
Oleh Wan Ina Nurfazlina
Ke sana ke mari
Kita ..
Bagai langkah sedang mencari titik henti…
Sini ! Titik. Berhenti sebentar di sini.
Nantikan sapuan angin paling lembut.
Itulah angin dari genggaman
alam …
Pemegang cerita luka..
Pembilang titis airmata..
Penyimpan tawa bahgia.
Juga penolong paling setia
“Alam lebih dekat dengan kita ”
Alam berkembang menjadi guru ..
Kita terlalu sibuk ke sana ke mari ..
Lupa bahwa nenek moyang
Mengusung alam ke akal budi
Sedang kita tidak sedar mengusung kesibukan dan menjauh dari alam hari ke hari..
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 361x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 358x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 320x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 268x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 215x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.














