• Latest

SELAMAT ULANG TAHUN IGI

November 26, 2021
SELAMAT ULANG TAHUN IGI - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Guru | Potret Online

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
SELAMAT ULANG TAHUN IGI - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Guru | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

SELAMAT ULANG TAHUN IGI

Redaksi by Redaksi
November 26, 2021
in Guru, Pendidikan, Satria Dharma
Reading Time: 8 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Satria Dharma

Pendiri Ikatan Guru Indonesia (IGI)

“Organisasi profesi guru ini harus mandiri, independen dan mesti digunakan oleh guru untuk memajukan profesinya, meningkatkan kompetensinya, kariernya, wawasan kependidikannya, perlindungan profesinya, meningkatkan kesejahteraan dan pengabdian kepada masyarakat. Bendera kebangkitan guru telah kita kibarkan bersama,” Satria Dharma, Pendiri dan Ketua Ikatan Guru Indonesia pertama.

Ikatan Guru Indonesia atau IGI pada awalnya terbentuk melalui diskusi di milis The Center for The Betterment of Education (CBE): cfbe@yahoogroups.com. Dua begawan pendidikan muda kala itu, Satria Dharma dan Achmad Rizali, resah dengan kondisi mutu guru di Indonesia. Melalui CBE, keduanya beberapa kali melakukan dialog pendidikan secara nasional. Hasilnya, guru dianggap menjadi persoalan pendidikan yang serius.

Di sisi lain, kinerja pemerintah dalam meningkatkan profesionalitas guru juga memprihatinkan. Organisasi guru yang diharapkan bisa menjadi bidan yang ikut melahirkan guru-guru profesional kurang optimal. Keresahan ini membuncah. Reformasi pendidikan perlu segera dilakukan.

Perubahan harus dilakukan oleh guru sendiri. Keduanya lantas menggagas pembentukan Indonesia Teachers Club atau Klub Guru Indonesia (KGI). Pada 21 Juni 2006, Klub Guru digagas sebagai wadah bagi guru untuk meningkatkan mutu dirinya sendiri melalui berbagai kegiatan pelatihan. Di sini, guru-guru juga berbagi ilmu antarmereka sendiri. Klub Guru diharapkan menjadi wadah bangkitnya reformasi pendidikan.

Pada 29 Agustus 2006, KGI dideklarasikan. Sopyan Maulana Kosasih, guru SMP Madaniah, Parung, Bogor, saat itu dipercaya menjadi motor penggeraknya. Awalnya kegiatan berjalan dengan baik.

Tak berselang lama, akibat kesibukan mengajar, Sopyan mengundurkan diri dan aktivitas Klub Guru stagnan dan tak terurus. Kegiatan terhenti. Koordinator dialihkan kepada Sugeng Santoso. Setelah berhasil melaksanakan satu kegiatan pada 27 September 2007, Sugeng pun menyerah di tengah jalan karena kesibukannya. Kepemimpinan dipegang Satria Dharma dan Achmad Rizali. Keduanya kembali memeras pikiran agar bayi organisasi profesi yang baru saja dilahirkan tidak lantas mati. Tahun 2007, Satria Dharma membawa Klub Guru ke komunitas guru, yaitu para alumni Universitas Negeri Surabaya (eks IKIP), di Surabaya, Jawa Timur.

Seperti bertemu habitatnya, bendera Klub Guru Indonesia berkibar lagi. Kali ini, Satria Dharma memercayakan kepemimpinan Klub Guru dipegang aktivis pendidikan yang juga jurnalis. Klub Guru Jawa Timur dipimpin kali pertama oleh seorang dosen dan wartawan senior Sirikit Syah dan seorang manager informatika Mohammad Ihsan. Pada 8 Desember 2007, KGI Jatim dideklarasikan. Duet dua orang yang sama-sama alumni Unesa ini membuat Klub Guru diperhitungkan kembali. KGI terus bergeliat menjadi salah satu organisasi guru yang diperhitungkan. Sebagi jurnalis,Sirikit membawa guru-guru agar bisa menulis di media massa. Sirikit menggandeng grup Kompas di Jawa Timur, yaitu harian Surya. Melalui kerjasama ini, nama Klub Guru makin dipercaya publik sebagai organisasi yang fokus pada upaya peningkatan mutu dan profesionalisme guru.

Di tengah jalan, terjadi perbedaan pandangan antara Sirikit Syah dengan M. Ihsan tentang darimana biaya peningkatan mutu guru harus didapatkan. Sirikit menganggap anggaran peningkatan mutu guru harus diperoleh dari para donatur, baik pribadi maupun corporate (melalui CSR) dan guru tidak boleh mengeluarkan uang untuk mendapatkan manfaat guna peningkatan mutunya. Sementara M Ihsan menganggap guru harus bisa membiayai dirinya sendiri guna meningkatkan kualitasnya. Dengan cara itu, ada keinginan dalam diri guru untuk menjadi bermutu dan profesional. Sementara donasi dari institusi manapun dipakai untuk meringankan biaya penyelenggaraan. Perbedaan pandangan ini membuat Sirikit mengundurkan diri dari Klub Guru.

