• Latest
Indah ya Menjadi Seorang Santri - 6B55BEC7 1DE7 4653 A29C C72329E9C4C9 | Aceh | Potret Online

Indah ya Menjadi Seorang Santri

Agustus 29, 2022
Indah ya Menjadi Seorang Santri - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Aceh | Potret Online

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Indah ya Menjadi Seorang Santri - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Aceh | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Kamis, April 2, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Indah ya Menjadi Seorang Santri - 6B55BEC7 1DE7 4653 A29C C72329E9C4C9 | Aceh | Potret Online

Indah ya Menjadi Seorang Santri

Redaksi by Redaksi
Agustus 29, 2022
in Aceh, Banda Aceh, Edukasi, Pendidikan
Reading Time: 5 mins read
0
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook


Oleh: Faizul

Pengalaman hidup menjadi seorang santri memiliki cerita dan kesan tersendiri bagi santriwan/i yang pernah tinggal di Pondok Pesantren. Pengalaman yang mungkin tidak bisa dilupakan semasa hidup saya. Hiruk pikuk perjalanan menjadi seorang santri, tentu memberikan warna yang berbeda, karena banyak sekali cerita yang tidak bisa didapatkan ketika hidup di luar pesantren.

Semenjak lulus dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 7 Banda Aceh, saya ingin sekali mondok (biar pintar ilmu agama katanya), walaupun banyak orang yang menganggap pondok itu seperti penjara yang mengekang kebebasan dengan segudang peraturannya.

Bagi saya pondok memang penjara, tapi penjara suci yang bisa mendekatkan kita dengan sang pencipta. Terkurung, terhukum dalam konteks menimba ilmu pengetahuan.

Saya berada di pesantren selama enam tahun, mulai dari MTS hingga MA. Selama menjadi santriwan, banyak pengalaman serta kesan yang sulit untuk dilupakan. Bagi saya pondok pesantren memberikan pelajaran yang sangat berarti. Mulai mengajarkan bagaimana hidup mandiri, dan  jauh dari orang tua. Kebanyakan orang berpikir, jika seorang anak pergi mondok, maka tidak mendapatkan kasih sayang orang tua secara dekat. Namun, secara harfiahnya, sebenarnya mengirim anak ke Pesantren adalah bukti kasih sayang yang nyata dari orang tua terhadap anak.

Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW Artinya: “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)

Mengubah Mindset

Tidak semua orang suka untuk belajar di pondok pesantren. Terlebih kerap terdengar di tengah masyarakat kita anak pesantren  pada dasarnya adalah anak yang kurang berakhlak, pergaulan bebas, dan anak keras kepala. Sehingga banyak orang tua memutuskan untuk mengirim anak mereka ke pondok pesantren. Hal tersebut menjadi paradigma yang keliru. Tidak semua anak terlahir berakhlak buruk. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW :

“Setiap anak dilahirkan dalam kondisi fitrah kecuali orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”(HR. Bukhari Muslim).

Baca Juga

IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026

Kemudian dipertegaskan kembali oleh Imam Al-Ghazali “Setiap anak adalah amanah bagi orang tuanya. Setiap anak memiliki qalbu (hati) suci sebagai mutiara atau perhiasan yang berharga. Jika setiap anak dibiasakan dengan hal-hal yang baik, ia akan tumbuh dengan kebaikan dan kebahagiaan dia dunia dan di akhirat. Sebaliknya, jika dibiasakan berbuat yang tidak baik dan ditelantarkan pendidikannya seperti hewan, ia akan celaka dan merugi. Oleh karena itu, setiap anak harus dilindungi dengan cara mendidik, meluruskan, dan mengajarkannya akhlak yang baik”.

Dari hadist dan kata-kata Imam Ghazali di atas dapat dijelaskan bahwa manusia dilahirkan atau diciptakan dalam keadaan fitrah. Di dalam kamus Lisanul Arab, Ibnu Mandzhur telah menuliskan salah satu dari makna ‘fitrah’ dengan arti (Al-Ibtida wal ikhtiro / memulai dan mencipta). Sehingga bisa disimpulkan bahwasannya fitrah merupakan penciptaan awal atau asal muasal dari kejadian. Fitrah manusia dapat diibaratkan sebagai kertas putih pada awalnya maksudnya yaitu bermakna kesucian jiwa dan rohani. Perkembangan fitrah pada diri manusia atau pribadinya telah ditentukan oleh faktor-faktor alam atau faktor-faktor lingkungan, termasuk faktor pendidikan.

