POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Hidup Harus Belajar

RedaksiOleh Redaksi
December 21, 2021
🔊

Dengarkan Artikel

 


Oleh: Teuku Hendri Saifullah 


(Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Manggeng Kab. ABDYA


Kata “belajar” yang terbayang di pikiran kita adalah sejumlah siswa yang sedang sekolah di tingkat TK, SMP, SMA atau seorang mahasiswa yang kuliah di sebuah universitas. Karena yang terpikirkan adalah proses mencari ilmu yang sedang mereka lakukan, sehingga mereka layak disebut sedang belajar. 

Pendapat di atas tidaklah semuanya salah, walau demikian juga tidak berarti juga semuanya benar. Pada tulisan yang singkat ini terlebih dahulu kita pahami arti kata belajar. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata belajar memiliki 3 arti yaitu 1. Berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. 2. Berlatih: 3. Berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman.

Dari ketiga pengertian di atas, penulis memilih arti yang ketiga yaitu berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. Maksudnya adalah belajar memiliki arti yang sangat luas yang tujuannya adalah merubah tingkah laku ke arah yang lebih baik terhadap pengalaman atau keadaan yang sedang dihadapi. Belajar bukanlah hanya berlaku bagi seseorang yang sedang mencari ilmu di bangku sekolah atau kuliah, tetapi juga berasal dari pengalaman pribadi seseorang. Baik suka ataupun duka. Semuanya akan menjadi baik, jika kembali kepada ketentuan Allah swt. 

Penulis akan memberikan 7 hal yang perlu kita belajar dalam hidup ini

1. Belajar untuk lebih banyak diam dari pada banyak bicara

Rasullullah telah mengingatkan umatnya agar senantiasa memperhatikan ucapan atau perkataannya, sehingga tidak membuat orang lain tersinggung atau bersedih hati dengan perkataan yang kita ucapkan. 

Dalam sebuah hadis Rasul bersabda:

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)

Diam akan bernilai kebaikan jika seandainya ucapannya mengandung dosa atau menyinggung perasaan orang lain, maka memilih diam adalah lebih baik.

2. Belajar mengalah dari sebuah keegoisan

Tidak semua orang siap untuk kalah, segala macam dilakukan agar tidak menjadi pihak yang kalah. Sebenarnya bersikap untuk mengalah adalah sangat dianjurkan untuk melenyapkan sifat egois dalam diri. 

Mengalah terkadang menjadi sebuah solusi yang bijak jika tidak ada penyelesaian yang lain. Bukan berarti kita tidak memiliki kekuatan untuk membela diri, tetapi kalah di sini sebagai usaha memberi kesempatan orang lain untuk berbuat sesuai dengan pendapatnya atas dasar saling menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan. 

Banyak kita lihat dalam kehidupan seorang kakak tidak mau mengalah dengan adiknya atau sebaliknya demi mendapatkan harta warisan orang tuanya, sehingga putuslah tali persaudaraan. Atau sesama masyarakat yang berbeda paham atau pendapat yang saling berdebat. Jika tidak ada yang mengalah atau mengakhiri perdebatan, maka akan berujung pada rusaknya hubungan antar sesama masyarakat.

Maka sangat tepat jika merujuk pada sebuah hadis yang artinya:

“Orang yang paling dibenci oleh Allah ialah orang yang paling keras debatnya.” (HR. Bukhari No. 4523. Muslim No. 2668)

Pada hadis yang lain Rasulullah juga bersabda:

📚 Artikel Terkait

Ekonomi Keuangan Syariah Terus Meningkat Dalam 5 Tahun Terakhir

PESONA POLITIK DAN KORUPSI

Bhoi Morica: Inovasi Kue Tradisional Aceh Oleh 3 Mahasiswi USK Sebagai Solusi Anti-Stunting dan Anti-Cacingan

The Unsung Heroes: Honouring the Role of Teachers in Society

“Aku menjamin sebuah istana di bagian tepi surga bagi orang yang meninggalkan debat, meskipun ia sebagai pihak yang benar.” (HR. Abu Daud dan Abu Umamah yang dihasankan oleh Syekh Albania rahimahullah)

Sifat egois yang tersimpan dari diri orang yang saling berdebat akan membawa keburukan bagi pribadi masing – masing, selama dia belum mau merubah dirinya untuk mengalah.

Bukan saja dalam masalah debat, tetapi semua masalah yang jika diteruskan akan mengakibatkan salah satu pihak akan saling membenci, bahkan bisa saling bertengkar. Hal ini tak lain karena disebabkan sifat egois atau mementingkan diri sendiri tanpa memperdulikan orang lain.

3. Belajar tersenyum dari sebuah kesedihan 

Tersenyum merupakan sebuah wujud ungkapan sebuah kebahagiaan kepada orang lain. Makanya senyum memberikan kesan positif sinis belaka.