Melihat Sirikit tak lagi menjadi tampuk pimpinan di Jawa Timur, Satria Dharma menginisiasi lahirnya kembali gerakan Klub Guru di Ibu Kota Jakarta. Kali ini, Satria menggandeng HB Arifin, juga seorang jurnalis yang juga aktivis pendidikan dan alumni Unesa. Bersama Achmad Rizali yang didapuk sebagai ketuanya, HB Arifin membentuk Klub Guru Jabodetabek pada 15 Juni 2008.

Organisasi ini tidak berjalan hanya mengandalkan iuran anggota yang hanya dibayarkan sekali selama menjadi anggota. Sebagai mantan manager di perusahaan IT, M Ihsan melihat dunia industri harus digandeng secara optimal. Rupanya, tak gampang menggandeng dunia industri untuk terjun membiayai segala hal terkait upaya peningkatan mutu guru. Meski melalui dana CSR, dunia industri masih saja memikirkan “kepentingan” bisnisnya. Dari sanalah, M. Ihsan kemudian mengubah cara pandang baru yaitu mensinergikan dunia industri dengan dunia pendidikan. Formulanya dilakukan dengan memfokuskan pengembangan organisasi. Dengan melakukan pengembangan, semakin banyak pula guru yang akan menerima manfaat sekaligus menunjukkan kekuatan organisasi ini kepada kalangan industri. Sejak saat itulah,pengembangan organisasi menjadi titik sentral program organisasi.

ADVERTISEMENT

Fokus lainnya diperankan KGI Jabodetabek. Di bawah kepemimpinan duet Achmad Rizali dan HB Arifin, KGI fokus meletakkan fondasi organisasi. HB Arifin ditugasi membuat anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dan mendaftarkannya ke notaries kemudian ke Menkum dan HAM.

Deklarasi kedua KGI kembali dilaksanakan. Kali ini, sejumlah aktivis pendidikan dan guru dilibatkan. Sejumlah nama hadir untuk mendirikan KGI, yaitu Indra Djati Sidi, Gatot Hari Prijowirjanto, Satria Dharma, Achmad Rizali, Bagiono Djokosumbogo, Sururi Aziz, Sopyan Maulana Kosasih, HB Arifin, M. Ihsan, Yuli Rachmawati, Dhitta Puti Sarasvati, dan Dede Kurniasih.

HB Arifin ditugasi mengurus perizinan agar KGI menjadi organisasi profesi. Setelah draf anggaran dasar dan rumah tangga dibuat serta SK notaris selesai, permohonan pengesahan organisasi diajukan ke Menkum dan HAM. Dari meja Menkum dan HAM, nama KGI ditolak. Nama klub guru dianggap belum mewakili sebuah nama organisasi profesi. HB Arifin kemudian mengubah nama KGI menjadi Ikatan Guru Indonesia (IGI). Nama IGI dianggap sejajar dengan nama-nama organisasi profesi lainnya.

Draft kembali diajukan ke Menkum dan HAM. Setelah bolak-balik ke notaris hingga tiga kali akta notaries dibuat, akhirnya Menkum dan HAM mengeluarkan SK pengesahan IGI sebagai organisasi profesi guru. Persisnya tanggal 26 November 2009 dengan nomor SK: AHU-125.AH.01.06. Tahun 2009.

Sekarang ini guru memiliki organisasi profesi, yaitu IGI. Inilah organisasi profesi guru pertama di Indonesia setelah diundangkannya UU No 14/2005 Tentang Guru Dan Dosen. Menurut UU tersebut, guru wajib menjadi anggota organisasi profesi. Organisasi profesi guru haruslah bersifat independen dan tidak boleh terkooptasi oleh partai politik atau pun kepentingan yang bersifat partisan. Organisasi independen ini mesti digunakan oleh guru untuk memajukan profesinya, meningkatkan kompetensinya,kariernya, wawasan kependidikannya,perlindungan profesinya, meningkatkan kesejahteraannya dan pengabdian kepada masyarakat.

(diambil dari Company Profile IGI pertama)

Kini IGI telah berdiri di 34 propinsi di seluruh Indonesia di 388 kota/Kabupaten tanpa bantuan dari Pemerintah, pejabat, konglomerat, atau perusahaan apa pun. IGI sangat mandiri dan independen dalam menjalankan organisasinya. 

Baca Juga

cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
SELAMAT ULANG TAHUN IGI - 1001353319_11zon | Guru | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

Maret 14, 2026
SELAMAT ULANG TAHUN IGI - 88edc129 3595 4af2 ba1c 7d532215363b | Guru | Potret Online

AI dan Embrio Liberalisme

Maret 8, 2026

Selamat ulang tahun ke 12, IGI. Semoga Tuhan selalu memberkatimu.

Surabaya, 26 Nopember 2021

Satria Dharma

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 361x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 320x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 268x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 214x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

SELAMAT ULANG TAHUN IGI - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Guru | Potret Online
Artikel

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573
Sejarah

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Next Post

LITERASI PAHALA

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com