POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

SELAMAT ULANG TAHUN IGI

RedaksiOleh Redaksi
November 26, 2021
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Satria Dharma

Pendiri Ikatan Guru Indonesia (IGI)

“Organisasi profesi guru ini harus mandiri, independen dan mesti digunakan oleh guru untuk memajukan profesinya, meningkatkan kompetensinya, kariernya, wawasan kependidikannya, perlindungan profesinya, meningkatkan kesejahteraan dan pengabdian kepada masyarakat. Bendera kebangkitan guru telah kita kibarkan bersama,” Satria Dharma, Pendiri dan Ketua Ikatan Guru Indonesia pertama.

Ikatan Guru Indonesia atau IGI pada awalnya terbentuk melalui diskusi di milis The Center for The Betterment of Education (CBE): cfbe@yahoogroups.com. Dua begawan pendidikan muda kala itu, Satria Dharma dan Achmad Rizali, resah dengan kondisi mutu guru di Indonesia. Melalui CBE, keduanya beberapa kali melakukan dialog pendidikan secara nasional. Hasilnya, guru dianggap menjadi persoalan pendidikan yang serius.

Di sisi lain, kinerja pemerintah dalam meningkatkan profesionalitas guru juga memprihatinkan. Organisasi guru yang diharapkan bisa menjadi bidan yang ikut melahirkan guru-guru profesional kurang optimal. Keresahan ini membuncah. Reformasi pendidikan perlu segera dilakukan.

Perubahan harus dilakukan oleh guru sendiri. Keduanya lantas menggagas pembentukan Indonesia Teachers Club atau Klub Guru Indonesia (KGI). Pada 21 Juni 2006, Klub Guru digagas sebagai wadah bagi guru untuk meningkatkan mutu dirinya sendiri melalui berbagai kegiatan pelatihan. Di sini, guru-guru juga berbagi ilmu antarmereka sendiri. Klub Guru diharapkan menjadi wadah bangkitnya reformasi pendidikan.

Pada 29 Agustus 2006, KGI dideklarasikan. Sopyan Maulana Kosasih, guru SMP Madaniah, Parung, Bogor, saat itu dipercaya menjadi motor penggeraknya. Awalnya kegiatan berjalan dengan baik.

Tak berselang lama, akibat kesibukan mengajar, Sopyan mengundurkan diri dan aktivitas Klub Guru stagnan dan tak terurus. Kegiatan terhenti. Koordinator dialihkan kepada Sugeng Santoso. Setelah berhasil melaksanakan satu kegiatan pada 27 September 2007, Sugeng pun menyerah di tengah jalan karena kesibukannya. Kepemimpinan dipegang Satria Dharma dan Achmad Rizali. Keduanya kembali memeras pikiran agar bayi organisasi profesi yang baru saja dilahirkan tidak lantas mati. Tahun 2007, Satria Dharma membawa Klub Guru ke komunitas guru, yaitu para alumni Universitas Negeri Surabaya (eks IKIP), di Surabaya, Jawa Timur.

Seperti bertemu habitatnya, bendera Klub Guru Indonesia berkibar lagi. Kali ini, Satria Dharma memercayakan kepemimpinan Klub Guru dipegang aktivis pendidikan yang juga jurnalis. Klub Guru Jawa Timur dipimpin kali pertama oleh seorang dosen dan wartawan senior Sirikit Syah dan seorang manager informatika Mohammad Ihsan. Pada 8 Desember 2007, KGI Jatim dideklarasikan. Duet dua orang yang sama-sama alumni Unesa ini membuat Klub Guru diperhitungkan kembali. KGI terus bergeliat menjadi salah satu organisasi guru yang diperhitungkan. Sebagi jurnalis,Sirikit membawa guru-guru agar bisa menulis di media massa. Sirikit menggandeng grup Kompas di Jawa Timur, yaitu harian Surya. Melalui kerjasama ini, nama Klub Guru makin dipercaya publik sebagai organisasi yang fokus pada upaya peningkatan mutu dan profesionalisme guru.

📚 Artikel Terkait

Jelang Lebaran

Peradaban Kenyang, Akal Telanjang

PEUSAN KEU RAKAN PENSIUN

Menulis, Merawat Ingatan? Mari Petik Beragam Manfaat Menulis

Di tengah jalan, terjadi perbedaan pandangan antara Sirikit Syah dengan M. Ihsan tentang darimana biaya peningkatan mutu guru harus didapatkan. Sirikit menganggap anggaran peningkatan mutu guru harus diperoleh dari para donatur, baik pribadi maupun corporate (melalui CSR) dan guru tidak boleh mengeluarkan uang untuk mendapatkan manfaat guna peningkatan mutunya. Sementara M Ihsan menganggap guru harus bisa membiayai dirinya sendiri guna meningkatkan kualitasnya. Dengan cara itu, ada keinginan dalam diri guru untuk menjadi bermutu dan profesional. Sementara donasi dari institusi manapun dipakai untuk meringankan biaya penyelenggaraan. Perbedaan pandangan ini membuat Sirikit mengundurkan diri dari Klub Guru.

