• Latest
SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - 00C69E49 97E0 4154 ADC6 A78A56AF089E | Biografi | Potret Online

SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU

Oktober 14, 2022
SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Biografi | Potret Online

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Biografi | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - 00C69E49 97E0 4154 ADC6 A78A56AF089E | Biografi | Potret Online

SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU

Redaksi by Redaksi
Oktober 14, 2022
in Biografi, Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Bagian 8

Bussairi D. Nyak Diwa

 

 

Selama beberapa minggu, sepulang sekolah aku tak ada kegiatan yang mengikat. Selain hari Jumat dan hari Sabtu, kami pulang sekolah sering sudah lewat waktu dhuhur. Kecuali jika ada rapat guru di sekolah, kami pulang lebih cepat dari biasanya. Jika aku pulang lebih cepat dan belum sampai waktu dhuhur, biasanya aku bergegas menuju aula pesantren, berharap dapat shalat berjamaah di sana. Dan biasanya jika waktu dhuhur tiba, Nek Abu selalu mengimami kami shalat berjamaah.

Suatu hari aku dapat shalat dhuhur berjamaah dengan Nek Abu. Kebetulan hari itu aku pulang sekolah lebih cepat dari hari biasanya. Beruntung dan bahagia sekali rasanya dapat shalat dengan diimami oleh Nek Abu. Aku mengikuti wirid hingga Nek Abu selesai berdoa. Usai shalawat penutup shalat dhuhur hari itu, aku berancang-ancang untuk bangkit meninggalkan aula. Tapi tiba-tiba Nek Abu memberi isyarat supaya aku tetap duduk di tempat. Beliau berpaling ke belakang, lalu Beliau berpesan agar aku menunggu Beliau di bawah.

Pelan-pelan aku meninggalkan aula, lalu turun ke bawah. Di teras ruang bawah aku duduk-duduk sendirian. Sambil duduk menunggu Nek Abu turun, aku berpikir, apa gerangan yang akan Beliau sampaikan kepadaku nanti? Aku deg-degan jadinya. Maklum, tak pernah Nek Abu menyampaikan sesuatu kepadaku sebelumnya. “Jangan-jangan aku ada berbuat kesalahan,” batinku. Kuingat-ingat dengan teliti. Tapi aku yakin, seingatku, aku tak pernah berbuat kesalahan apapun selama ini. Atau mungkin aku lupa? Namun aku tak menemukan kesalahan apa pun dalam memori ingatanku.

Ketika sedang serius mengingat-ingat kesalahanku, tiba-tiba aku mendengar suara kaki pelan-pelan menuruni tangga aula. Dengan jantung semakin deg-degan dan bergetaran, aku bersiap-siap menunggu Nek Abu di teras. Dan ketika Beliau menuruni anak tangga terakhir, aku buru-buru maju menyambut Beliau dan menyalami Beliau saat sudah berada pas di dekat tangga. Telapak tangan Nek Abu yang lembut itu kucium berulang-ulang. Bahagia sekali rasanya aku mencium tangan Beliau meskipun hatiku diliputi rasa segan dan takut.

“Bus, mulai besok, sepulang sekolah, kamu dapat tugas dari Nek Abu,” Beliau berkata lembut sambil menatapku lekat-lekat. Aku hanya menunduk, tak kuasa memandang wajah Nek Abu yang penuh kelembutan.

“Iya, Nek,” jawabku lirih dengan nada do rendah. Aku masih menunduk dalam.

“Caba kamu lihat goni di sudut di bawah tangga itu”, kata Nek Abu sambil menunjuk dua karung goni di bawah tangga.

“Goni itu berisi batu kapur untuk bahan cat. Tapi kapur itu masih keras, perlu dihancurkan sampai halus seperti tepung. Setelah dihaluskan baru dicampurkan dengan air secukupnya untuk dijadikan sebagai cat dasar dinding-dinding itu.” Beliau menunjuk dinding papan aula yang belum dicat sama sekali.

Baca Juga

cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - 1001353319_11zon | Biografi | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

Maret 14, 2026
SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - 09ff0262 2fb8 4c93 9f84 06e6009c9293 | Biografi | Potret Online

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Februari 21, 2026

“Tugas kamu mulai besok, sepulang sekolah mengecat dinding-dinding itu. Nanti setelah dicat dengan kapur, baru dilapisi pula dengan cat asli,” Nek Abu menjelaskan dengan pelan sekali dan lemah lembut.

“Nanti sehabis shalat ashar, Nek Abu akan mengajarimu bagaimana cara menghaluskan kapur-kapur itu menjadi tepung cat.”

“Iya, Nek,” jawabku.

“Sekarang kamu pulang dulu ke kamar, nanti sehabis ashar kamu tunggu Nek Abu di sini.”

“Iya, Nek,” jawabku lagi hampir tak terdengar oleh diriku sendiri. Rasa segan dan takut masih bersarang di benakku. Meskipun sebetulnya aku sangat merasa bahagia mendapat tugas dari Nek Abu.

Setelah kulihat Nek Abu melangkah jauh, baru aku bergerak menuju kamarku di ujung Perpustakaan sana. Aku merasa lega, rupanya aku tidak berbuat salah seperti yang kubayangkan. Ternyata Nek Abu ingin memberi tugas padaku. Dalam hati aku bersyukur, karena besok, sepulang sekolah, aku sudah punya kerja. Tidak menganggur lagi seperti biasa. Sepanjang jalan aku bernyanyi-nyanyi kecil, saking gembiranya aku. Hatiku senang sekali siang ini, bukan saja karena mendapat tugas dari Nek Abu, tetapi juga selama aku tinggal di kompleks pesantren ini baru kali ini aku dapat berdialog langsung dengan Nek Abu. Dan dapat mencium tangan Beliau berulang-ulang dengan khidmat.

 

ADVERTISEMENT

(Bersambung)  

 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 361x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 320x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 268x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 214x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Biografi | Potret Online
Artikel

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573
Sejarah

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Next Post
SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - 93F6C040 FC6B 4111 8E72 C030C2AB889E | Biografi | Potret Online

Cabdindik Wilayah Aceh Jaya Gelar Bimtek Pendidikan Karakter

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com