• Latest
Catatan Kecil Di Ulang Tahun POTRET ke 19 - potret ultah | Jalan-jalan | Potret Online

Catatan Kecil Di Ulang Tahun POTRET ke 19

Januari 12, 2022
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Catatan Kecil Di Ulang Tahun POTRET ke 19 - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Jalan-jalan | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Catatan Kecil Di Ulang Tahun POTRET ke 19 - potret ultah | Jalan-jalan | Potret Online

Catatan Kecil Di Ulang Tahun POTRET ke 19

Membangun Budaya Menulis

Redaksi by Redaksi
Januari 12, 2022
in Jalan-jalan
Reading Time: 3 mins read
0
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

19 Tahun Membangun Budaya Menulis di Kalangan Perempuan

Oleh Tabrani Yunis

Malam ini, sebelum azan Isya berkumandang, sambil melakukan aktivitas berjualan di POTRET Gallery yang terletak di Jalan Prof Ali Hasyimi, Pango Raya, Banda Aceh, pikiran tertuju pada sebuah momentum yang sangat berharga. Dikatakan berharga karena momentum itu adalah momentum mulainya terwujud cita-cita membangun gerakan menulis di kalangan perempuan yang berawal dari perempuan akar rumput ( grassroots women) di Aceh. Berawal di tahun 1998, ketika muncul niat untuk menyediakan media perempuan untuk mengekspresikan pikiran, pengetahuan dan pengalaman lewat media, namun tidak tersedia media yang bisa menampung karya-karya tulis perempuan yang ingin menulis dan mengekspresikan pikiran mereka lewat media tersebut. Bukan mustahil bila pada tahun-tahun 1990 an, bahkan 2000 an, sangat jarang kita menemukan tulisan-tulisan perempuan di media cetak saat itu. Kalau pun ada, hanya sedikit dan bisa dihitung dengan jari tangan. Celakanya lagi, kalau pun ada media atau majalah perempuan, banyak tulisan yang juga ditulis oleh laki-laki tentang perempuan.

Baca Juga

Catatan Kecil Di Ulang Tahun POTRET ke 19 - ee438e74 f736 4756 8ffe 13d438513ec5 | Jalan-jalan | Potret Online

Di Jalan Pulang

Oktober 15, 2025
Catatan Kecil Di Ulang Tahun POTRET ke 19 - IMG_2154 1 scaled | Jalan-jalan | Potret Online

Sabang: Daerah Wisata, Jalur Free Port dan Harapan Baru

Agustus 21, 2025

HABA Si PATok

Mei 13, 2025

Aneh bukan? Ya, bisalah kita katakan aneh, bila kita mau melihat realitas yang ada saat itu. Padahal perempuan dilihat dari jumlahnya, secara kuantitas  lebih banyak, dibandingkan kaum laki-laki. Dilihat dari kapasitas menulis, sebenarnya kaum perempuan tidaklah kalah dibandingkan kaum laki-laki. Namun, mengapa sangat sedikit perempuan yang menulis? Apakah semua media yang ada memang diperuntukan untuk laki-laki? Tentu tidak. Selain itu, bila kita menelisik persoalan yang dihadapi oleh laki-laki dan perempuan, sesungguhnya perempuan bisa memiliki banyak sekali persoalan atau masalah, yang masalah tersebut bisa menjadi bahan tulisan. Tapi, mengapa sangat sedikit perempuan yang menulis?

