• Latest
BIARKAN CEMARA MENDESAU - 7453DB43 A43C 4638 9B48 CE99A5FC374F | Cerpen | Potret Online

BIARKAN CEMARA MENDESAU

Agustus 13, 2022
7a99e876-6eef-41d6-9907-7169c5920d83

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
BIARKAN CEMARA MENDESAU - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Cerpen | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
BIARKAN CEMARA MENDESAU - 09ff0262 2fb8 4c93 9f84 06e6009c9293 | Cerpen | Potret Online

Menanti Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Bersinergi Membangun Literasi Anak Negeri

Maret 31, 2026
Ilustrasi ketidakadilan hukum terhadap rakyat kecil

Hukum yang “Sakit” Hati : Rakyat Kecil Hanya Bisa Mengeluh

Maret 31, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result
BIARKAN CEMARA MENDESAU - 7453DB43 A43C 4638 9B48 CE99A5FC374F | Cerpen | Potret Online

BIARKAN CEMARA MENDESAU

Redaksi by Redaksi
Agustus 13, 2022
in Cerpen, POTRET Budaya
Reading Time: 6 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

        Oleh. Delia  Rawanita

 

Minggu pagi,  aku bersiap ke kebun berdua dengan ayah. Maklumlah sekarang sedang   musim panen cengkeh. Kasihan jika ayah sendirian . Perjalanan ke kebun melewati jalan beraspal, di kiri gunung dan  sebelah kanan jalan  terbentang laut dengan rimbunan pohon cemara yang tertata rapi . Biasanya sepulang dari kebun, tak lupa singgah di warung pinggir pantai. Lalu kami makan mie rebus dan teh hangat sambil  menikmati angin sepoi- sepoi, serta mendengarkan nasihat yang sudah aku hafal isinya yakni  agar tetap menuntut ilmu dan memiliki keahlian. Ayah tidak ingin aku putus sekolah seperti beliau dulu, makanya ayah ingin aku menjadi seorang Insinyur Pertanian, sehingga ilmu yang kuperoleh nantinya bisa bermanfaat buat masyarakat.

Desa tempat kami tinggal merupakan penghasil cengkeh terbaik. Jadi hampir semua penduduk menjadi petani cengkeh dan hasilnya lebih dari cukup membiayai pendidikan dan biaya hidup lainnya.

Setiba di area kebun, terlihat pohon pohon di penuhi cengkeh yang sedang meranum matang. Kalau sudah masa panen begini , biasanya aku diberi jatah panen  oleh ayah  sebatang pohon  dekat pondok tempat istirahat  kami. Aku  boleh memetik sesukanya untuk keperluan  sekolah dan sisanya ditabung .

Syukurlah, dengan begini aku bisa berbagi dengan kawan yang kurang mampu di sekolahku, bahkan tidak jarang kuajak mereka ikut ke kebun membantu kami. Ketika pulang, mereka dapat penghasilan tambahan.

Pagi ini wali kelas masuk untuk mengumumkan bahwa beberapa hari lagi akan diadakan acara sepeda santai dan kemping bersama warga sekolah. Bagi peserta yang bersedia ikut harus mendapat izin dari orang tua terlebih dulu,  serta membayar biaya akomodasi lainnya. Tentu saja disambut dengan gembira oleh semua siswa.

Kupacu sepeda motorku menuju rumah tanpa memperdulikan matahari yang menyengat.  Aku harus bertemu ayah sekarang. Kucari di setiap ruang, ternyata ayah di halaman belakang rumah sedang menjemur cengkeh hasil  panen kemaren. Dengan tak sabar kuceritakan bahwa Sabtu ini anak sekolahku  akan mengadakan kemping di laut lhoknga. Aku sangat bersemangat  untuk ikut, sebab kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan dan menjadi  pengalaman menyenangkan karena diikuti semua warga sekolah.

Agak susah meyakinkan ayah , maklumlah beliau kurang setuju untuk acara di luar  sekolah , khawatir keselamatan   di perjalanan, apalagi berangkatnya dengan kendaraan sepeda secara beramai ramai, pastilah mengundang bahaya. Begitu alasan  ayah panjang lebar, namun   syukurlah setelah aku yakinkan bahwa kami akan didamping oleh guru dan wali kelas serta pengamanan dari pihak lalu lintas, barulah surat izin dari wali kelas bersedia ditanda tangani ayah.

