• Latest
C2BA8137-6176-4960-91AB-9D2828AF285F_11zon

Program Peduli SDIT Muhammadiyah Manggeng,

Februari 9, 2022
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Program Peduli SDIT Muhammadiyah Manggeng,

Membangun sikap simpati dan empati anak sejak usia dini

Redaksiby Redaksi
Maret 25, 2026
Reading Time: 2 mins read
C2BA8137-6176-4960-91AB-9D2828AF285F_11zon
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
ADVERTISEMENT

Manggeng, Potretonline.com. Selasa, 8 Februari 2022. SDIT Muhammadiyah Manggeng Aceh Barat Daya kembali mengadakan program bulanannya, SDIT Peduli.

Kali ini, murid murid SDIT mengadakannya di Gampong Tengah Kecamatan Manggeng. Murid SDIT pergi dari sekolah berjalan kaki ke rumah tersebut, yang berjarak hanya 1 km dari sekolah. Tampak sorak gembira dari murid pun terdengar begitu senang.

Bapak Arrahman, atau orang sekitarnya memanggilnya dengan bapak Rahman, berumur 51 tahun dan telah menikah dengan orang Jawa Tengah, bernama Sartinah yang berumur 40 tahun.

Mereka dikaruniai 4 Anak. 3 perempuan dan 1 laki – laki. Anak pertama kelas 5 SD, yang kedua kelas 4 SD, yang ketiga kelas 1 SD , dan terakhir mau masuk TK.

Sampai saat ini beliau belum memiliki rumah pribadi dan masih berpindah-pindah dengan menyewai rumah kontrakan, pekerjaan beliau pedagang sayur di pasar pagi dan kemudian ketika siang memindahkan barang dagangannya ke pasar Manggeng untuk dijual di siang hari.

Beberapa bulan lalu, Bapak Rahman mendapat musibah, beliau ditabrak oleh pengendara motor dari arah belakang yang mengakibatkan kakinya patah. “waktu itu sehabis shubuh saya mencari rezeki , dengan menjual sayur di pasar pagi, lalu saya ditabrak oleh sepeda motor dari belakang, saya jatuh, dan ketika jatuh saya mengalami kesusahan dalam berdiri. Saya dibantu oleh orang lain dan dilarikan ke puskesmas ternyata kaki saya patah. Lalu saya dirujuk ke rumah sakit Korea Di Blangpidie. Kata dokter, kaki saya harus disemen, sayapun menyetujui saran dokter. Ternyata disemen juga tidak bisa. Akhirnya dokter memutuskan untuk mengoperasi. Lalu saya dirujuk ke Rumah Sakit Kesdam di Banda Aceh. Di sini saya dioperasi. Sekarang untuk sementara waktu saya belum bisa berjalan” tutur Bapak Rahman dengan mata yang berkaca kaca.

Sartinah, sang istri juga bercerita ” saya juga tidak bekerja, saya seorang ibu rumah tangga, dan saya tidak bisa bekerja jika harus meninggalkan suami saya sendirian di rumah. Alhamdulillah untuk makan sehari dapat tercukupi dari bantuan tetangga” tutur Sartinah.

Demikian Kisah Bapak Rahman yang sedang dilanda musibah. Sehingga pihak sekolah bersama para siswa turut membantu meringankan beban keluarga beliau. Dalam penyerahan bantuan tersebut ustazah Yola mengatakan “Semoga Bapak Rahman dan keluarga selalu dalam pertolongan Allah. Allah tau bapak Rahman kuat dalam menjalani hidupnya, jadi Bapak Rahman diuji agar bisa lebih sabar lagi dalam menjalani hidup”

Maka dengan berbagai latar belakang diturunkannya bencana, sesungguhnya Allah SWT telah menakar kadar musibah sesuai dengan kemampuan manusia. Allah berfirman dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 286 berbunyi: لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا “La yukallifullahu nafsan illa wus’aha.” “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

Baca Juga

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

Maret 17, 2026
Sandaran yang Patah

Mengajarkan Anak Berpuasa

Maret 1, 2026
Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Februari 21, 2026

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

KETIKA KONSEP PENDIDIKAN TERAPLIKASI APIK DARI VISI MISI NEGARA

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com