Kondisi itu menjadi keprihatinan para penggawa Center for Community Development and Education ( CCDE) Banda Aceh. Merasa prihatin melihat kondisi itu, lalu tergerak hati untuk mengidentifikasi segala masalah dan membaca apa kekuatan kaum perempuan, kelemahan, tantangan dan ancaman dalam hal menulis.  Akhirnya niat untuk membangun gerakan menulis di kalangan perempuan Aceh pun diwujudkan dengan mengundang sebanyak 25 perempuan akar rumput yang merupakan perwakilan dari kelompok dampingan CCDE di 6 kabupaten di Aceh saat itu. Ke 25 perempuan ini dilatih untuk menulis cerita cerita singkat mengenai kehidupan mereka. Kegiatan pelatihan itu dilaksanakan selama 3 hari. Hasil dari pelatihan berupa tulisan perempuan dengan berbagai macam hal yang mereka tulis dengan tulisan tangan, kemudian diketik di CCDE dan dikumpulkan, lalu menjadi cikal bakal terbitan pertama majalah perempuan Aceh yang diberi nama dengan POTRET.

Ya, POTRET itulah namanya. Pertanyaannya, mengapa POTRET? Mengapa tidak yang lain? Bukan hanya itu, banyak pertanyaan yang bermunculan. Namun, memilih nama POTRET karena POTRET dengan sinonimnya Foto dan juga ada yang menyebut Kodak. Ya karena POTRET dimaksudkan mereka dengan memotret atau memoto. Lalu bagaimana dengan majalah POTRET? Tidak jauh berbeda, POTRET digunakan sebagai media yang memotret kehidupan perempuan dengan segala masalah yang dialami dan dihadapi kaum perempuan. Dengan adanya POTRET, perempuan memiliki media yang khusus mengangakat dan memuat karya-karya perempuan di Aceh, terutama perempuan dari kalangan akar rumput atau grassroots itu.

Nah, menerbitkan POTRET untuk pertama sekali, tentu tidak seperti membalik telapak tangan. Banyak kendala dan hal yang menghambat. Pertama,ketika ingin menerbitkan majalah POTRET yang pertama dihadapi adalah soal ketersediaan tulisan dari para penulis perempuan. Kedua, ketersediaan tenaga yang mengelola media dan ketiga ketersediaan dana untuk biaya penerbitan yang biasanya lumayan besar. Kemudian akan ada hal-hal lain seperti distrubusi, kepastian akan keberlanjutan terbit. jadi, bila kita menghitung kendala, tentu sangat banyak dan harus dicari solusi agar niat menerbitkan majalah POTRET bisa terwujud.

Alhamdulillah niat itu terwujud dengan diluncurkan pertama sekali edisi pertama pada 11 Januari 2003 dengan format yang sangat sederhana, sesuai dengan kondisi kapasitas yang masih sangat terbatas saat itu.Namun karena kekuatan idealisme yang begitu besar, upaya menerbitkan majalah POTRET terus dijaga, walau tidak bisa terbit setiap bulan. Paling tidak, cikal bakal majalah POTRET sebagai media perempuan Aceh sudah hadir dahulu untuk membangun gerakan menulis di kalangan perempuan akar rumput di Aceh. Sayangnya, belum sempat berkembang dan bermetamorfosis secara baik, ketika sedang menyiapkan edisi 3, bencana gempa dan tsunami yang sangat dahsyat pada 26 Desember 2004 pun terjadi. Kantor CCDE dan POTRET yang kala itu beralamat di jalan Malahayati, KM 8,5, desa Kajhu, Kecamatan Baitusslam, Aceh Besar rata disapu tsunami.  POTRET yang baru berumur seumur jagung itu terpaksa tidak terbit.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 320x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 268x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 214x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Tags: AcehHUT POTRETLiterasiPerempuan
SummarizeShare236Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche
Artikel

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Kehidupan pasca-bencana di desa_11zon
Artikel

Empat Bulan Setelah Air Bah itu Pergi

Maret 26, 2026
Catatan Kecil Di Ulang Tahun POTRET ke 19 - 1001361361_11zon | Jalan-jalan | Potret Online
Islam

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

Maret 17, 2026
Next Post
Catatan Kecil Di Ulang Tahun POTRET ke 19 - B0F9A989 1F61 48F8 A6BD 1CBA2332A547_11zon | Jalan-jalan | Potret Online

Mengantarkan Bantuan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com