Melihat Sirikit tak lagi menjadi tampuk pimpinan di Jawa Timur, Satria Dharma menginisiasi lahirnya kembali gerakan Klub Guru di Ibu Kota Jakarta. Kali ini, Satria menggandeng HB Arifin, juga seorang jurnalis yang juga aktivis pendidikan dan alumni Unesa. Bersama Achmad Rizali yang didapuk sebagai ketuanya, HB Arifin membentuk Klub Guru Jabodetabek pada 15 Juni 2008.

Organisasi ini tidak berjalan hanya mengandalkan iuran anggota yang hanya dibayarkan sekali selama menjadi anggota. Sebagai mantan manager di perusahaan IT, M Ihsan melihat dunia industri harus digandeng secara optimal. Rupanya, tak gampang menggandeng dunia industri untuk terjun membiayai segala hal terkait upaya peningkatan mutu guru. Meski melalui dana CSR, dunia industri masih saja memikirkan “kepentingan” bisnisnya. Dari sanalah, M. Ihsan kemudian mengubah cara pandang baru yaitu mensinergikan dunia industri dengan dunia pendidikan. Formulanya dilakukan dengan memfokuskan pengembangan organisasi. Dengan melakukan pengembangan, semakin banyak pula guru yang akan menerima manfaat sekaligus menunjukkan kekuatan organisasi ini kepada kalangan industri. Sejak saat itulah,pengembangan organisasi menjadi titik sentral program organisasi.

Fokus lainnya diperankan KGI Jabodetabek. Di bawah kepemimpinan duet Achmad Rizali dan HB Arifin, KGI fokus meletakkan fondasi organisasi. HB Arifin ditugasi membuat anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dan mendaftarkannya ke notaries kemudian ke Menkum dan HAM.

Deklarasi kedua KGI kembali dilaksanakan. Kali ini, sejumlah aktivis pendidikan dan guru dilibatkan. Sejumlah nama hadir untuk mendirikan KGI, yaitu Indra Djati Sidi, Gatot Hari Prijowirjanto, Satria Dharma, Achmad Rizali, Bagiono Djokosumbogo, Sururi Aziz, Sopyan Maulana Kosasih, HB Arifin, M. Ihsan, Yuli Rachmawati, Dhitta Puti Sarasvati, dan Dede Kurniasih.

HB Arifin ditugasi mengurus perizinan agar KGI menjadi organisasi profesi. Setelah draf anggaran dasar dan rumah tangga dibuat serta SK notaris selesai, permohonan pengesahan organisasi diajukan ke Menkum dan HAM. Dari meja Menkum dan HAM, nama KGI ditolak. Nama klub guru dianggap belum mewakili sebuah nama organisasi profesi. HB Arifin kemudian mengubah nama KGI menjadi Ikatan Guru Indonesia (IGI). Nama IGI dianggap sejajar dengan nama-nama organisasi profesi lainnya.

Draft kembali diajukan ke Menkum dan HAM. Setelah bolak-balik ke notaris hingga tiga kali akta notaries dibuat, akhirnya Menkum dan HAM mengeluarkan SK pengesahan IGI sebagai organisasi profesi guru. Persisnya tanggal 26 November 2009 dengan nomor SK: AHU-125.AH.01.06. Tahun 2009.

Sekarang ini guru memiliki organisasi profesi, yaitu IGI. Inilah organisasi profesi guru pertama di Indonesia setelah diundangkannya UU No 14/2005 Tentang Guru Dan Dosen. Menurut UU tersebut, guru wajib menjadi anggota organisasi profesi. Organisasi profesi guru haruslah bersifat independen dan tidak boleh terkooptasi oleh partai politik atau pun kepentingan yang bersifat partisan. Organisasi independen ini mesti digunakan oleh guru untuk memajukan profesinya, meningkatkan kompetensinya,kariernya, wawasan kependidikannya,perlindungan profesinya, meningkatkan kesejahteraannya dan pengabdian kepada masyarakat.

(diambil dari Company Profile IGI pertama)

Kini IGI telah berdiri di 34 propinsi di seluruh Indonesia di 388 kota/Kabupaten tanpa bantuan dari Pemerintah, pejabat, konglomerat, atau perusahaan apa pun. IGI sangat mandiri dan independen dalam menjalankan organisasinya. 

Selamat ulang tahun ke 12, IGI. Semoga Tuhan selalu memberkatimu.

Surabaya, 26 Nopember 2021

Satria Dharma

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

LITERASI PAHALA

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00