Rasullullah dalam hadisnya mengatakan

“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR Tirmidzi)

Walau terkadang orang yang tersenyum memiliki kesulitan atau kesedihan dalam hidupnya. Senyuman yang senantiasa

terpancar dari pribadi yang kuat dalam menghadapi masalah akan menjadi motivasi atau pendorong yang membuat dirinya kuat dalam menyelesaikan masalah tersebut.

Menyembunyikan kesulitan dan berbagi kebahagiaan merupakan sifat yang pemberani dan hebat, lawan dari sifat cengeng atau manja. Karena kita yakin hanya Allah tempat kita mengadu dan memohon pertolongan. Jadi janganlah kesedihan dan kesulitan membuat kehidupan dalam bermasyarakat kita akhirnya menjadi suram.

4. Belajar bersyukur, meskipun tak puas

Kita harus belajar bahwa tidak semua yang kita harapkan akan menjadi kenyataan, kadang Allah belokkan rencana kita, dan kadang Allah sempatkan rizki seperti yang kita punya. Tetapi kita harus yakin bahwa Allah lebih tahu dan apa yang telah diberikan adalah lebih baik dari yang kita rencanakan. 

Orang yang miskin sebenarnya bukanlah orang yang tidak memiliki harta, tetapi orang yang tidak pandai bersyukur. Sebaliknya orang kaya bukanlah orang yang banyak harta, tetapi adalah orang yang dalam hidupnya senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah. 

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim: 7)

Seperti dikisahkan ada seorang miskin datang kepada Nabi Musa dan berkata: “ya Nabi, tolong doakan saya agar saya menjadi orang kaya”

Nabi Musa tersenyum dan menjawab: “Perbanyaklah bersyukur kepada Allah”, si miksin agak kesal dan berkata: bagaimana saya bersyukur, untuk makan saja susah, dan untuk pakaian hanya ada yang di tubuh ini saja”.  Akhirnya dia pulang dengan penuh kekecewaan.

Beberapa waktu kemudian datanglah seorang kaya berjumpa Nabi Musa dan berkata: Ya Nabi, doakan aku agar menjadi seorang yang miskin. Aku merasa terganggu dengan hartaku ini”

Nabi Musa tersenyum dan berkata: “janganlah kamu bersyukur kepada Allah”. Si kaya pun menjawab: “bagaimana pula aku tidak bersyukur,  Allah telah memberikan banyak rizki dan kenikmatan baik anggota tubuh yang sempurna juga harta yang banyak”. Akhirnya dia pulang.

Apa yang terjadi beberapa waktu berikutnya? Ternyata simiskin hidupnya semakin miskin dan si kaya hidupnya semakin kaya. 

Kisah di atas memberi motivasi kepada kita agar mulai sekarang kita hendaknya bersyukur atas rizki yang diberikan dengan terus memperbaiki diri dan usaha agar menjadi lebih baik.

5. Belajar ikhlas meskipun tak rela

Semakin tinggi rasa syukur kita, maka akan berpengaruh kepada keikhlasan kita terhadap anugrah Allah. Semua rizki adalah menurut kehendak Allah. Kita hanya berusaha seterusnya kita bertawakkal kepadanya. Bisikan setan akan membuat kita merasa tidak pernah ikhlas akan segala ketentuan Allah. 

6. Belajar taat meskipun berat

Memang berat melakukan ibadah kepada Allah, terlebih bagi mereka yang tidak terbiasa. Misalnya saja Shalat berjamaah, membaca Al-Quran, melakukan shalat sunat, dan ibadah lainnya. Maka rasa berat yang ditambah dengan rasa malas akan hilang, jika kita terus bersabar dengan ketaatan tersebut. Karena kita yakin semua kebaikan dan ibadah yang kita lakukan semuanya akan dibalas dan akan kita saksikan di akhirat kelak. Allah berfirman:

“Maka barangsiapa mengerjakan kebajikan seberat żarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat żarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Az-Zalzalah: 7-8)

7. Belajar memberi meskipun tak seberapa

Memberi adalah sebuah keberanian untuk berkorban. Tidak ada yang perlu ditakutkan untuk memberi kepada orang lain yang membutuhkan. Karena semua kebaikan itu nantinya akan kembali kepada kita berbentuk kebaikan pula. Maka marilah kita belajar memberi dari hal yang kecil dan kita mulai dengan jumlah yang kecil, tetapi rutin kita lakukan. Salah satu contohnya adalah kebiasaan bersedekah Rp. 1.000 setiap hari. Jika ini bisa kita lakukan, maka kita akan menjadi pribadi yang memiliki kepekaan sosial yang tinggi dan mau berbagi kepada sesama.

Semua kita diberikan kesempatan untuk belajar menjadi pribadi yang baik. Dan semoga 7 hal yang penulis sampaikan ini menjadi semangat bagi kita semua bahwa marilah kita belajar dari kehidupan ini agar nantinya kita bisa menjalani hidup dan setiap ujian yang Allah berikan dapat kita hadapi dengan penuh keikhlasan dan mengharap ridha Allah swt.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Bisakah Kuwujudkan?

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00