Perkembangan fitrah pada diri manusia atau pribadi seseorang  telah ditentukan oleh faktor alam atau  lingkungan, termasuk faktor pendidikan. Jadi orang tua harus mampu menjadi support system untuk pendidikan seorang anak. Pilihan mau di sekolah umum atau pesantren sebenarnya kembali lagi kepada kedua orang tua. Namun, kewajiban kita sebagai umat Islam adalah mempelajari hukum Islam adalah fardu ain. Artinya setiap anak wajib dibekali ilmu agama agar tidak terjerumus kepada hal-hal yang tidak diinginkan di masa depan.

 

Ativitas Santri dan Melatih Disiplin

Kehidupan santri di pondok pesantren tidak lepas dari permasalahan-permasalahan kehidupan  beragam yang dihadapi. Karena seluruh santri berkegiatan selama 24 jam setiap harinya di dalam lingkungan pesantren yang sama. Pondok pesantren umumnya mempunyai aturan-aturan yang harus ditaati oleh para santri, sehingga tujuan pendidikan di pesantren dapat terlaksanakan. Kedisiplinan santri diperlukan dalam menaati peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan oleh pengurus pondok, seperti keharusan shalat berjama’ah di Mesjid, shalat tahajud, mengaji Al-Qur’an setelah maghrib, anjuran melaksanakan puasa sunnah, dan sebagainya.

Di pondok, karena sifat pendidikannya adalah 24 jam, dinamika kehidupan nyaris berdenyut tanpa henti, kecuali pada saat tidur malam. Jadwal bangun adalah seperempat jam sebelum adzan Subuh, yang berkisar antara jam 3.30 dan 04.15 Subuh. Semuanya sudah harus bangun dan bersiap-siap untuk shalat jama’ah di Masjid. Selesai subuhan, mengaji di masjid hingga jam 05:30, atau bila ada kegiatan muhadatsah dilakukan hingga mendekati pukul 06:00 Wib.

Setelah selesai aktivitas di    atas, kegiatan berikutnya adalah kembali ke asrama masing-masing untuk mandi dan sarapan pagi. Ada yang mengantri untuk mandi, ada juga yang memilih sarapan terlebih dahulu. Hal unik pada saat antrian kamar mandi adalah tidak ada santri yang mengantri layaknya seseorang mengantri di mall untuk melakukan proses pembayaran. Di sini, cukup diwakili oleh gayung atau kotak sabun / peralatan mandi yang diletakkan begitu saja di depan pintu kamar mandi.

Santri memang dilatih untuk sabar dalam berbagai hal, termasuk menggunakan fasilitas kamar mandi. Lantaran jumlah santri yang cukup ramai, mau tidak mau para santri harus mengantri saat akan menggunakannya. Tentu kebiasaan ini bisa jadi positif karena mengajarkan sikap saling menghargai satu sama lain. Keberhasilan seorang guru bukan hanya memberikan pelajaran di kelas, namun jika santri atau siswa sudah bisa mengantri dengan baik, disanalah keberhasilan yang sesungguhnya.

ADVERTISEMENT

Setelah itu, tepatnya pukul 08:00 Wib semua santri sudah bergegas untuk berangkat ke sekolah. Di sekolah, santri mendapatkan pengetahuan umum sebagaimana sekolah lain. Artinya, belajar ilmu  Science atau sosial tergantung kepada peminatan. Hal tersebut tentu menarik, artinya ilmu agama dan dunia harus berimbang. Setelah Zuhur, tentu aktivitas kembali ke dayah hingga berhenti belajar tepat pada pukul 11:00 malam.

Melihat bagaimanana rutinitas seorang santri tentu ada hal besar yang kita harapkan di kemudian hari. Santri adalah sekelompok orang yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan Ulama, dan dididik menjadi pengikut dan pelanjut perjuangan ulama yang setia. Di tengah tantangan global dewasa ini santri hadir sebagai implementasi terhadap umat dan bangsa sebagaimana ajaran Islam yang rahmatan lill ‘alamin, yaitu Islam yang wasatiyah dan Islam yang Ahlusunnah wal Jamaah. Jadi, masuk pesantren tergantung kepada niat masing-masing sebagaimana dalam  hadist dikatakan innamal a`malu binniyati yakni segala perbuatan bergantung pada niaatnya.

Penulis adalah  Santri kelas XI IPS 1 Madrasah Aliyah Darul Ulum Banda Aceh dan juga Anggota MADU Literacy Club angkatan 2022.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 359x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 295x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 268x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 224x dibaca (7 hari)
Trumon, Sekelumit Dalam Lintasan Masa
Trumon, Sekelumit Dalam Lintasan Masa
28 Mar 2026 • 185x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare236Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Indah ya Menjadi Seorang Santri - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Aceh | Potret Online
Artikel

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573
Sejarah

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Next Post
Indah ya Menjadi Seorang Santri - C38959FB BB34 4772 9DB3 CB6F52712653 | Aceh | Potret Online

Siswa SMKN 1 Tapaktuan Lulus Beasiswa Aceh Carong ke Polman Bandung

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com