• Latest
Guru

Menelusuri Museum Kecil di Tengah Kota Langsa

Oktober 22, 2022
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Menelusuri Museum Kecil di Tengah Kota Langsa

Redaksiby Redaksi
Oktober 22, 2022
Reading Time: 2 mins read
Guru
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Muhammad Ridwan

 

Baca Juga

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

Maret 17, 2026
Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Februari 21, 2026
Gamang

Kelas Afirmasi Masih Perlu

Februari 18, 2026

Kota langsa, kota kecil yang sangat unik karena heterogen atau beragamnya masyarakat daerah ini. Mereka ada yang berasal dari suku Aceh, Gayo, Melayu, dan Jawa. Meskipun dikategorikan kota yang kecil, kota ini menawarkan berbagai tempat wisata, bahkan yang memiliki nilai kearifan lokal yang salah satunya adalah museum.

Museum yang berdiri di tengah tengah kota ini membawa kami, mahasiswa PMM 2 (Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2) Universitas Samudra untuk menelusuri dan menginjakan kaki ke dalam Museum. Sebanyak 60 mahasiswa PMM 2 Universitas Samudra yang didampingi oleh dosen modul nusantara beserta mentor dari Universitas Samudra, menelusuri museum kota langsa. Seperti masuk ke dalam mesin waktu yang berputar mundur, para mahasiswa masuk ke dalam museum untuk menelusuri lebih dalam tentang sejarah kota Langsa.

Catatan sejarah yang ada di dalam museum, membuat para mahasiswa takjub akan perjuangan yang terjadi hingga berdirinya kota Langsa . Museum kota Langsa memiliki beberapa ruang untuk ditelusuri. Ketika menginjakkan kaki pertama kali ke dalam museum, para mahasiswa disajikan dengan diorama koleksi benda peninggalan pada masa perjuangan berdirinya kota Langsa. Hal ini membuat para mahasiswa berkesan hingga menampakkan wajah antusias untuk melihat barang – barang serta koleksi cagar budaya lainnya yang ada di dalam museum.

ADVERTISEMENT

Museum kota langsa merupakan museum umum yang didirikan pada tahun 2016. Museum ini terletak di Jl. Teuku Amir Hamzah, Matang Seulimeng, Langsa Barat, Kota Langsa, Aceh. Museum ini menempati gedung balai juang kota langsa. Sebelum dikenal sebagai gedung balai juang bangunan ini bernama Het Kantoorgebouw Der Atjehsche Handel Maatschappij Te Langsar.

Gedung ini juga sempat digunakan sebagai kantor percetakan uang yang dikenal dengan Bon Kontan bernilai  Rp. 100.000,-. Ketika Belanda menyerah kepada Jepang, gedung ini pun diambil alih dan digunakan oleh tentara Jepang sebagai markas. Gedung balai juang merupakan bangunan yang bertingkat dua, serta memiliki gaya arsitektur Belanda yang bisa dilihat dari bentuk pintu yang tinggi besar dan berteralis, jendela – jendela, serta tiang – tiang besar dan kokoh. Atap gedung berbentuk runcing dan pada lantai dua terdapat balkon – balkon. Pada halaman luar gedung balai juang terdapat sebuah air mancur yang berhiaskan tanaman air serta dinding yang berukir relief. Relief tersebut menggambarkan penjajahan Belanda yang kala itu memaksa rakyat Aceh kerja rodi serta perlawanan rakyat Aceh untuk meraih kemerdekaan Indonesia. Relif ini berwarna emas, sehingga terlihat cantik dan indah. Adapun jenis koleksi yang dipamerkan di dalam museum terdiri dari etnografika, historika, geografika, arkeologika, keramologika, teknologika, dan lain – lain.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 334x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 296x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 278x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 250x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 189x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Menyuarakan Solusi SDGs  di International Youth Exchange and Conference (IYEC)

Menyuarakan Solusi SDGs di International Youth Exchange and Conference (IYEC)

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com