tikus

103 Jenderal Melawan Gibran, Opera Sabun Rasa Demokrasi

‘Beuet seumeubeuet’ merupakan ungkapan yang acap kali digaungkan oleh salah seorang ulama kharismatik Aceh yang bertanah kelahiran Jeunieb, yaitu Tgk. Abdul Aziz bin Muhammad Saleh yang dikenal dengan sapaan Abon Aziz atau Abon Samalanga. Beliau adalah salah satu pimpinan dayah MUDI yang merupakan murid dari salah seorang ulama Aceh yang dijuluki sebagai Bapak Pendidikan, yaitu Abuya Muhammad Wali Al-Khalidi atau yang akrab disapa dengan sebutan Abuya Muda Wali.

Istilah ‘beuet seumeumbeuet’ merupakan ungkapan dalam bahasa Aceh yang dalam bahasa nasionalnya disebut ‘belajar-mengajar’. Ungkapan tersebut telah tertanam kuat dalam diri setiap alumni Pondok Pesantren Ma’hadal Ulum Diniyah Islamiyah (MUDI) Mesjid Raya Samalanga Kabupaten Bireuen. Hal itu karena ungkapan tersebut terus diucapkan oleh para guru dan diperdengarkan kepada murid – muridnya, sehingga terwarisi secara otomatis dari generasi ke generasi.

Pada acara peringatan Haul Abon Aziz yang ke-35, Abu MUDI yang merupakan penerus estafet kepemimpinan dayah MUDI sesudah wafatnya Abon Aziz memperkuat kembali ungkapan tersebut kepada seluruh alumni dan berpesan agar ungkapan tersebut dijadikan sebagai ideologi yang senantiasa tertancap dengan kuat dalam hati dan selalu diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Abu MUDI, yang bernama lengkap Tgk. H. Hasanoel Bashry H. Gadeng, juga berpesan agar para alumni selalu bersatu dan bahu membahu dalam hal menyampaikan ilmu kepada seluruh umat. Bahkan, Abu MUDI juga mengharapkan agar alumni laki-laki memfasilitasi alumni perempuan untuk bisa ikut andil dalam hal tersebut sesuai dengan ketentuan hukum dalam mazhab Imam Syafi’i.

Harapan tersebut tentunya masih berkaitan erat dengan tradisi beuet seumeubeuet yang diintruksikan agar menjadi ideologi dari setiap santri dan alumni MUDI. Tradisi tersebut terus diwarisi dan dilestarikan agar para alumni tidak pernah berhenti dalam belajar ilmu agama lewat kegiatan beuet (belajar ilmu agama) dan seluruh lapisan masyarakat senantiasa dibekali dengan ilmu agama lewat kegiatan seumeubeuet (mengajar ilmu agama) yang dilaksanakan oleh para alumni. Ketika ilmu agama terus dipelajari dan disampaikan kepada umat, maka nilai-nilai keislaman akan muncul dan selalu dirasakan oleh setiap umat. Dengan begitu, Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam) akan terealisasikan dalam kehidupan sosial.

Tradisi beuet seumeubeuet bukan tidak ada landasannya dalam Islam. Nabi Muhammad SAW menegaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi yang artinya: “Jadilah engkau orang yang berilmu, orang yang menuntut ilmu, orang yang mau mendengarkan ilmu atau orang yang menyukai ilmu. Janganlah kamu menjadi orang yang kelima, maka kamu akan celaka.”

Hadis di atas menyebutkan secara berurutan empat golongan manusia yang mempunyai nilai dalam pandangan Islam, yaitu orang yang berilmu, orang yang menuntut ilmu, orang yang mau mendengarkan ilmu dan orang yang menyukai ilmu. Sedangkan golongan yang kelima adalah orang-orang yang tidak termasuk dalam salah satu dari empat golongan tersebut. Nabi Muhammad SAW melarang umatnya menjadi golongan yang kelima, karena orang-orang yang termasuk dalam golongan yang kelima adalah orang yang tidak akan mendapatkan kebahagiaan di akhirat kelak.

Orang yang mengikuti tradisi beuet seumeubeuet termasuk dalam dua golongan, pertama yang disebutkan dalam hadis di atas, yaitu orang yang menuntut ilmu dan orang yang berilmu. Dalam ungkapan beuet seumeumeuet lebih dahulu disebutkan menuntut ilmu (beuet), karena dalam praktiknya seseorang akan menjadi orang yang berilmu setelah dia menuntut ilmu. Orang yang berilmu diwajibkan menyampaikan ilmu kepada orang lain (seumeubeuet) sebagai upaya dalam menjaga kelestarian ilmu agar tidak sirna ditelan masa.

Tradisi beuet seuemeubeuet sangat kental pengamalannya di kalangan MUDI, baik santri, dewan guru maupun alumni. Keluar sebagai lulusan dayah MUDI bukan berarti berhenti dari kegiatan belajar dan mengajar. Seluruh alumni diwajibkan untuk selalu belajar agar senantiasa mendalami ilmu agama dan mengajarkan ilmu agama kepada umat dengan berbagai metode yang digunakan. Kewajiban mengajar bukan berarti semua alumni wajib mendirikan pondok pesantren atau balai pengajian, sehingga tidak semua lulusan punya kapasitas untuk itu. Akan tetapi, kewajiban mengajar tetap harus dilaksankan, walaupun hanya mengajarkan istri dan anak masing-masing.

Dengan adanya kegiatan beuet seumeubeuet yang dimulai dari lingkungan rumah tangga, dasar-dasar agama Islam akan dikenal oleh setiap generasi sejak dini. Hal tersebut sangat penting dalam mewujudkan konsep Islam sebagai rahmat bagi sekalian alam dalam kehidupan masyarakat.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 119x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 103x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 93x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 84x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
166
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Pemko Banda Aceh Siap Sukseskan Tahapan Pemilu 2024 Mendatang

Pemko Banda Aceh Siap Sukseskan Tahapan Pemilu 2024 Mendatang

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00