POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

HERD MENTALITY

RedaksiOleh Redaksi
December 2, 2022
NEGARA INDONESIA
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Fajar

Alumni FKIP Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh

Perilaku berkelompok adalah sifat dasar manusia sebagai makhluk sosial. Forbes menyebutkan bahwa perilaku ini sangat berpengaruh pada skill kepemimpinan.

Menurut Trello, mentalitas ini dapat diibaratkan sebagai mentalitas yang ada pada sekelompok serigala. Jika kamu berada di luar kelompok, kamu adalah musuh yang tidak bisa dipercaya. Serigala berjalan dalam kelompok yang memiliki urutan kekuasaan. Kekuasaan tertinggi dipegang oleh “Alpha” yang berwatak otoriter.

Secara alamiah, manusia adalah makhluk sosial dimana kehidupannya tergantung kepada komunitas, baik dalam jumlah kecil maupun besar. Di zaman dahulu, hukuman paling berat untuk manusia adalah dikucilkan atau dikeluarkan dari komunitasnya.

Di zaman penjajahan kolonial masih menggunakan hukuman ini, tetapi mereka menggunakan untuk membuang orang-orang yang dianggap berbahaya bagi kekuasaan kolonial. Tujuanya adalah untuk menakuti orang-orang lain agar tidak memberontak. Jika tetap memberontak akan dibuang dari komunitasnya. Ketakutan akan hilangnya komunitas ini bagian dari “Herd Mentality” atau mentalitas kawanan, dimana dia hanya bisa berani dan eksis ketika berada dalam kawanan.

Herd Mentality ini memang bawaan manusia sejak zaman purba dan tetap ada di dalam alam bawah sadar manusia. Orang takut dicap sebagai PKI atau komunis bukan karena komunisnya, tapi takut ketika stempel itu melekat akan dikucilkan dari masyarakat. Ketika PKI dulu berkuasa, orang-orang begitu bangga menjadi bagian dari PKI.

📚 Artikel Terkait

BENGKEL OPINI RAKyat

MY FIRST POEMS, FLYING ME TO THE SKY

Kematian

Penangkapan Dua ASN di Aceh: Mengungkap Jejak Jaringan NII Faksi MYT

Calon presiden yang 5 tahun lalu dibenci oleh satu kelompok dengan berbagai isu saat ini orang yang sama dan belum berubah didukung mati-matian oleh kelompok yang dulu membencinya. Kenapa? Karena manusia itu mudah sekali disodorkan identitas palsu yang sesuai dengan keinginan si pemimpinya.

Dalam bidang agama, penyakit ini lebih ngeri lagi,  yaitu: “Jika seorang mengatakan sesat kepada satu kelompok, diberikan contoh walaupun itu dikarang bebas, dengan serta merta seluruh masyarakat akan menghujat mereka. Mereka yang ikut menghujat bukan karena tahu, tapi karena mereka takut keluar dari komunitas mereka. Mereka sangat takut jika tidak menghujat nanti dimasukkan ke kelompok yang dihujat itu. Oleh karena itu, dalam perkara ini. kebenaran itu “sangat mahal”, tidak dengan disuguhkan dengan segelas kopi, tetapi engkau harus merawatnya dengan jiwa dan darah agar dia tumbuh dan mengakar. Metode ini memang tidak mudah, karena diperuntukkan untuk mereka yang tidak berada dalam kawanan yang memperoleh keyakinan dengan cara ikut-ikutan.

Dalam sejarah, metode ini pernah dipraktikkan  Nabi Muhammad, yaitu menyendiri di Gua Hira, terbebas dari komunitasnya dalam jangka yang lama, sehingga Beliau bisa melihat dengan jernih di mana letak kesalahan dari masyarakatnya. Dari Guha Hira Nabi melihat dengan jelas begitu buruknya akhlak masyarakat Arab zaman itu. Mereka sangat takut kehilangan komunitasnya, sehingga senang atau tidak senang melakukan apa yang kaumnya lakukan.

Nabi Muhammad lewat khalwat (suluk) yang panjang akhirnya terbebas dari penyakit Herd Mentality, karena Beliau bersandar kepada Sang Maha Mutlak, kebenaran Sejati yang di bawah kemanapun akan tetap Benar, akan tetap Menang. Nabi pun mendidik sahabat agar terbebas dari mental buruk itu dengan cara bersuluk dalam jumlah hari tertentu, dan ilmu itu diwariskan hingga saat ini.

Allah memanggil orang-orang yang telah tenang jiwanya :

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ ٱرْجِعِىٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً فَٱدْخُلِى فِى عِبَٰدِى وَٱدْخُلِى جَنَّتِى

“Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai. Lalu, masuklah ke dalam golongah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku!” (QS. Al-Fajr: 27-30)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 77x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Kolaborasi dan Kerjasama antara Pemerintah Pusat dan Daerah di Pulau Lombok, NTB

Kolaborasi dan Kerjasama antara Pemerintah Pusat dan Daerah di Pulau Lombok, NTB

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00