Aku makin rajin membantu ayah , tentu saja agar pekerjaan lekas selesai juga untuk mengambil hati beliau. Kali ini tugasku  memetik cengkeh yang tinggal pilihan saja. Soalnya cengkeh hanya boleh dipetik  pada saat  kepala bunga kelihatan sudah penuh, tapi  belum membuka dan karena masa  matang petik  tidak serempak, makanya  bisa diulang  setiap  10 atau 2 minggu lag. Apalagi untuk mendapatkan kualitas bagus cengkeh kemudian diperam sekitar satu hari agar warna cengkeh menjadi coklat mengkilat, barulah di jemur. Nah , itu saatnya bagiku aroma cengkeh berubah menjadi aroma uang.

Sabtu ,  hari yang ditunggu tiba. Pagi sekali aku bersiap dengan sepeda menuju sekolah.  Padahal arah jalan menuju Lhoknga tempat yang dituju melewati desa tempatku tinggal. Tapi  peraturan yang harus dipatuhi adalah sebelum jalan kami harus diabsen satu persatu  dan berangkat dari sekolah. Untunglah ,  bersepeda bukan hal baru buatku karena sering ke kebun naik sepeda  bersama ayah. “ Alah bisa karena biasa”. Begitu kata guruku.

Sepanjang perjalanan sangat berarti buatku. Kunikmati kebersamaan ini tanpa harus berlomba biar cepat sampai ketujuan, apalagi ada tugas yang dibebankan oleh wali kelas sebagai pengawal regu. Sebahagian rombongan sudah melaju ke depan, ada yang santai berpasangan bersama pacar sedang aku tetap di posisi belakang sesuai tugas diberikan. Berjaga – jaga kalau ada masalah di perjalanan dan memberi laporan kepada Wali kelas.

Setengah perjalanan sudah aman dilewati tanpa masalah. Tapi tunggu dulu, dari jauh aku lihat seseorang menepi di pinggir jalan terpisah dari kelompok. Kelihatannya ia sengaja ditinggal pasangannya. Kuperhatikan lagi seperti wajahnya tak asing buatku , ternyata dia Leina adik kelas sang juara olimpiade Matematika  di sekolah kami.

“ Kenapa kok berhenti , ada apa dengan sepedamu.. “  

“ Sepedaku nggak bisa jalan , bang” sahutnya dengan mata berlinang.

Dengan sigap aku turun dari sepeda, kulihat rantai sepedanya jatuh . Aku mencoba membantu,  digeserkan badannya ke pinggir agar aku bisa leluasa bekerja. Kulirik  wajahnya yang dari tadi terus saja memperhatikan gerakan jemariku, manis sekali, aku membatin .

Setelah sepeda selesai diperbaiki , aku mengajaknya kembali berangkat . Sepanjang perjalanan sebenarnya aku ingin ngobrol tentang hal yang berkenaan dengan kejadian yang kulihat tadi dari kejauhan, sampai dia menangis kebingungan ditinggal dengan kondisi sepeda rusak, tapi  kutepis agar tidak merusak suasana hatinya. Kudayung sepeda agak  lebih cepat agar  pikiranku fokus ke tujuan, namun belum berapa jauh kudengar ada teriakan memanggil manggil. Aku menoleh kebelakang, 

Baca Juga

7a99e876-6eef-41d6-9907-7169c5920d83

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026

“ Bang,  tolong rantai sepedanya  jatuh lagi ” kulihat wajahnya   khawatir soalnya rombongan  sudah mendahului kami , takut ditinggal sendirian lagi.  Aku berusaha meyakinkan bahwa dia akan aman dan aku akan mengawalnya sampai di tempat, barulah dia terlihat lega.  

Sambil menyelesaikan pekerjaan  dia mencoba membuka pembicaraan dengan cara berkenalan denganku.  

“ Nama abang siapa, namaku Marleina, panggil aja Leina “ katanya sedikit malu. Mungkin agak terpaksa karena rasa tak enak hati telah dibantu membetulkan sepeda  sampai dua kali, mungkin.

“ Bang Yasin “ kataku sambil  menyambut jabatan tangannya. Sial, aku sampai lupa bahwa tanganku masih kotor karena membetulkan rantai sepedanya.

“ Maaf , nggak apa “ katanya sambil tertawa. Dikeluarkan air mineral, dituangkannya ke tanganku lalu dibersihkan dengan  sapu tangan dari dalam tas dan tanpa ragu. Begitu cepat aku gugup. Jantungku berdegup kencang, badanku panas dingin. Mana pernah aku bersentuhan dengan perempuan, apalagi perempuan idola  sekolah.

Ya ..Tuhan , betapa beruntungnya aku, kisah hatiku kiranya  berawal dari sini.

Kami kembali memacu sepeda berdua menyisir jalan menuju tempat tujuan, Pantai Lhoknga. Takut sepedanya bermasalah lagi, aku mencuri kesempatan. Aku bantu dorong dengan menggunakan sebelah kaki, agar tidak terlambat sampai ke tujuan. Kulihat dia tertawa dan terlihat santai, namun tetap saja  tak ada juga yang memulai bicara. Aku sepertinya kehabisan kata kata.  

