POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Menumbuhkan dan Mengembangkan Sikap Berterima Kasih Pada Anak

RedaksiOleh Redaksi
February 10, 2022
Menumbuhkan dan Mengembangkan Sikap Berterima Kasih Pada Anak
🔊

Dengarkan Artikel

 

 

Oleh Tabrani Yunis

Akhir-akhir ini, sejalan dengan perubahan zaman, dimana kemajuan teknologi, terutama teknologi digital yang begitu pesat, telah menyebabkan perilaku manusia berubah begitu pesat pada semua tingkat usia, termasuk generasi Baby bommers, generasi yang kini sudah berusia 50 ke atas. Generasi baby boomers kelahiran mulai 1946 hingga 1964 yang menurut  Abramson mengatakan, bahwa generasi Baby Boomer memiliki karakteristik yang berkomitmen tinggi,mandiri dan kompetitif. Bahkan generasi ini juga digolongkan sebagai generasi yang kolot, dan sulit menerima perubahan. Sehingga ketika menyaksikan dan berhadapan dengan perubahan perilaku kaum atau generasi milenials, atau generasi Y yang katanya kelahiran 1981  hingga 1996, generasi baby boomers merasa galau terhadap masa depan generasi milenial yang digolongkan sebagai generasi malas, manja dan lalai. Generasi yang dimanjakan oleh teknologi digital, sehingga mereka dianggap atau diprediksikan akan kehilangan kecerdasan, karena mengalami banyak disrupsi. Disrupsi yang bermuara pada hilangnya nilai-nilai agama, budaya yang selama ini menjadi benteng kemajuan moral atau akhlak.

📚 Artikel Terkait

Entrepreneur Itu Lebih Baik Bagimu

Kota Madiun Menyibak Tenunan Kata yang Dirindukan Jiwa

Fenomena Perceraian

PERLUKAH DOSEN PRAKTISI ATAU FOKUS PADA PENELITI?

Kiranya, kegalauan ini bukan hanya menjadi kegalauan atau kekhawatiran generasi baby boomers atau generasi X, tetapi juga kegalauan dari generasi Y dan bahkan generasi Z sendiri. Ya,  apalagi generasi X yang lahir pada tahun 1965 sampai 1980  juga memiliki karakter yang tidak jauh berbeda dengan generasi baby boomer dalam melihat realitas kehidupan dan gaya hidup kaum milenial atau generasi Z dan juga kaum atau generasi A atau Alfa. Lebih ekstrim lagi, generasi tua bahkan menuduh dan mengklaim bahwa generasi milenial adalah generasi yang rusak dan perusak di abad ini.

Pokoknya, derasnya arus perubahan yang terjadi di tengah masyarakat kita dan masyarakat dunia pada umumnya, menimbulkan kegalauan dan kegelisahan, terutama pada perubahan pola hidup atau gaya hidup alias life style yang melupkan nilai-nilai moral dan mematikan semangat beragama dan berakhlak mulia sesuai dengan ajaran agama. Adat istiadat yang menjadi instrumen yang mengatur kehidupan yang baik, normatif dan sesuai tata kehidupan generasi sebelumnya menjadi diabaikan dan berganti dengan model budaya modern, lebih bebas nilai dan instant. Perubahan yang begitu cepat mengikis tata krama, nilai-nilai lama, sehingga saat ini, sopan santun yang harusnya tetap melekat di dalam berkehidupan di era ini, ikut terkikis dan menipis. Bukan hanya itu, sikap atau karakter apresiatif yang sebelumnya sejak masa anak-anak di rumah dan di sekolah telah diajarkan untuk bersikap apresiatif, tahu berterima kasih, sehingga dalam menjalankan segala aktivitas di tengah masyarakat kita, anak-anak hingga dewasa tahu diri dan selalu mengapreasiasi dan berterima kasih. Kini, bahkan semakin terlihat perubahan itu. Semakin banyak anak atau orang yang memiliki sikap tahu berterima kasih. Semakin sedikit pula orang yang mempraktikan sikap sopan santun dan lainnya.

Menurun dan bahkan hilangnya sikap berterima kasih serta sopan santun dari kehidupan anak-anak generasi masa kini, wajar menjadi kegalauan dan kekhawatiran. Oleh sebab itu, setiap orang tua harusnya sadar bahwa perubahan itu kini terus melanda dan membahayakan masa depan generasi. Untuk itu, setiap orangtua harus berupaya membangun pemahaman, kesadaran anak-anak untuk memiliki rasa berterima kasih dan bisa menghargai orang lain. Tidaklah baik membiarkan anak-anak generasi milenial, generasi Z dan A kehilangan sikap berterima kasih tersebut. Selayaknya, sekali lagi setiap orang tua harus dengan serius membangun kembali sikap dan kesadaran anak-anak untuk tahu berterima kasih.

Hal ini perlu mendapat perhatian ekstra dari setiap orangtua, pemerintah dan semua stakeholders untuk lebih giat membangun sikap-sikap seperti pintar dan cerdas berterima kasih. Kemajuan teknologi digital, terbukti terus berhasil mempercepat proses disrupsi terhadap berbagai macam produk yang bersifat fisik dan nirfisik, seperti nilai-nilai sosial dam agama dalam kehidupan manusia. Dalam kondisi ini, peran orang tua dan guru serta masyarakat umum sangat diperlukan. Untuk hal ini juga diperukan kemauan poitik untuk membangun kesadaran bahwa sikap berterima kasih itu adalah sikap yang baik dan diajarkan dalam agama dan budaya kita.

Menumbuhkan sikap positif untuk menghargai orang yang membantu atau memberikan sesuatu atau memberikan ucapan baik

Nah, apa yang harus dilakukan? Tentu tidaklah terlalu sulit untuk menumbuhkan kesadaran, membiasakan anak untuk selalu berterima kasih dalam kata dan perbuatan atau tindakan adalah satu dari sekian banyak cara yang bisa dilakukan atau ditempuh. Setiap orang tua harus mau mempraktikan sikap tersebut sejak di rumah dan di mana saja. Sebenarnya dalam kehidupan masyarakat kita, hal-hal semacam ini bisa diambil dari teladan orangtua yang bahkan tanpa harus terlalu berharap dari lembaga pendidikan sekolah. Setiap orang tua harus menjadi teladan bagi anak-anak dalam bersikap dan berterima kasih. Sopan santun dan sikap baik serta memiliki etika harus dimulai dari rumah. Sebab orang tua adalah teladan yang pertama dan utama dalam perkembangan kepribadian anak. Setiap orang tua tidak boleh enggan mengucapkan terima kasih kepada anak ketika anak berinisiasi melakukan hal-hal positif terhadap orang tua. Hal ini bisa dilakukan dengan cara pembiasaan. Ya, karena biasa, kita bisa.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
SUNYI DI PENJARA YANG TIDAK BERJERUJI

SUNYI DI PENJARA YANG TIDAK BERJERUJI

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00