Untunglah, keadaan seperti itu tak berlangsung lama. Dari jauh lokasi yang dituju telah terlihat kesibukan sedang berlangsung. Ada yang mendirikan  kemah dan ada pula yang mulai mendekat ke laut. Beberapa teman sekelasku memandang dengan tatapan iri melihat aku tiba di lokasi  bersama Leina, apalagi aku ikut mencari dimana rombongan kelasnya. Tidak terlalu sulit , karena di depan kemah telah ditulis kelas dan nama peserta masing masing.  

Syukurlah , kemah laki laki dan perempuan tidak berjauhan letaknya, tujuannya mudah dipantau guru pendamping.  Begitu juga aku, bisa memantau si Leina gadis manis sahabat baruku.

Suasana menjadi tambah nikmat ketika salat Ashar berjamaah di tepi pantai di temani debur ombak . Bersama teman   kami mencoba istirahat di bawah pohon cemara. Semilir angin senja mendesau menggelitik rasa hatiku. Aku tersenyum  mengingat kejadian perjalanan tadi. Ada rasa nyaman menyelinap, romaku meremang senang, hatiku berbunga bunga. Duh, pikiran macam apa ini.

Kulepas pandangan ke laut. Kulihat Leina di sana bersama teman temannya. Namun entah apa yang mereka bicarakan, Leina bergegas menjumpai seseorang perempuan yang sedang duduk berpasangan. Seperti terjadi perselisihan, terdengar suara bertengkar, tak lama kemudian  seorang laki laki mengajak pergi meninggalkan Leina sendiri.  Ada apa dengan Leina, aku membatin.

Pantai senja itu dipenuhi banyak aktifitas, ada yang berfoto bersama, ada yang hanya yang mengabadikan indahnya pemandangan. Kasihan Leina , merenung sendirian. Setelah agak lama kuperhatikan keadaan Leina seperti itu, aku memberanikan diri beranjak mendekatinya, walaupun sempat  dicegah kawanku, tapi kuanggap Ini sebuah peluang. Darah mudaku memanggil.

 “Abang boleh duduk di sini ya,  tak baik sendiri di tepi pantai  ”   Dia menoleh ke arahku dan  mengangguk perlahan. Kelihatan jelas dia sedang terluka

” Lihat Liena,  laut tak pernah lelah menepikan buih , begitu terus selama ada debur ombak ” pancinganku mengena tepat di jantung . Tanpa disuruh Liena  mulai bercerita tentang betapa sakitnya kecewa. Ternyata selama ini mereka berdua diam diam menghianati kepercayaan Liena. Buktinya di depan semua orang mereka berani  bermesraan , matanya mengarah ke bawah pohon cemara.

Kulihat dua sejoli sedang bercengkerama, mesra. Mereka juga yang tadi tega meninggalkan Liena sendirian di waktu sepeda yang dikendarainya rusak.

” Ah, lelaki pendusta seperti itu dipikirkan.  Baru jadi pacar sudah begitu, bagaimana  kalau dijadikan suami, pasti lebih parah” Aku  sengaja membakar hatinya. Kulihat senyum di wajahnya,  tangannya meremas pasir sambil menarik nafas panjang.

ADVERTISEMENT

” Kapok punya pacar ganteng, bang. suka tebar pesona ” ujar Leina datar.

” Iya, mending kayak abang Yasin , wajah biasa aja, tapi dijamin setia”  timpalku. Kulihat Liena tertawa lepas, dilemparkan pasir yang ada di genggaman tangannya ke arahku, lalu bangkit berlari.  Aku pun ikut mengejarnya , kami berlarian di pantai.  Rona sedih di wajah Liena sirna sudah.

Senja makin jatuh, semburat bianglala perlahan menghilang. Kuajak Leina menyisir pantai, tak terasa kami tangan saling menggenggam. Hanya debur jantung mengiring  Indahnya malam . Kubiarkan desauan angin membisikkan nyanyian cinta  untuk kami berdua, Yasin dan Leina.

 

Kuta Raja,  Agustus 2022

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 331x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 326x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 303x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 254x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 195x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

7a99e876-6eef-41d6-9907-7169c5920d83
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71
Artikel

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
BIARKAN CEMARA MENDESAU - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Cerpen | Potret Online
Artikel

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb
Artikel

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
Next Post
BIARKAN CEMARA MENDESAU - F70C17E4 5C36 43D7 B45A E551053E2C48 | Cerpen | Potret Online

Elliott Ness

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com